Lockdown Kembali Diterapkan, Harga Minyak Dunia Terus Anjlok

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 02 November 2020 | 08:01 WIB
Lockdown Kembali Diterapkan, Harga Minyak Dunia Terus Anjlok
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia turun lebih dari 3 persen pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin. Pelemahan pada perdagangan ini memperburuk penurunan karena adanya potensi lockdown.

Beberapa negara memang sudah menjalankan dan akan menjalankan kebijakan pengucian wilayah atau lockdown kembali. Langkah ini untuk menahan meluasnya penyebaran virus Corona Covid-19.

Situasi ini bertambah buruk ketika produsen minyak Libya justru berencana menambah kapasitas produksi di tengah minimnya permintaan.

Mengutip CNBC, Senin (2/11/2020) minyak Brent bercokol di level 37,46 dollar AS per barel, sedangkan WTI bertengger di level 35,79 dollar AS per barel.

Koreksi tersebut melanjutkan penurunan seminggu sebelumnya yang mencapai 2,7 persen dan 2,5 persen untuk kedua jenis minyak tersebut.

Meroketnya lonjakan kasus Covid-19 di seluruh Eropa, Prancis mengharuskan warga tinggal di rumah untuk semua aktivitas, kecuali yang penting, sementara Jerman akan menutup bar, restoran, dan teater mulai 2 November hingga akhir bulan.

Sementara itu, Organisasi Negara Ekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya akan memantau prospek permintaan yang memburuk itu dengan cermat.

OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC Plus, berencana memangkas pengurangan produksi pada Januari 2021 dari 7,7 juta barel per hari (bph) saat ini menjadi sekitar 5,7 juta bph.

OPEC Plus dijadwalkan bertemu pada 30 November dan 1 Desember untuk menetapkan kebijakan.

baca juga

Meningkatnya produksi minyak Libya juga membebani sentimen. Anggota OPEC itu memperkirakan produksi mencapai 1 juta bph dalam beberapa pekan ke depan, dua kali lipat dari level awal bulan ini.

Minyak awalnya rebound sedikit dari kerugian di perdagangan Asia, didorong technical support dan prospek pasokan jangka pendek yang lebih ketat karena Badai Zeta menghantam Louisiana.

Tetapi badai itu diperkirakan melemah pada Kamis pagi di Amerika Serikat, dan kembalinya produksi AS akan menambah kelebihan pasokan yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Kembali Lockdown, Liga Premier Dipastikan Tetap Bergulir

Inggris Kembali Lockdown, Liga Premier Dipastikan Tetap Bergulir

Video | Senin, 02 November 2020 | 07:30 WIB

Inggris Lockdown Nasional, Restoran dan Bar Tutup Tak Boleh Beroperasi

Inggris Lockdown Nasional, Restoran dan Bar Tutup Tak Boleh Beroperasi

Health | Minggu, 01 November 2020 | 15:38 WIB

Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Inggris Lockdown Lagi

Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Inggris Lockdown Lagi

News | Minggu, 01 November 2020 | 19:23 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×