Warga Kurang Mampu Bisa Berobat berkat Program JKN-KIS

Fabiola Febrinastri

Senin, 24 Agustus 2020 | 13:55 WIB
Warga Kurang Mampu Bisa Berobat berkat Program JKN-KIS
Sudiati (74), pensiunan PNS peserta JKN - KIS. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) banyak menolong warga tidak mampu untuk berobat. Sebelum kehadiran Program JKN-KIS, banyak dari warga tak mampu enggan untuk berobat, karena khawatir dengan biaya yang ditimbulkan.

Pelayanan kesehatan masih dianggap sesuatu yang mewah dan tidak mungkin didapatkan oleh warga dengan ekonomi menengah ke bawah. Begitu juga yang pernah dirasakan oleh Sudiati (74), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang rutin berobat atau sekedar cek kesehatan di puskesmas dan rumah sakit.

“Alhamdulillah saya seorang pensiunan PNS, jadi iuran saya langsung dipotong dari gaji yang saya terima setiap bulan. Saya cukup dikatakan sering menggunakan pelayanan kesehatan dengan Program JKN-KIS. Terakhir saya operasi tangan di Rumah Sakit Harapan Sehati. Pelayanan baik dan tidak ada biaya yang ditanggung pribadi,” ujar Sudiati, Rabu (19/8/2020).

Sudah banyak peserta terdaftar program ini yang mendapatkan dampak positifnya. Sebelum ada program ini Sudiati menceritakan warga di lingkungannya yang kurang mampu jika sakit masih menggunakan pengobatan alternatif atau mengkonsumsi obat yang dijual di warung.

Tapi sekarang bisa melakukan pengobatan ke tenaga medis baik puskesmas, klinik sampai ke rumah sakit. Kesehatan sudah seharusnya dijaga dan sudah seharusnya juga memiliki jaminan kesehatan untuk keadaan terburuk yang tidak diharapkan.

“Seharusnya warga sadar program ini sangat bermanfaat dan wajib hukumnya untuk terdaftar. Didaftarkan bukan hanya ketika sakit dan dibutuhkan saja, tapi jadi perlindungan kesehatan untuk kita saat sehat. Sakit datangnya tiba-tiba, jadi persiapkan jaminan kesehatan kita dan keluarga sedini mungkin,” tambah Sudiati.

Sudiati belajar dari pengalaman sebelumnya. Anak laki-lakinya, dulu masih ditanggung dengan tunjangan sebagai anak dari seorang PNS. Ketika usia sudah di atas 21 tahun, otomatis statusnya nonaktif tidak ditanggung, dan tidak diurus perpanjangannya.

Sekarang anaknya baru mengurus karena memiliki gejala tuberculosis dan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ia khawatir biaya yang ditimbulkan tidak sedikit terlebih lagi anaknya hanya pekerja serabutan. Ia berterimakasih kepada BPJS Kesehatan karena sudah banyak membantu warga khususnya yang tidak mampu melalui Program JKN-KIS.

"Saya hanya mengingatkan bahwa lebih baik mendaftar ketika kita sehat, dibanding baru mendaftar ketika kita sakit. Tidak rugi kita mendaftar selagi kita masih sehat, karena banyak manfaat yang akan kita dapatkan dengan menjadi peserta JKN-KIS. Intinya, saya ingin berterima kasih kepada Program JKN-KIS karena telah banyak membantu kami dalam mendapatkan kesejahteraan kesehatan," tutup Sudiati.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suami Terbantu BPJS Kesehatan, Iis Bersyukur Terdaftar Sebagai Peserta

Suami Terbantu BPJS Kesehatan, Iis Bersyukur Terdaftar Sebagai Peserta

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2020 | 13:49 WIB

BPJS Kesehatan Gelar Lomba Vlog untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

BPJS Kesehatan Gelar Lomba Vlog untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 18:16 WIB

Gowes Sambil Donasi, BPJS Kesehatan Ajak Pecinta Sepeda Virtual Ride

Gowes Sambil Donasi, BPJS Kesehatan Ajak Pecinta Sepeda Virtual Ride

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:49 WIB

Penjual Sarapan Pagi Ini Manfaatkan JKN-KIS untuk Cuci Darah

Penjual Sarapan Pagi Ini Manfaatkan JKN-KIS untuk Cuci Darah

News | Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:58 WIB

Sempat Tak Bisa Cuci Darah, Kini Zaki Dimudahkan Program JKN-KIS

Sempat Tak Bisa Cuci Darah, Kini Zaki Dimudahkan Program JKN-KIS

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:48 WIB

Yoga Terbantu JKN - KIS saat Istri Melahirkan

Yoga Terbantu JKN - KIS saat Istri Melahirkan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2020 | 11:06 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×