Program Padat Karya Tunai Memulihkan Ekonomi Masyarakat Saat Pandemi

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:00 WIB
Program Padat Karya Tunai Memulihkan Ekonomi Masyarakat Saat Pandemi
Program Padat Karya dari Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (Dok : PUPR)

Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, berbagai sektor kehidupan masyarakat terpukul. Namun sektor yang paling parah terkena dampaknya adalah ekonomi.

Setelah pemerintah memberlakukan berbagai pembatasan, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar, perlahan tapi pasti, masyarakat mulai kehilangan pekerjaannya. Masyarakat pekerja di perkotaan mulai kembali ke kampung halaman, akibat tidak ada lagi proyek yang bisa dikerjakannya di kota.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai merancang program khusus yang akan diberikan kepada masyarakat. Program ini kemudian disebut sebagai Padat Karya Tunai.

“Harapan kami, program ini dapat mengurangi angka pengangguran di tengah pandemi Covid-19,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedi Rahardian, dalam sebuah wawancara virtual, beberapa waktu lalu.

Menurut Hedi, kegiatan ini dinilai akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di daerah sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

“Kami akan fokus ke daerah-daerah yang memang kelebihan tenaga kerja, misalnya di daerah Wonogiri. Mereka banyak yang kembali ke kampung, karena tidak mendapatkan pekerjaan di ibukota. Selain itu, kami juga akan memberikan fokus kepada daerah Jabodetabek, karena jumlah pekerja di Jabodetabek juga cukup besar,” tambahnya.

Saat ini, Bina Marga menyediakan sejumlah paket yang tengah berjalan, yaitu paket rutin jalan 482 paket, jembatan ada 332 paket, paket non rutin ada 52 paket. Sebanyak 20 ribu orang ditargetkan menjadi sasaran program, sementara 19 ribu orang akan dipekerjakan dalam sektor jalan tol.

Sejumlah proyek yang akan dikerjakan masyarakat ini akan tetap mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3. Hedi menambahkan, di masa pandemi Covid-19 ini, standardisasi K3 ditambah lagi dengan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat.

“Kami tentunya berusaha untuk selalu tetap menjaga kesehatan, menjaga disiplin, dan menerapkan protokol kesehatan, sehingga bisa melakukan tugas dalam situasi new normal,” ujarnya.

baca juga

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan, pelaksanaan Program Padat Karya Tunai dilakukan dengan ketentuan physical distancing demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19 dan dilakukan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Vaksin Covid-19 untuk Manusia, Rusia Kembangkan untuk Hewan

Setelah Vaksin Covid-19 untuk Manusia, Rusia Kembangkan untuk Hewan

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 16:05 WIB

Di Tengah Pandemi, Universitas Terbuka Gelar Disporseni secara Daring

Di Tengah Pandemi, Universitas Terbuka Gelar Disporseni secara Daring

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:57 WIB

Warga Wuhan Berpesta di Kolam saat Badai Covid-19 Berlalu

Warga Wuhan Berpesta di Kolam saat Badai Covid-19 Berlalu

Foto | Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Tiga Fakta Terkini Soal Mutasi Virus Corona, Benarkah Lebih Mematikan?

Tiga Fakta Terkini Soal Mutasi Virus Corona, Benarkah Lebih Mematikan?

Health | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:46 WIB

Sekolah di Sumbawa Gunakan Handy Talkie untuk Belajar Jarak Jauh

Sekolah di Sumbawa Gunakan Handy Talkie untuk Belajar Jarak Jauh

Video | Selasa, 18 Agustus 2020 | 12:00 WIB

Tak Perlu Marah, Ini Cara Ingatkan Orang Untuk Pakai Masker

Tak Perlu Marah, Ini Cara Ingatkan Orang Untuk Pakai Masker

Health | Selasa, 18 Agustus 2020 | 12:19 WIB

Terkini

Luruskan Pidato Politik, AHY Tegaskan Demokrat Tak Berpaling dari Prabowo

Luruskan Pidato Politik, AHY Tegaskan Demokrat Tak Berpaling dari Prabowo

News | Kamis, 10 September 2026 | 07:34 WIB

Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering

Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering

Malang | Kamis, 10 September 2026 | 07:31 WIB

BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!

BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:30 WIB

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi di Indonesia, Bawa Layar 144Hz dan Dual Chipset

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi di Indonesia, Bawa Layar 144Hz dan Dual Chipset

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 07:25 WIB

HBD 2026 Menembus 4 Pulau, Sensasi Touring Lintas Generasi yang Tak Biasa

HBD 2026 Menembus 4 Pulau, Sensasi Touring Lintas Generasi yang Tak Biasa

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 07:22 WIB

Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar

Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:21 WIB

Sempat Melonjak Tajam, Serangan ISPA di Lampung Akibat Erupsi Anak Krakatau Akhirnya Melandai

Sempat Melonjak Tajam, Serangan ISPA di Lampung Akibat Erupsi Anak Krakatau Akhirnya Melandai

Lampung | Kamis, 10 September 2026 | 07:20 WIB

Jangan Diklik! Misteri Aplikasi Teror dan Kematian dalam Novel Rahasia Ayu

Jangan Diklik! Misteri Aplikasi Teror dan Kematian dalam Novel Rahasia Ayu

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 07:15 WIB

Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan

Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 07:13 WIB

Sarjito Resmi Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS, OJK Targetkan Bursa Beroperasi 1 Januari 2027

Sarjito Resmi Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS, OJK Targetkan Bursa Beroperasi 1 Januari 2027

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 07:05 WIB

×