Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Erick Thohir Minta Protokol Kesehatan Dijaga Ketat saat Pilkada Serentak

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 15 September 2020 | 11:45 WIB
Erick Thohir Minta Protokol Kesehatan Dijaga Ketat saat Pilkada Serentak
Menteri BUMN Erick Thohir. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengingatkan calon kepala daerah, KPU, dan Bawaslu agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat Pilkada Serentak 2020.

Menurutnya, meski Pilkada sukses tapi penanganan Covid-19 gagal, maka itu merupakan kegagalan kepala daerah dan calon kepala daerah.

"Kemarin operasi yustisi kita mengundang calon pemimpin daerah bersama KPU bawaslu kita buat statement sangat keras, Pilkada sukses penangan covid gagal adalah kegagalan juga bagi calon pemimpin daerah," ujar Erick dalam sebuah webinar, Selasa (15/9/2020).

Menteri BUMN ini menyebut, pihaknya tak mau Pilkada justru jadi sumber gelombang kedua penyebaran Covid-19. Sebab, kalau itu terjadi maka akan menyusahkan semua lini masyarakat.

"Makanya, buat merah jadi hijau ini jadi prioritas utama, sehingga ada tim task force baru," ucap Erick.

Dalam hal ini, Mantan Bos Klub Inter Milan ini membandingkan kasus positif, kematian, hingga tingkat kesembuhan Indonesia dengan negara lain.

Misalnya, dibanding Perancis, tingkat kesembuhan dan kematian Indonesia lebih baik.

"Perancis tingkat kesembuhannya 23,4 persen dan kematian 8 persen kasus aktif 68 persen. Jadi kalau kita bandingkan Indonesia dengan Perancis kita dalam kondisi yang baik. Di mana tingkat kesembuhan kita 71 persen, kematian sudah bisa ditekan di bawah 4 persen, kasus aktif sendiri 25 persen," ungkap Erick.

Namun Begitu, Erick menambahkan, meski masih lebih baik dibanding negara lain, pemerintah tetap harus terus menurunkan tingkat kematian hingga kasus positif harian.

"Kalau kita lihat rata-rata dunia, ada 71 persen dengan tingkat kematian 3 persen lalu kasus aktifnya 25 persen. Jadi kita lihat tren-tren ini mendekati tren dunia. Apakah harus terus ditingkatkan ya harus," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Pemulihan Ekonomi, KPCPEN Gelar Operasi Yustisi

Percepat Pemulihan Ekonomi, KPCPEN Gelar Operasi Yustisi

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 11:22 WIB

Waduh! Laki-laki di Sukoharjo Paling Abai Menerapkan Protokol Kesehatan

Waduh! Laki-laki di Sukoharjo Paling Abai Menerapkan Protokol Kesehatan

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2020 | 08:00 WIB

Polresta Tangerang Gelar Operasi Yustisi, Ini Sanksi dan 11 Titik Lokasinya

Polresta Tangerang Gelar Operasi Yustisi, Ini Sanksi dan 11 Titik Lokasinya

Jakarta | Senin, 14 September 2020 | 21:20 WIB

Terkini

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:17 WIB

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:12 WIB

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:06 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital

BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:02 WIB

Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram

Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:00 WIB

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB