Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BUMN Perlu Dikawal Agar Tetap Tumbuh Usai Diterpa Pandemi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 30 November 2020 | 09:42 WIB
BUMN Perlu Dikawal Agar Tetap Tumbuh Usai Diterpa Pandemi
Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir

Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dituntut untuk melakukan perubahan, seiring dengan kemajuan teknologi. Dalam kenyataannya, tuntutan tersebut mampu mempengaruhi kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi atau ekspansi bisnis.

Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan, Tanri Abeng, menuturkan bahwa kebijakan strategis saat ini menjadi hal yang sangat penting.

Pasalnya, pilihan kebijakan strategis dari pimpinan BUMN bisa mengantarkan korporasi untuk terus tumbuh dan berkembang.

“Tidak ada bisnis yang bisa berjalan dengan baik tanpa manajemen yang baik. Saya berpesan kepada Menteri BUMN, agar pertama-tama harus terus membina dan mengembangkan, dan kalau perlu cari tenaga-tenaga yang terbaik untuk menjadi direksi di BUMN,” ucap Tanri Abeng, ditulis Senin (30/11/2020).

Ia mengimbau, agar jajaran direksi di perusahaan BUMN untuk terus meningkatkan kompentensi profesional dan integritas. Tak kalah pentingnya, direksi juga mesti memperhatikan sumber daya dan talenta yang ada.

“BUMN sekarang sudah berkembang begitu pesat, itu tidak bisa berjalan tanpa dukungan dari manajemen yang kuat. Saya juga harapkan agar dewan komisaris diberdayakan. Perlu pemberdayaan dewan komisaris, karena BUMN kita ini perlu dikawal, harus ada tugas monitoring dari dewan komisaris,” tambahnya.

Tentunya untuk tumbuh dan berkembang, lanjut Tanri Abeng, BUMN harus memiliki kesehatan keuangan. Pada saat seperti ini (pandemi COVID-19), perhatian terhadap cashflow adalah kunci keberlanjutan.

“BUMN kita akan tetap mendapat tantangan, tetapi peluangnya juga masih cukup cemerlang. Kita telah mengikuti bahwa Menteri BUMN yang ke-9, Bapak Erick Thohir, telah melakukan gebrakan-gebrakan untuk memajukan BUMN kita, baik itu berupa fokus bisnisnya, penguatan terhadap subholding, ini langkah-langkah yang perlu kita dukung,” tandas Tanri Abeng.

Founder dan Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad mengatakan, kalau selama ini BUMN telah membuat banyak terobosan di bawah pimpinan Menteri Erick Thohir.

“Gebrakan dan terobosan efisiensi struktur organisasi BUMN. Di lain pihak, berusaha agar mengkaitkan BUMN dengan UMKM. Ini sebuah langkah terobosan yang bagus,” tuturnya.

Wakil Ketua MPR itu memandang, kontribusi BUMN untuk menunjang pendapatan negara di tahun 2019 lalu sudah cukup besar. Hanya saja, diprediksi sumbangsih tersebut mengalami penurunan di tahun 2020 ini, mengingat adanya pandemi COVID-19.

“Tetapi secara keseluruhan, dengan adanya perubahan-perubahan struktur dan sebagainya, kita beranggapan bahwa BUMN ini sedang memasuki fase perbaikan dan akan terus lebih baik pada masa yang akan datang,” singkatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta BUMN Ikut Kembangkan Pariwisata, Luhut: Ancam Saja Pak Erick Thohir

Minta BUMN Ikut Kembangkan Pariwisata, Luhut: Ancam Saja Pak Erick Thohir

Riau | Jum'at, 27 November 2020 | 14:39 WIB

Kelakar Luhut ke Erick: Jangan Kurangi Dana Pariwisata, Nanti Disantet

Kelakar Luhut ke Erick: Jangan Kurangi Dana Pariwisata, Nanti Disantet

Bisnis | Jum'at, 27 November 2020 | 14:33 WIB

Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir: Kerahasiaan Data Pribadi Kami Jaga

Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir: Kerahasiaan Data Pribadi Kami Jaga

Jabar | Selasa, 24 November 2020 | 17:32 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB