Lumbung Padi di Kalteng Jadi Lahan Percontohan dengan Teknologi Modern

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 13:24 WIB
Lumbung Padi di Kalteng Jadi Lahan Percontohan dengan Teknologi Modern
Mentan, Syahrul Yasin Limpo di Kalteng. (Dok : Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kawasan pengembangan lumbung pangan atau food estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dijadikan sebagai lahan percontohan yang menggunakan teknologi pertanian modern, sehingga budi daya pertaniannya berbeda dari cara tradisional.

Food estate ini juga merupakan bagian dari proyek penyediaan tambahan stok pangan nasional dan mengantisipasi dampak pandemik Covid-19

"Hari ini, Bapak Presiden hadir di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, untuk melihat progres pengerjaan food estate yang kita rencanakan hadir di Kalimantan Tengah,"ujarnya, saat diwawancarai usai mendampingi Presiden Jokowi meninjau food estate, di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Kamis(8/10/2020).

Mentan, Syahrul Yasin Limpo di Kalteng. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo di Kalteng. (Dok : Kementan)

Syahrul menambahkan, dalam pengembangan kawasan food estate, Kalteng akan dibangun model bisnis berbasis korporasi pertanian, yang mana akan dilakukan pengembangan lumbung pangan secara terintegrasi mencakup berbagai komoditas, seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura bahkan peternakan, di suatu kawasan.

"Presiden bahkan sedikit menekankan bahwa rakyat (petani), nantinya jangan jual gabah lagi, harus jual beras. Artinya, semua harus hilirisasi dan industrinya harus dirancang dengan baik," ujarnya.

Mentan mengatakan, dalam proyek lintas kementerian ini, penerapan mekanisasi dan teknologi pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian produktif dan meningkatkan produksi pertanian.

Kelompok-kelompok tani akan menggarap lahan seluas 100 hektare, sehingga nantinya lahan seluas 1000 hektare akan digarap oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) dan ada korporasi yang lebih besar lagi untuk 10.000 hektare.

"Begitu banyak koreksi selama di lapangan. Kami (lintas kementerian), secara serentak akan turun, tetapi pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Tengah serta para bupati, tentu akan menjadi utama dalam penanganan pangan yang ada," tutur Syahrul.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, pengembangan kawasan food estate Kalteng dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif untuk meningkatkan produk dan indeks pertanaman(IP).

baca juga

Komponen teknologi dengan sebutan "Rawa Intensif, Super dan Aktual" (Raisa)  menggunakan varietas unggul baru (VUB) potensi hasil tinggi, pengelolahan lahan, tata air mikro (TAM) pembenah tanah, pemupukan berimbang, pengendalian OPT terpadu dan mekanisasi pertanian .

"Food Estate merupakan budi daya yang multikomunitas. Para petani tidak hanya menanam padi, tapi bisa menanam komoditas lain, yakni hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Selain itu juga bisa menanam tanam jeruk dan pisang, yang bisa ditanam di pinggir sawah," kata Sarwo.

Ia menambahkan, pengembangan food estate di Kalteng dengan seluas 30.000 hektare akan digarap tahun ini,  yang mana 10.000 hektare berada di Kabupaten Pulang Pisau dan 20.000 hektare berada di Kabupaten Kapuas.

"Ini lahan intensifikasi, artinya jaringan irigasinya sudah baik, baik irigasi primer, sekunder maupun tersier. Itu kita optimalkan di 2020, seluas 30.000 hektare," ucap Sarwo.

Sarana alat mesin pertanian pun disediakan dengan total mencapai 1.232 unit, yang terdiri dari traktor roda 2, traktor roda 4 dan transplanter. Teknologi drone juga dihadirkan untuk menanam dengan sistem tabur.

Ketersediaan sarana produksi untuk 30.000 hektare pada tahun 2020 ini pun terpenuhi, yang terdiri dari dolomit 1 ton per hektare, herbisada 4 liter per hektare, pupuk hayati 4 liter per hektare, urea 200 kilogram per hektare, NPK 200 kilogram per hektare.

Ketersediaan benih pun tercukupi, meliputi benih padi, benih hortikultura (jeruk, kelengkeng, durian dan cabai), kelapa genjah, itik dan kandangnya.

"Dengan percontohan yang sudah kita buat ini, maka kita mendorong para petani untuk merubah mindset dari pola bertani tradisional ke pola bertani secara modern. Tentunya dengan menggunakan mekanisasi," tandas Sarwo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pastikan Proyek Lumbung Pangan Dimulai, Presiden Jokowi Kunjungi Kalteng

Pastikan Proyek Lumbung Pangan Dimulai, Presiden Jokowi Kunjungi Kalteng

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 11:33 WIB

Mentan : Masa Pandemi, Semua Lini harus Bergerak untuk Membantu

Mentan : Masa Pandemi, Semua Lini harus Bergerak untuk Membantu

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2020 | 15:31 WIB

Kementan Telah Salurkan Pupuk Subsidi Hingga 6,4 Juta Ton

Kementan Telah Salurkan Pupuk Subsidi Hingga 6,4 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:58 WIB

Kementan Sediakan Alsintan untuk Jadikan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Kementan Sediakan Alsintan untuk Jadikan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2020 | 13:11 WIB

Kondisi Alam Pulau Buru Dinilai Menjanjikan untuk Produktivitas Pertanian

Kondisi Alam Pulau Buru Dinilai Menjanjikan untuk Produktivitas Pertanian

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2020 | 11:05 WIB

Ada Rehabilitasi Irigasi di Bantul, Indeks Pertanaman Meningkat

Ada Rehabilitasi Irigasi di Bantul, Indeks Pertanaman Meningkat

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2020 | 12:37 WIB

Terkini

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 09:04 WIB

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

News | Senin, 21 September 2026 | 09:02 WIB

Kualitas Aset BRI Membaik, Sinyal Asing Bakal Borong BBRI Lagi?

Kualitas Aset BRI Membaik, Sinyal Asing Bakal Borong BBRI Lagi?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:59 WIB

Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ

Akses Suporter Terpisah, Pemkab Kediri Bangun Jalan Menuju Stadion GDJ

Jakarta | Senin, 21 September 2026 | 08:57 WIB

Arus Kencang Hambat ROV Basarnas Cari Korban di Dalam Bangkai KM Virgo Transport 8

Arus Kencang Hambat ROV Basarnas Cari Korban di Dalam Bangkai KM Virgo Transport 8

News | Senin, 21 September 2026 | 08:56 WIB

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

Asa Baru Pembiayaan Megapolitan, New York Siap Sokong Penerbitan Jakarta Bond

News | Senin, 21 September 2026 | 08:54 WIB

Animals Tayang 9 Oktober di Netflix, Ben Affleck Terjebak Kasus Penculikan

Animals Tayang 9 Oktober di Netflix, Ben Affleck Terjebak Kasus Penculikan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:50 WIB

DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 08:48 WIB

AS Tolak Bantu Arab Saudi Hadapi Gempuran Rudal Houthi

AS Tolak Bantu Arab Saudi Hadapi Gempuran Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:47 WIB

Lagi dan Lagi, Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Daring Gegara Kabut Asap

Lagi dan Lagi, Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Daring Gegara Kabut Asap

Riau | Senin, 21 September 2026 | 08:46 WIB

×