Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

Ahok Tak Sejalan dengan Presiden Jokowi soal Penyerapan Minyak Mentah

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 03 Desember 2020 | 08:55 WIB
Ahok Tak Sejalan dengan Presiden Jokowi soal Penyerapan Minyak Mentah
Jokowi dan Ahok ketika meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). (Twitter/@jokowi)

Suara.com - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merasa keberatan dengan kebijakan di sektor minyak dan gas (Migas) pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai kewajiban Pertamina untuk menyerap minyak produksi dalam negeri justru memberatkan perusahaan.

Adapun kewajiban tersebut, tertuang dalam aturan Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018.

"Dengan rendah hati, saya ingin minta dukungan pemerintah, SKK Migas, dan Menteri Keuangan soal aturan penyerapan minyak mentah," ujar Ahok dalam acara International Oil and Gas Convention 2020 yang ditulis, Kamis (3/12/2020).

Keberatan itu dikarenakan minyak mentah dari domestik yang diserap Pertamina tak semuanya bisa diolah. Sehingga, hal ini bisa menimbulkan kerugian bagi Pertamina.

"Regulasi yang ada tidak memungkinkan untuk kami bisa mengolah dan memfilter mana minyak mentah yang memang bisa diolah mana yang sebenarnya tidak bisa diolah," ucap Ahok.

Untuk diketahui, kebijakan ini diambil pemerintahan Jokowi agar bisa menekan impor BBM yang masih tinggi. Impor BBM ini merupakan salah satu penyumbang terbesar pada defisit neraca perdagangan kala aturan itu dibuat.

Dalam aturan ini, volume yang wajib dijual kontraktor ke Pertamina sebesar 225 ribu barel per hari (bph) dari jumlah produksi minyak mentah nasional.

Sementara, jumlah produksi minyak mentah nasional saat ini mencapai 775 ribu bph, yang mana sebanyak 550 ribu bph merupakan bagian pemerintah dan Pertamina.

Sebelumnya, Ahok menilai berbeda dua kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang Minyak dan Gas (Migas).

Dua kebijakan itu adalah program biodiesel 30 persen atau B30 dan gasifikasi batu bara.

Ahok melihat, dua kebijakan itu justru membebankan pemerintah. Pada program B30 jelasnya, seharusnya minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) tak semua digunakan untuk bahan bakar Biodiefel atau FAME.

CPO, kata Ahok, sebagian bisa diekspor untuk mengurangi defisit anggaran pemerintah.

"FAME itu bisa mengurangi defisit. Harusnya, saat harga CPO lebih tinggi dari minyak mentah, akan lebih baik diekspor, karena tidak ada gunanya produksi very high untuk FAME," ujar Ahok dalam acara acara International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas, Rabu (2/12/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Serahkan Nama 18 Calon Anggota Ombudsman ke DPR, Ini Daftarnya

Jokowi Serahkan Nama 18 Calon Anggota Ombudsman ke DPR, Ini Daftarnya

News | Rabu, 02 Desember 2020 | 22:39 WIB

Pakai Cara China Awasi Pertamina, Ahok: Cuan, Cengli, dan Cincai

Pakai Cara China Awasi Pertamina, Ahok: Cuan, Cengli, dan Cincai

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 19:44 WIB

Rocky Gerung Sindir Jokowi di Reuni 212: Dia Tutup Mata dari Ketidakadilan

Rocky Gerung Sindir Jokowi di Reuni 212: Dia Tutup Mata dari Ketidakadilan

News | Rabu, 02 Desember 2020 | 19:41 WIB

Terkini

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 16:05 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 14:10 WIB

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 13:34 WIB

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 12:34 WIB

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:56 WIB

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:55 WIB