Pasal-pasal di UU Cipta Kerja yang Disebut Merugikan Buruh

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 03 November 2020 | 13:51 WIB
Pasal-pasal di UU Cipta Kerja yang Disebut Merugikan Buruh
Demo buruh (Kolase foto/Suara.com/Ummi Hadyah Saleh/Angga Budhiyanto)

Padahal dalam UU No 13 Tahun 2003, PKWT atau karyawan kontrak batas waktu kontraknya dibatasi maksimal 5 tahun dan maksimal 3 periode kontrak.

Dengan demikian, setelah menjalani kontrak maksimal 5 tahun, maka karyawan kontrak mempunyai harapan diangkat menjadi karyawan tetap atau permanen apabila mempunyai kinerja yang baik dan perusahaan tetap berjalan. Tetapi UU 11 Tahun 2020 menghilangkan kesempatan dan harapan tersebut.

Pasal 66 soal Outsourcing

UU No 11 Tahun 2020 mengapus Pasal 64 dan 65 UU No 13 Tahun 2003. Selain itu, juga menghapus batasan 5 (lima) jenis pekerjaan yang terdapat di dalam Pasal 66 yang memperbolehkan penggunaan tenaga kerja outsourcing hanya untuk cleaning service, cattering, security, driver, dan jasa penunjang perminyakan.

Dengan tidak adanya batasan terhadap jenis pekerjaan yang boleh menggunakan tenaga outsourcing, maka semua jenis pekerjaan di dalam pekerjaan utama atau pekerjaan pokok dalam sebuah perusahaan bisa menggunakan karyawan outsourcing.

Hal ini mengesankan negara melegalkan tenaga kerja diperjual belikan oleh agen penyalur. Padahal di dunia internasional, outsourcing disebut dengan istilah modern slavery (perbudakan modern).

Dengan sistem kerja outsourcing, seorang buruh tidak lagi memiliki kejelasan terhadap upah, jaminan kesehatan, jaminan pensiun, dan kepastian pekerjaannya.

Karena dalam praktik, agen outsourcing sering berlepas tangan untuk bertanggungjawab terhadap masa depan pekerjanya.

Oleh karena itu, KSPI meminta penggunaan tenaga kerja outsourcing hanya dibatasi 5 jenis pekerjaan saja sebagaimana diatur dalam UU No 13 Tahun 2003.

baca juga

Pasal 156 soal Pesangon

UU No 11 tahun 2020 mengurangi nilai pesangon buruh, dari 32 bulan upah menjadi 25 upah (19 dibayar pengusaha dan 6 bulan melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan).

Hal ini jelas merugikan buruh Indonesia, karena nilai jaminan hari tua dan jaminan pensiun buruh Indonesia masih kecil dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN.

Pasal 155A soal PHK

Hal lainnya yang disoroti buruh dari UU No 11 Tahun 2020 adalah PHK menjadi mudah dengan hilangnya frasa “batal demi hukum” terhadap PHK yang belum ada penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Pasal 79 soal Cuti

Cuti panjang berpotensi hilang karena menggunakan frasa “dapat".

Pasal 77 soal Waktu Kerja

Jam kerja dalam penjelasan UU No 11 Tahun 2020 memberi peluang ketidakjelasan batas waktu kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah Diteken Jokowi, Daftar Lengkap Pasal-Pasal Janggal UU Cipta Kerja

Sah Diteken Jokowi, Daftar Lengkap Pasal-Pasal Janggal UU Cipta Kerja

News | Selasa, 03 November 2020 | 13:25 WIB

Masih Ingat Momen Jokowi Cium Tangan Bibit Waluyo? Jokowi Dibilang Bodoh

Masih Ingat Momen Jokowi Cium Tangan Bibit Waluyo? Jokowi Dibilang Bodoh

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2020 | 13:16 WIB

Diteken Jokowi, Fadjroel Rachman Klaim UU Cipta Kerja Buat Indonesia Maju

Diteken Jokowi, Fadjroel Rachman Klaim UU Cipta Kerja Buat Indonesia Maju

News | Selasa, 03 November 2020 | 12:28 WIB

Terkini

Tangis di Balik Pintu Kelas

Tangis di Balik Pintu Kelas

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Modal Restu Dukun Jarah 36 Lokasi di Surabaya, Maling Motor Keok Didor di Makam Rangkah

Modal Restu Dukun Jarah 36 Lokasi di Surabaya, Maling Motor Keok Didor di Makam Rangkah

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Thom Haye Out, Inikah Susunan Pemain Timnas Indonesia Paling Ideal Hadapi Bangladesh?

Thom Haye Out, Inikah Susunan Pemain Timnas Indonesia Paling Ideal Hadapi Bangladesh?

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:51 WIB

5 Film dan Serial Netflix yang Layak Masuk Daftar Tontonan Oktober 2026

5 Film dan Serial Netflix yang Layak Masuk Daftar Tontonan Oktober 2026

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Kapolri Baru Suyudi Dinilai Rawan Terseret Kepentingan Politik Presiden

Kapolri Baru Suyudi Dinilai Rawan Terseret Kepentingan Politik Presiden

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:48 WIB

AiMOGA Perusahaan Robotik Chery Group Kembangkan Kursi Roda dengan Fitur Navigasi Otomatis

AiMOGA Perusahaan Robotik Chery Group Kembangkan Kursi Roda dengan Fitur Navigasi Otomatis

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Merapat ke Istana Pakai Jas Lengkap, Menlu Sugiono Buka Suara Soal Isu Geser Jadi Menko PMK

Merapat ke Istana Pakai Jas Lengkap, Menlu Sugiono Buka Suara Soal Isu Geser Jadi Menko PMK

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:47 WIB

×