“Untuk adik-adik seperjuangan yang saat ini masih menunggu, sampai sekarang belum diberikan kesempatan oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni, itu mereka masih menunggu. Saya mau bilang kalau kami diberikan kesempatan itu kami bisa. Kami mampu untuk menunjukkan kepada perusahaan bahwa kami siap untuk bekerja. Bukan hanya untuk tukang sapu, gali parit, atau segala macam,” pungkas pemuda asal Distrik Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat itu.