Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Dokumen Penipuan HSBC Bocor, IHSG Rontok 1,03 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 22 September 2020 | 10:06 WIB
Dokumen Penipuan HSBC Bocor, IHSG Rontok 1,03 Persen
Seorang pewarta memotret layar yang menampilkan informasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Selasa (22/9/2020) dibuka anjlok cukup dalam, IHSG melemah 51 poin.

Sentimen negatif utama turunnya IHSG pada hari ini karena isu Hong Kong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) disebut-sebut terindikasi telah mengizinkan penipu mentransfer jutaan dolar di seluruh dunia bahkan setelah mengetahui penipuan tersebut, berdasarkan dokumen The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) Files.

Melansir data RTI, IHSG diawal pra perdagangan turun 51 poin ke level 4.947 atau melemah 1,03 persen. Setelah sempat dibuka tepat pukul 09:00 Wib, IHSG makin anjlok makin dalam ke level 4.937 atau melemah 1,23 persen.

Begitu juga dengan indeks LQ45 yang anjlok 13 poin atau 1 persen menuju level 754. Sebanyak 126 saham melemah, 27 saham menguat dan 65 saham belum ditransaksikan.

Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG diperkirakan akan melanjutkan kejatuhannya dalam perdagangan Selasa ini seiring pelemahan yang terjadi atas Indeks Dow Jones sebesar 1,84 persen akibat sentimen penemuan dokumen The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) Files, yang pada gilirannya merontokan saham perbankan serta jatuhnya EIDO 1,94 persen.

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari turunnya sebagian harga komoditas seperti minyak, emas, nikel, minyak kelapa sawit dan timah.

"Harapan satu-satunya datang dari komoditas batubara dengan menunjukkan taringnya setelah harganya menguat sebesar 2,44 persen (fokus terhadap saham MBAP, ADRO, ITMG, PTBA, HRUM)," kata Edwin dalam analisanya, Selasa (22/9/2020).

Dari sisi lain, mayoritas bursa saham di developed economies bergerak melemah. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan Senin kemarin.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 2,06 persen lalu indeks Shanghai dan Indeks Kospi masing-masing ditutup melemah sebesar 0,63 persen dan 0,95 persen.

Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar 1,84 persen di level 27,147 hal ini sejalan dengan pelemahan S&P 500 sebesar 1,16 persen.

Wall Street ditutup melemah dikarenakan skandal perbankan global aktivitas pencucian uang atau pengelolaan dana illegal, selain itu ditambah dengan perkembangan vaksin yang tertunda akibat AS harus berfokus pada penggantian Hakim Mahkamah Agung yang meninggal beberapa hari lalu untuk mengesahkan paket stimulus AS.

Dari pasar komoditi, harga emas melemah sebesar 2,13 persen harga minyak kelapa sawit melemah 2,00 persen dan harga Minyak mentah WTI Crude Oil melemah 4,38 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahannya Hari Ini

IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahannya Hari Ini

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 08:12 WIB

IHSG Awal Pekan Ini Menguat Tipis ke Level 5.061

IHSG Awal Pekan Ini Menguat Tipis ke Level 5.061

Bisnis | Senin, 21 September 2020 | 09:59 WIB

IHSG Awal Pekan Ini Diprediksi Dibuka Menguat ke Level 5.097

IHSG Awal Pekan Ini Diprediksi Dibuka Menguat ke Level 5.097

Bisnis | Senin, 21 September 2020 | 07:48 WIB

Terkini

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB