Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Badai Laura Bawa Harga Minyak Dunia Meroket ke Level Tertingginya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 26 Agustus 2020 | 08:45 WIB
Badai Laura Bawa Harga Minyak Dunia Meroket ke Level Tertingginya
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak mentah dunia meroket ke level tertingginya setelah produsen AS menutup sebagian besar produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko menjelang kedatangan Badai Laura.

Mengutip CNBC, Rabu (26/8/2020) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 73 sen atau 1,6 persen, menjadi 45,86 dolar AS per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, melambung 73 sen, atau 1,7 persen, menjadi 43,35 dolar AS.

Itu merupakan level penutupan tertinggi bagi kedua tolok ukur tersebut sejak 5 Maret, sehari sebelum Arab Saudi dan Rusia gagal menyetujui rencana baru untuk memangkas produksi dan sekitar seminggu sebelum Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan Covid-19 sebagai pandemi.

Produsen minyak di AS mengurangi operasi mereka karena Badai Laura diprakirakan akan menerjang sepanjang pesisir Texas/Louisiana dengan kecepatan 185 kilometer per jam pada Kamis dini hari. Topan Laura diperkirakan memiliki daya rusak sehebat Topan Katrina 2005 lalu.

Laura diperkirakan menguat menjadi badai besar dengan kecepatan angin mencapai 115 mil per jam (185 kilometer per jam) sebelum menghantam pantai dekat perbatasan Texas-Louisiana menurut National Hurricane Center Amerika.

Selasa, produsen mengevakuasi 310 fasilitas lepas pantai dan menutup produksi minyak mentah 1,56 juta barel per hari, atau sekitar 84 persen dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko, mendekati penutupan 90 persen yang disebabkan Badai Katrina 15 tahun lalu.

Pada hari Senin, produsen migas menghentikan produksi 1,5 juta barel minyak mentah per hari, sekitar 82 persen dari kapasitas produksi lepas pantai Teluk Meksiko.

Naiknya kurva Covid-19 di sejumlah negara menahan laju naiknya harga minyak mentah dunia. Kelebihan produksi juga berpotensi membuat harga minyak kembali jatuh.

American Petroleum Institute (API) melaporkan pada hari Selasa bahwa minggu lalu, produksi minyak AS mencapai 4,52 juta barel, di atas estimasi analis sebesar 3,69 juta barel.

"Secara keseluruhan, badai mungkin membatasi pasokan pekan ini. Tetapi pasar akan segera kembali fokus pada badai terbesar dari semuanya, yaitu Covid-19," kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak Rystad Energy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai di Teluk Meksiko Buat Harga Minyak Naik

Badai di Teluk Meksiko Buat Harga Minyak Naik

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2020 | 08:46 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Kasus Corona yang Makin Meningkat

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Kasus Corona yang Makin Meningkat

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2020 | 07:24 WIB

Harga Minyak Dunia Merosot 1 Persen Imbas Kelebihan Pasokan

Harga Minyak Dunia Merosot 1 Persen Imbas Kelebihan Pasokan

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 09:09 WIB

Terkini

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB

Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa

Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:10 WIB

Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?

Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:02 WIB

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:55 WIB

OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional

OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:49 WIB

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:19 WIB