alexametrics

Tahun Depan Produk Asuransi Kesehatan akan Makin Diminati

Fabiola Febrinastri
Tahun Depan Produk Asuransi Kesehatan akan Makin Diminati

Peringkat pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh pengadaan hand sanitizer dan multivitamin.

Suara.com - Saat ini, kebutuhan masyarakat pada asuransi kesehatan dinilai sangat tinggi. Di masa pandemi Covid-19, atau bahkan saat vaksin sudah ditemukan pada 2021, minat masyarakat Indonesia terhadap produk-produk asuransi masih akan tinggi.

Pandemi Covid-19 telah membuka mata keluarga-keluarga Indonesia pada pentingnya kesehatan fisik dan higienitas. Mereka mulai sadar pada pentingnya asuransi kesehatan.

"Pandemi menjadi blessing in disguise bagi kalangan industri asuransi, karena justru membangun urgensi masyarakat untuk menggunakan jasa asuransi untuk melindungi diri dan keluarga," kata Yuswohady, Managing Partner Inventure, baru baru ini.

Saat ini, Inventure sedang menghadirkan webinar "Industry Outlook 2021 Consumer Megashift Post Covid- 19", di Jakarta, yang berlangsung selama pekan ini.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Membuat Penjualan Polis Asuransi Meningkat Pesat

Menurut Yuswohady, risiko hidup dan kesehatan yang tinggi mampu menciptakan kebutuhan pada proteksi asuransi, khususnya jiwa dan kesehatan, yang lebih besar. Survei yang dilakukan Inventure ke konsumen Indonesia, sebanyak 78,7 persen dari 629 responden berpendapat bahwa memiliki asuransi jiwa dan kesahatan menjadi hal yang sangat penting.

Tren ini dinilai mampu memberikan kesempatan bagi industri asuransi untuk memanfaatkan momentum, dengan mengedukasi masyarakat sebanyak-banyaknya tentang pentingnya investasi dalam hal proteksi diri, yaitu asuransi.

Prioritas Keluarga Bergeser
Pandemi disebut juga telah mampu menggeser gaya hidup masyarakat, yaitu stay at home. Hal ini berhubungan langsung dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, yang diprediksi akan terus dipertahankan, bahkan hingga vaksin Covid-19 telah diberikan secara massal.

Di lingkungan keluarga, menjaga kebersihan akan menjadi peraturan wajib, yang kemudian membentuk kebiasaan baru. Kebiasaan ini dilatarbelakangi pola pikir baru bahwa menjaga kesehatan diri sendiri adalah bentuk cinta kasih kepada keluarga.

Sebelum pandemi datang, jalan-jalan dan berbagai tindakan konsumtif lainnya (leisure economy) menjadi kebutuhan yang mendapatkan prioritas tinggi. Namun ketika wabah mendera, masyarakat kembali kepada kebutuhan dasar, terutama dalam hal kesehatan dan keselamatan jiwa.

Baca Juga: Begini Cara Klaim Asuransi Mobil yang Manjur

Menurut riset yang dilakukan Inventure, konsumsi terkait kesehatan meningkat selama pandemi. Peringkat pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh pengadaan hand sanitizer dan multivitamin.

Kebutuhan lain yang naik pesat dan sebelumnya tak pernah ada adalah aplikasi working from home, seperti Zoom. Pergeseran prioritas keluarga juga tercermin dari munculnya kebutuhan baru yang meningkat pesat terhadap frozen food.

Komentar