Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Erick Thohir Ancam Tutup Pabrik Jika Langgar Protokol Kesehatan

Bangun Santoso | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 03 September 2020 | 15:57 WIB
Erick Thohir Ancam Tutup Pabrik Jika Langgar Protokol Kesehatan
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang juga Menteri BUMN Erick Thohir. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir meminta para pengusaha pemilik pabrik juga harus memperhatikan kondisi para karyawan. Sehingga, hal ini bisa mencegah adanya klaster penyebaran Covid-19.

Menteri BUMN bahkan mengancam akan menutup pabrik, jika pemilik acuh pada protokol kesehatan dan hanya mengejar pendapatan semata.

"Kalau pemilik pabriknya tidak sayang dengan karyawannya, yang mestinya shiftnya bisa dibagi dua (shift) tetap jadi satu, hanya mengejar pendapatan, ah ini saya rasa konsekuensinya juga harus dipertimbangkan, bukan enggak mungkin pabriknya ditutup," ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (3/9/2020).

Menurut Erick, permintaan ini tak serta-merta melempar masalah kepada pemilik pabrik. Tapi di era kenormalan yang baru, ia mengingatkan pabrik harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti pola kehidupan yang baru.

Selain itu, para karyawan juga diminta disiplin saat hendak pulang dari pabrik dengan cara mandi sebelum bertemu keluarga.

"Nah jadi kembali ke pabrik ya sama pemilik pabrik juga harus membantu pendisiplinan ini. Tidak bisa semua tergantung ke pemerintah. Pemerintah sudah memberi fasilitas yang luar biasa, apa? tadi bantuan subsidi gaji, kedua bagaimana pemerintah memberikan terus tes PCR. pemerintah berkampanye untuk pakai masker cuci tangan jaga jarak," papar Erick.

Mantan bos klub raksasa Italia Inter Milan ini menambahkan, adanya kluster pabrik juga tak lantas langsung menyalahkan pemerintah daerah. Sebab, yang tahu kegiatan pabrik dan apakah sesuai protokol yaitu pemilik pabrik itu sendiri.

"Jadi ada skala, tidak bisa hanya dipersalahkan pemimpin daerahnya. Nah ini kesinambungan gas dan rem. Jadi penting sekali pimpinan perusahaan berdisiplin, karena itu kita bicara panjang dengan Kadin, supaya mereka jadi bagian dari tim di komite," imbuh dia.

Untuk diketahui, belakangan muncul klaster pabrik yang mana ratusan karyawan pabrik terinfeksi Covid-19.

Salah satunya, Pabrik LG Electronics di kawasan industri Cibitung, Bekasi, Jawa Barat ditutup sementara setelah 238 karyawannya dinyatakan positif terifeksi Covid-19, demikian diumumkan perusahaan, Selasa (25/8/2020).

Pabrik yang memproduksi televisi dan perangkat elektronik lainnya itu akan ditutup selama 9 hari. LG mengatakan akan segera melakukan pembersihan dan pemusnahan virus di area pabrik, untuk menjamin keselamatan pekerja.

"Perusahaan sudah mengetes semua pegawai yang bekerja di pabrik dan hanya mereka yang hasilnya negatif yang boleh kembali bekerja pekan depan," terang LG

Sementara itu Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta meminta pabrik LG di Cibitung ditutup selama 14 hari untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Wiku menyebut LG harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan satgas covid-19 setempat agar penanggulangannya tepat.

"Apabila terjadi seperti ini dengan adanya 300 pekerja Yang dilaporkan terinfeksi Covid-19, kami mohon agar perusahaan tersebut pemerintah daerah melakukan evaluasi yang ketat," kata Wiku dalam konferensi pers di Istana Negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Butuh Rp 75 Triliun untuk Vaksin 170 Juta Masyarakat Indonesia

Butuh Rp 75 Triliun untuk Vaksin 170 Juta Masyarakat Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 14:06 WIB

Vaksin Corona Berbayar Ajang Pemerintah Cari Uang, Ini Kata Erick Thohir

Vaksin Corona Berbayar Ajang Pemerintah Cari Uang, Ini Kata Erick Thohir

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 13:11 WIB

Berapa Harga Vaksin Covid-19 Merah Putih Khusus Orang Kaya? Ini Kata Erick

Berapa Harga Vaksin Covid-19 Merah Putih Khusus Orang Kaya? Ini Kata Erick

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 13:10 WIB

Remehkan Covid-19 di Pasar Rebo Disuruh Masuk Peti Mati Tiru Mayat

Remehkan Covid-19 di Pasar Rebo Disuruh Masuk Peti Mati Tiru Mayat

News | Kamis, 03 September 2020 | 12:59 WIB

Reisa Ingatkan Kita: Mengulang Lagi Kalimat yang Sama, Sudah Terlalu Banyak

Reisa Ingatkan Kita: Mengulang Lagi Kalimat yang Sama, Sudah Terlalu Banyak

News | Kamis, 03 September 2020 | 12:51 WIB

Langgar Protokol Kesehatan, Hotel di Makassar Bakal Didenda Rp 25 Juta

Langgar Protokol Kesehatan, Hotel di Makassar Bakal Didenda Rp 25 Juta

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 09:46 WIB

Jubir Erick Thohir Ungkap Alasan Royke Tumilaar Digeser dari Mandiri ke BNI

Jubir Erick Thohir Ungkap Alasan Royke Tumilaar Digeser dari Mandiri ke BNI

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 09:10 WIB

Terkini

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:09 WIB