Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Stok Menipis Imbas Badai Sally, Harga Minyak Meroket 4 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 September 2020 | 07:52 WIB
Stok Menipis Imbas Badai Sally, Harga Minyak Meroket 4 Persen
Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak mentah dunia naik 4 persen imbas melonjaknya harga minyak yang menyusul penurunan stok minyak mentah dan bahan bakar AS, juga karena Badai Sally memaksa sebagian produksi lepas pantai Amerika untuk ditutup.

Mengutip CNBC, Kamis (17/9/2020) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat 1,69 dolar AS atau 4,2 persen menjadi 42,22 dolar AS per barel.

Sedangkan harga minyak mentah patokan Amerika Serikat West Texas Intermediate, meroket 1,88 dolar AS atau 4,9 persen menjadi 40,16 dolar AS per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun 4,4 juta barel, pekan lalu, menjadi 496 juta barel, tingkat terendah sejak April, menurut data Badan Informasi Energi Amerika, dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 1,3 juta barel.

Stok bahan bakar AS menyusut 400.000 barel, kata EIA, lebih dari dua kali lipat perkiraan untuk penarikan, sementara tingkat pemanfaatan pengilangan naik 4 poin persentase.

"Kenaikan kuat hari ini sebagian besar disebabkan oleh panduan minyak mentah yang bullish dari rilis EIA," kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates.

"Sebagian besar penurunan stok (minyak mentah) itu didorong oleh lonjakan yang tak terduga dalam aktivitas pengilangan AS yang dipimpin Gulf Coast," tambahnya.

Sally, yang membuat pendaratan di Pantai Teluk AS sebagai badai Kategori 2, juga meningkatkan harga minyak karena lebih dari seperempat produksi lepas pantai ditutup akibat badai tersebut.

Sekitar 500.000 barel per hari produksi minyak mentah lepas pantai dihentikan di Teluk Meksiko, menurut Departemen Dalam Negeri Amerika, kira-kira sepertiga dari penutupan yang disebabkan Badai Laura, yang mendarat lebih jauh ke barat, Agustus lalu.

Minyak jatuh ke posisi terendah dalam sejarah saat krisis virus korona menekan permintaan. Rekor pemangkasan pasokan oleh OPEC dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, dan pelonggaran lockdown membantu Brent pulih dari level terendah 21 tahun di bawah 16 dolar AS pada April.

Harga anjlok pada September, tertekan oleh meningkatnya kasus virus corona dan kekhawatiran tentang permintaan.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan Badan Energi Internasional sama-sama memangkas proyeksi permintaan mereka, pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai di Amerika Dongkrak Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen

Badai di Amerika Dongkrak Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen

Bisnis | Rabu, 16 September 2020 | 07:23 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Ambles Imbas Kekhawatiran Kondisi Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Ambles Imbas Kekhawatiran Kondisi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 07:33 WIB

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat di Tengah Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat di Tengah Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 07:29 WIB

Terkini

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:22 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB