Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ion Plasmacluster Sharp Mampu Kurangi Virus Corona 91.3% dalam 30 Detik!

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:16 WIB
Ion Plasmacluster Sharp Mampu Kurangi Virus Corona 91.3% dalam 30 Detik!
Ion Plasmacluster. (Dok : Sharp)

Suara.com - Sejak akhir tahun lalu, dunia dikejutkan dengan merebaknya Novel Coronavirus (SARS-CoV-2), penyebab Covid-19. Setelah China, virus ini menyebar ke Eropa, Amerika, termasuk Asia.

Berdasarkan WorldoMeter, pada 26 Oktober 2020, kasus Covid-19 di dunia telah mencapai 43.346.266 dan telah menyebabkan 1.159.093 kematian di seluruh dunia. Di Indonesia, berdasarkan data dari covid19.go.id, Sabtu (24/10/2020), mencapai 385.980 kasus, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Indonesia sendiri berhadapan dengan virus ini di akhir Februari 2020. Setelah itu, jumlah penderita Covid-19 naik secara signifikan, menyusul negara-negara lain di berbagai belahan dunia yang juga mengalami hal yang sama.

Beberapa waktu lalu, di sebuah acara di Jenewa, Swiss, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, Virus Corona SARS-CoV-2 mampu hidup di udara (airborne). Hal ini berarti, manusia bisa terinfeksi Covid-19 jika menghirup udara yang terpapar virus tersebut.

Menggarisbawahi kesimpulan WHO tersebut, Sharp mengumumkan temuan barunya melalui sebuah acara webinar, yang diadakan belum lama ini. PT Sharp Electronics Indonesia  menyatakan, untuk pertama kalinya di dunia, teknologi Plasmacluster yang dimilikinya telah lolos uji dalam upaya menurunkan risiko penularan Covid-19 melalui udara.

“Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia,” ujar Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka.

Inovasi Sharp ini merupakan bagian dari kerja sama dengan sejumlah pakar dan ahli, yaitu Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular,  Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Profesor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang)  Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (yang juga anggota dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang).

Plasmacluster Kurangi 91.3 Persen Virus dalam 30 Detik

Untuk menguji kemampuannya melumpuhkan virus, Sharp telah beberapa kali melakukan serangkaian uji coba pada teknologi Plasmacluster. Dalam penelitian terbaru disimpulkan, ion Plasmacluster dapat menurunkan jumlah titer Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID19 yang melayang di udara (airborne) hingga 91.3 persen hanya dalam 30 detik (pengetesan dilakukan di dalam ruang uji khusus).

baca juga

Sejak tahun 2000, Sharp telah bekerja sama dengan tiga puluh  lembaga penelitian  independen di delapan negara dunia.

Lembaga-lembaga tersebut telah membuktikan secara klinis soal kemampuan Plasmacluster  dalam menekan aktivitas zat berbahaya, termasuk Virus Influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, dan alergen tungau, dan mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak penderita asma.

Penelitian-penelitian lanjutan pun sudah dilakukan. Pada tahun 2004, Sharp mampu membuktikan efektivitas teknologi Plasmacluster terhadap Virus Corona yang menyebar melalui kucing.

Pada tahun berikutnya, yaitu 2005,  Sharp kembali membuktikan efektivitas Plasmacluster terhadap virus asli SARS coronavirus (SARS-CoV), yang menyebabkan wabah  pada 2002-2003, yang secara genetik mirip dengan SARS-CoV-2. 

Teknologi Plasmacluster dari Sharp terbukti efektif mencegah virus dan kuman yang mampu mengotori udara, sehingga mampu menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat untuk makhluk hidup. Teknologi ini menghasilkan ion-ion positif dan negatif di alam.

Setelah menjernihkan udara, ion akan berubah menjadi partikel air dan kembali ke udara. Sharp selalu mengembangkan cara terbaru bagi Plasmacluster untuk memberi banyak keuntungan bagi masyarakat.

“Ke depan, Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi Plasmacluster guna menunjukkan keefektifan ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia,” ujar Hiromasa Okajima, SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager.

Untuk pasar Indonesia, saat ini Teknologi Plasmacluster sudah tertanam di produk AC, Air Purifier, Kulkas, dan Mite Catcher.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kegiatan Sosial Sharp di Tengah Pandemi Berbuah Manis

Kegiatan Sosial Sharp di Tengah Pandemi Berbuah Manis

Press Release | Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:48 WIB

Diklaim Bunuh Covid-19, Sharp Beber Hasil Penelitian Teknologi Plasmacuster

Diklaim Bunuh Covid-19, Sharp Beber Hasil Penelitian Teknologi Plasmacuster

Tekno | Rabu, 23 September 2020 | 14:38 WIB

Mercedes-Benz Terancam Tak Boleh Jual Mobil di Negara Asal, Kok Bisa?

Mercedes-Benz Terancam Tak Boleh Jual Mobil di Negara Asal, Kok Bisa?

Otomotif | Selasa, 15 September 2020 | 15:07 WIB

Si Ringan Sharp Aquos Zero 2, Nyaman Buat Bermain Game

Si Ringan Sharp Aquos Zero 2, Nyaman Buat Bermain Game

Tekno | Minggu, 13 September 2020 | 10:00 WIB

Masuk Pasar Laptop Indonesia, Sharp Luncurkan Dynabook Satellite Pro

Masuk Pasar Laptop Indonesia, Sharp Luncurkan Dynabook Satellite Pro

Tekno | Senin, 17 Agustus 2020 | 23:19 WIB

Sharp Indonesia Luncurkan Notebook Mulai Rp 9 Juta, Ini Spesifikasinya

Sharp Indonesia Luncurkan Notebook Mulai Rp 9 Juta, Ini Spesifikasinya

Tekno | Senin, 17 Agustus 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×