Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Komandan Militer Libya Cabut Blokade, Harga Minyak Dunia Bergerak Variatif

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 21 September 2020 | 07:42 WIB
Komandan Militer Libya Cabut Blokade, Harga Minyak Dunia Bergerak Variatif
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak mentah bergerak variatif pada perdagangan akhir pekan lalu setelah seorang komandan milisi di Libya mengatakan blokade ekspor minyak di negara tersebut akan dicabut selama 1 bulan.

Sementara itu pelemahan pasar saham AS juga membebani minyak di pasar futures.

Tetapi minyak Brent dan WTI mencatat penguatan mingguan setelah Arab Saudi menekan sekutunya untuk tetap patuh pada kuota produksi. Badai Sally memangkas produksi AS dan Goldman Sachs memperkirakan defisit pasokan.

Mengutip CNBC, Senin (21/9/2020) harga minyak Brent turun 55 sen menjadi 42,75 dolar AS per barel, tetapi naik 7,4 persen untuk minggu ini.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate ditutup 14 sen atau 0,3 persen lebih tinggi pada harga 41,11 dolar AS per barel.

Harga jatuh pada hari Jumat setelah komandan Libya Timur Khalifa Haftar mengumumkan dia akan mencabut blokade produksi minyaknya selama satu bulan.

Blokade memangkas produksi Libya menjadi lebih dari 100.000 barel per hari sekarang dari sekitar 1,2 juta barel per hari sebelumnya.

Tidak jelas seberapa cepat Libya dapat meningkatkan produksi. Minyak berjangka juga mengikuti indeks saham AS, yang turun secara luas.

"Mentalitas risk-off dipercikkan ke minyak. Masih ada kekhawatiran permintaan akan semakin buruk," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago.

Namun, pada hari Kamis, panel kunci OPEC dan sekutunya mendesak kepatuhan yang lebih baik dengan pemotongan produksi minyak di tengah penurunan harga minyak mentah.

Pangeran Arab Saudi Abdulaziz bin Salman mengatakan, dalam sebuah pertemuan pada hari Kamis bahwa kelompok produsen OPEC+ dapat mengadakan pertemuan luar biasa pada bulan Oktober jika pasar minyak memburuk karena permintaan yang lemah dan meningkatnya kasus virus corona, menurut sumber OPEC+.

"Aliansi menunjukkan kekuatan dan meyakinkan pasar bahwa jika tindakan lebih lanjut diperlukan untuk mendisiplinkan sub-pelanggar dan menyeimbangkan pasar, itu akan dilakukan," kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak Rystad Energy.

Goldman Sachs memperkirakan defisit pasar sebesar 3 juta barel per hari pada kuartal keempat dan menegaskan kembali target harga Brent 49 dolar AS pada akhir tahun dan 65 dolar AS pada kuartal ketiga 2021.

UBS (Investment Banking dari Swiss) juga menunjukkan kemungkinan kekurangan pasokan. UBS memperkirakan Brent akan naik menjadi 45 dolar AS per barel pada kuartal keempat dan menjadi 55 dolar AS pada pertengahan 2021.

Di Teluk Meksiko, produsen AS mulai me-reboot rig setelah penutupan lima hari karena Badai Sally. Depresi tropis di bagian barat Teluk Meksiko dapat menjadi badai dalam beberapa hari mendatang, berpotensi mengancam lebih banyak fasilitas minyak.

Hitungan anjungan minyak AS, indikator awal produksi di masa depan, turun satu minggu ini menjadi 179, terendah sejak pertengahan Agustus, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai Sally Berlalu, Harga Minyak Dunia Meroket 2 Persen Lebih

Badai Sally Berlalu, Harga Minyak Dunia Meroket 2 Persen Lebih

Bisnis | Jum'at, 18 September 2020 | 07:58 WIB

Stok Menipis Imbas Badai Sally, Harga Minyak Meroket 4 Persen

Stok Menipis Imbas Badai Sally, Harga Minyak Meroket 4 Persen

Bisnis | Kamis, 17 September 2020 | 07:52 WIB

Badai di Amerika Dongkrak Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen

Badai di Amerika Dongkrak Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen

Bisnis | Rabu, 16 September 2020 | 07:23 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB