Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Data Penerima Bansos Diperbaharui, Banyak Nama-nama Baru

Fabiola Febrinastri

Minggu, 22 November 2020 | 17:35 WIB
Data Penerima Bansos Diperbaharui, Banyak Nama-nama Baru
Mensos, Juliari Batubara. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah gencar memperbaharui data penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara minta para  koordinator pendamping Program Keluarga Harapan untuk memasukkan nama-nama baru yang berhak menerima bansos.

“Ada yang mengatakan, penerima PKH tergantung dari Kemensos. Padahal tidak begitu. Data penerima bantuan diproses dari desa/kelurahan, termasuk dicek oleh pendamping PKH. Baru naik secara berjenjang, kemudian disahkan oleh Kemensos,” katanya, di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Juliari mengaku mendapat kritikan sekaligus masukan, ada penerima yang 8-10 tahun terus-menerus menerima PKH. 

Pesan ini diulang Juliari hari ini, setelah dalam beberapa waktu disampaikannya dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam pertemuan dengan pendamping PKH di Pemalang dan Purbalingga. Ia menyadari peran penting pendamping PKH sejalan dengan proses berjenjanjang dalam pemutakhiran data.

Juliari menantang mereka untuk berani mengganti nama-nama penerima PKH yang sudah terlalu lama menerima bantuan. Ia yakin, masih banyak masyarakat yang juga layak menerima bantuan, namun terhalang karena masih bertahannya nama-nama lama.

Bila hal ini tidak segera diatasi, maka ada rasa keadilan tidak terpenuhi.

“Apakah pendamping berani mengganti nama-nama itu? Apa berani? Wah, yang bilang ‘berani’ hanya beberapa saja. Harus berani ya! Kalau tidak berani, koordinator PKH yang kita ganti,” katanya, dalam Koordinasi Teknis Peningkatan SDM PKH di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu, Juliari juga menyatakan mendengar bahwa antara pendamping dan penerima manfaat PKH sudah terjalin hubungan erat, sehingga sulit mengganti nama-nama yang sudah lama menerima bantuan.

“Saya dengar begitu, harus berani ya. Karena itu kan tugas mulia. Memperjuangkan mereka yang harusnya berhak mendapat bantuan, itu tugas mulia,” katanya.

baca juga

Juliari mengapresiasi kinerja pendamping PKH, yang selama ini sudah bekerja sangat baik. Ia menegaskan bahwa pendamping PKH adalah ujung tombak dari PKH, dan pendamping yang mengimplementasikan PKH di lapangan.

“Saya mengajak teman-teman pendamping PKH, yang selama ini sudah berkinerja sangat baik,” katanya.

Pada kegiatan tersebut, Juliari juga memberikan penghargaan kepada pendamping yang berprestasi menghantarkan KPM PKH, sehingga banyak yang graduasi.

“Tadi juga kita sudah memberikan apresiasi penghargaan, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya ke seluruh pendamping PKH di Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

“Ketika kunjungan daerah, lanjutnya, saya selalu minta kesempatan untuk berdialog dengan pendamping, karena kalian adalah ujung tombak dari PKH. Tanpa kalian PKH hanya presentasi saja. Kalianlah yang mengimplementasikan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Pepen Nazaruddin mengatakan, target graduasi secara nasional adalah satu juta KPM PKH, yang pada November telah mencapai 979.461 KPM.

Jateng telah menggraduasi 230.085 KPM.

“Kabupaten Purbalingga menggraduasi5.390 KPM, sementara Kabupaten Pemalang menggraduasi 6.277 KPM,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos RI Salurkan Sembako Senilai Rp 900 Juta di Lampung

Kemensos RI Salurkan Sembako Senilai Rp 900 Juta di Lampung

News | Jum'at, 20 November 2020 | 21:16 WIB

Jika Belum Dapat Bantuan Sosial, Masyarakat Sebaiknya Lakukan Ini...

Jika Belum Dapat Bantuan Sosial, Masyarakat Sebaiknya Lakukan Ini...

Bisnis | Jum'at, 20 November 2020 | 14:32 WIB

DPR Minta Bantuan PKH Disalurkan Bulanan, Bukan per Tiga Bulan

DPR Minta Bantuan PKH Disalurkan Bulanan, Bukan per Tiga Bulan

Bisnis | Jum'at, 20 November 2020 | 14:14 WIB

Kemensos Launching Ruang Berkarya bagi Disabilitas

Kemensos Launching Ruang Berkarya bagi Disabilitas

News | Rabu, 18 November 2020 | 14:26 WIB

Kemensos Beri Award Bagi Badan Usaha yang Peduli Sosial

Kemensos Beri Award Bagi Badan Usaha yang Peduli Sosial

News | Rabu, 18 November 2020 | 09:41 WIB

Grace Batubara Kunjungi Istri-istri TNI dan Serahkan Bantuan Sosial

Grace Batubara Kunjungi Istri-istri TNI dan Serahkan Bantuan Sosial

Bisnis | Selasa, 17 November 2020 | 17:58 WIB

Terkini

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

Satu Terbang dari Sarang Burung Kukuk:Perjuangan Kebebasan di Balik Rumah Sakit Jiwa

Satu Terbang dari Sarang Burung Kukuk:Perjuangan Kebebasan di Balik Rumah Sakit Jiwa

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×