Sri Mulyani Hembuskan Sinyal Resesi, Nilai Tukar Rupiah Loyo

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 23 September 2020 | 09:48 WIB
Sri Mulyani Hembuskan Sinyal Resesi, Nilai Tukar Rupiah Loyo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu (23/9/2020) ini masih berpotensi melemah terhadap dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi, sentimen penguatan dolar AS masih terlihat di pasar keuangan pasca testimoni Gubernur Bank Sentral AS di hadapan Kongres yang mengungkapkan bahwa ekonomi masih penuh ketidakpastian.

Sehingga hal tersebut membuat rupiah berpotensi tertekan terhadap dolar AS hari ini.

Di sisi lain, dari dalam negeri, kepastian resesi juga bisa menjadi tekanan untuk rupiah hari ini.

"Rupiah berpotensi melemah dengan potensi Rp 14.750 - Rp 14.850," ujar Ariston dalam riset hariannya, Rabu (23/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Selasa Kemarin (22/9/2020) berada di level Rp 14.785 per dolar AS. Level itu melemah dibanding pergerakan Senin sebelumnya di level Rp 14.700 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Selasa kemarin berada di level Rp 14.782 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Senin sebelumnya yang di level Rp 14.723 per dolar AS.

Resesi sepertinya bakal melanda Indonesia, pemerintah menyebut perekonomian masih berat untuk bergerak dari pagebluk virus corona atau Covid-19. Alhasil, proyeksi pertumbuhan diturunkan kembali ke rentang -1,7 persen hingga -0,6 persen sepanjang tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, setidaknya ada 3 faktor pemberat yang membuat gerak ekonomi tak leluasa akibat pandemi Covid-19.

"Keseluruhan -1,7 hingga -0,6 persen. Kontribusi negatif terbesar (adalah) investasi, konsumsi dan ekspor," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita melalui video teleconference di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

baca juga

Padahal pada Agustus bulan lalu pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini berada direntang -1,1 persen hingga positif diangka 0,2 persen.

Penurunan outlook pertumbuhan ekonomi tahun ini antara lain disebabkan oleh kasus penambahan pasien Covid-19 yang terus meningkat tajam.

"Ini artinya negatif territory akan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal IV, yang kita upayakan bisa mendekati nol atau positif," jelas dia.

Ramalan ini juga sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga ekonomi dunia yang menyebut ekonomi Indonesia tahun ini bakal tumbuh negatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resesi, Sandiaga Uno: Fokus Penyelamatan Ekonomi Mestinya UMKM

Resesi, Sandiaga Uno: Fokus Penyelamatan Ekonomi Mestinya UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 04:35 WIB

Menperin dan Gaikindo Minta Pajak Otomotif Dihapus, Menkeu: Masih Dikaji

Menperin dan Gaikindo Minta Pajak Otomotif Dihapus, Menkeu: Masih Dikaji

Otomotif | Selasa, 22 September 2020 | 20:08 WIB

Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Gerus Ekonomi Global USD 8,8 Triliun

Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Gerus Ekonomi Global USD 8,8 Triliun

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 19:37 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×