Harga Emas Antam Terbang Tinggi di Awal Pekan, Dibanderol Rp 1.968.000 per Gram

Achmad Fauzi

Senin, 16 Juni 2025 | 08:58 WIB
Harga Emas Antam Terbang Tinggi di Awal Pekan, Dibanderol Rp 1.968.000 per Gram
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 16 Juni 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp1.968.000 per gram.

Harga emas Antam itu melonjak sebesar Rp8.000 dibandingkan hari Minggu, 25 Mei 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.812.000 per gram.

Pegawai menata kepingan emas yang dijual di Kantor Pegadaian Cabang di Kota Bengkulu, Bengkulu, Rabu (9/4/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/tom]
Pegawai menata kepingan emas yang dijual di Kantor Pegadaian Cabang di Kota Bengkulu, Bengkulu, Rabu (9/4/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/tom]

Harga buyback itu juga ikut merangkak naik Rp8.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp1.034.000
  • Emas 1 Gram Rp1.968.000
  • Emas 2 gram Rp3.876.000
  • Emas 3 gram Rp5.789.000
  • Emas 5 gram Rp9.615.000
  • Emas 10 gram Rp19.175.000
  • Emas 25 gram Rp47.812.000
  • Emas 50 gram Rp95.545.000
  • Emas 100 gram Rp191.012.000
  • Emas 250 gram Rp477.265.000
  • Emas 500 gram Rp954.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp1.908.600.000

Harga Emas Dunia Ikut Melonjak

Harga emas dunia kembali menarik minat beli pelaku pasar dan melonjak mendekati USD 3.445 per troy ounce pada sesi awal perdagangan Asia, Senin (17/6/2025).

Seperti dilansir dari FXStreet, Kenaikan ini menandai level tertinggi emas dalam lebih dari satu bulan terakhir, didorong oleh dua faktor utama, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta spekulasi yang semakin menguat tentang potensi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Ketegangan yang terus memanas antara Israel dan Iran menjadi pendorong utama permintaan terhadap emas, yang dikenal sebagai aset safe haven dalam situasi krisis. Serangan Israel terhadap fasilitas strategis Iran selama akhir pekan telah menciptakan ketidakpastian pasar dan mendorong investor global untuk mencari perlindungan pada instrumen-instrumen yang lebih aman, termasuk logam mulia.

baca juga

"Serangan Israel terhadap target-target Iran menyebabkan sedikit ketakutan geopolitik di pasar. Harga akan tetap tinggi untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi, pembalasan oleh Iran," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Pemerintah Iran pun telah memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap langkah ofensif dari pihak Israel.

Selain ketegangan geopolitik, penguatan harga emas juga ditopang oleh spekulasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Meski data ekonomi AS yang dirilis pada Jumat lalu menunjukkan hasil positif, pasar tampaknya tetap fokus pada potensi pelonggaran suku bunga acuan oleh The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Data dari University of Michigan menunjukkan bahwa Indeks Sentimen Konsumen AS naik menjadi 60,5 pada bulan Juni, dari sebelumnya 52,2 dan melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan angka sebesar 53,5. Namun, optimisme konsumen tersebut tidak cukup untuk mengurangi keyakinan pasar bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25 persen hingga 4,50 persen dalam pertemuan kebijakan bulan Juni yang akan digelar Rabu ini. Namun demikian, proyeksi pasar menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga sebesar 0,25 persen bisa terjadi pada bulan September mendatang. Sebelumnya, pasar memperkirakan penurunan suku bunga berikutnya akan terjadi paling cepat pada bulan Desember.

Ilustrasi emas  (Unsplash)
Ilustrasi emas (Unsplash)

Ekspektasi terhadap pelonggaran moneter ini memberi dukungan tambahan pada harga emas. Ketika suku bunga turun, imbal hasil dari aset-aset berbunga seperti obligasi menjadi kurang menarik, sehingga mendorong investor untuk beralih ke aset non-yield seperti emas.

Secara historis, emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah karena biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga atau dividen menjadi lebih rendah. Selain itu, gejolak global biasanya memperkuat daya tarik logam mulia sebagai aset pelindung nilai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Serang Iran, Harga Emas Bisa Sentuh US$3.500

Israel Serang Iran, Harga Emas Bisa Sentuh US$3.500

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:23 WIB

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 08:02 WIB

Harga Emas Turun Tiga Hari Berturut-turut, Bisa Diborong Mumpung Murah!

Harga Emas Turun Tiga Hari Berturut-turut, Bisa Diborong Mumpung Murah!

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 08:35 WIB

Terkini

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 16:45 WIB

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 16:43 WIB

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan

Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:34 WIB

Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 16:33 WIB

Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 16:31 WIB

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Simpulkan Sutrimo Meninggal karena Sakit Jantung

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Simpulkan Sutrimo Meninggal karena Sakit Jantung

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

×