Suara.com - Harga emas kembali naik usai terus turun hampir sepekan terakhir. Faktornya karena aksi jual di pasar saham mendorong investor untuk mencari perlindungan di logam safe haven tersebut.
Mengutip CNBC, Rabu (9/9/2020) harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.936,87 dolar AS per ounce setelah jatuh sebanyaknya 1,2 persen menjadi 1.906,24 dolar AS per ounce.
Sedangkan emas berjangka patokan Amerika Serikat ditutup menguat 0,5 persen menjadi 1.943,20 dolar AS per ounce.
Pasar ekuitas global dan harga minyak jatuh setelah aksi jual tajam di saham teknologi, ketidakpastian Brexit dan kekhawatiran atas gejolak dalam kasus virus corona.
Penguatan emas terjadi meski Indeks Dolar (Indeks DXY) mencatatkan apresiasi, naik 0,7 persen terhadap saingannya.
Kini, investor menunggu pertemuan kebijakan ECB, sementara pertemuan Federal Reserve berikutnya dijadwalkan pekan depan.
Harga emas sudah melambung lebih dari 27 persen sepanjang tahun ini, setelah bank sentral secara global membanjiri pasar dengan stimulus luar biasa untuk mengimbangi kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona, karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Logam lainnya, perak turun 0,8 persen menjadi 26,78 dolar AS per ounce dan platinum naik 0,5 persen menjadi 903,33 dolar AS per ounce, sedangkan palladium melemah 0,6 persen menjadi 2.280,97 dolar AS per ounce.