Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

UMKM the Kilisuci, Mengusung Kain Tradisional Kembali ke Pentas Global

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 07 Desember 2020 | 09:45 WIB
UMKM the Kilisuci, Mengusung Kain Tradisional Kembali ke Pentas Global
Antrean penerima bansos di bank milik pemerintah, Kamis (22/10/2020). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Suara.com - Simfoni dan harmoni menjadi jiwa atau sukma yang menghidupi perjalanan The Kilisuci sejak berdiri pada awal 2010 hingga berkembang dan kini harus menghadapi gelombang pandemi Covid-19. Menjadi pebisnis, sejatinya bukan melulu soal untung dan rugi. Melainkan harus ada filosofi yang mendasarinya.

Ada nilai-nilai yang selalu dijadikan pegangan saat berjalan di dunia yang penuh tantangan. Menjaga warisan, melanggengkan tradisi dan menjadi penyeimbang untuk menjaga keberlangsungan alam. Nilai-nilai itulah yang selalu menjadi pegangan bagi Inin Shilviana Nurul Hadi dalam mengembangkan The Kilisuci, UMKM fesyen unik asal Yogyakarta.

Hal itu pula yang akhirnya memantapkan hati Inin untuk mengembangkan produk fesyen berbahan dasar prodo dansurjan, dua jenis kain tradisional di Tanah Jawa, yang dari segi pamor masih kalah dibandingkan dengan batik.

Prodo dengan kemewahan serta citarasa resmi yang melekatdengannya membuat jenis kain ini hanya memiliki pangsa pasar yang sangat terbatas. Sulit menemukan prodo digunakan oleh banyak pihak.

"Keberadaannya (prodo) bagaikan hidup segan mati tak mampu. Di sini saya melihat ada tantangan sekaligus kewajiban untuk melestarikan kain prodo ini," ujar Inin membuka perbincangan. Panggilan hati untuk melanggengkan warisan budaya itulah yang menggerakan Inin untukmendirikan Kilisuci yang fokus pada pembuatan busanaberbahan dasar kain prodo.

Namun berbalik kondisi dengan prodo, kain surjan justru hidup abadi. Keberadaannya telah melampaui rentang waktu 500 tahun. Hanya saja, keabadian itu justru tidak mengangkatpamor surjan.

"Karena itu kami di The Kilisuci memikirkan bagaimana kami bisa berkontribusi untuk melanggengkan kain prodo dan kain surjan ini di kalangan masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia," katanya. Dari tangan Inin, kain prodo dan surjan pun menjelma menjadi busana-busana cantik, berkelas dan dapat digunakan secara luas. 

Pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan tersendiri bagibanyak pelaku usaha UMKM. Tidak terkecuali bagi The Kilisuci.

Usaha fesyen yang telah dirintis selama 10 tahun punbabak belur. Apalagi, produk fesyen The Kilisuci bergulat di segmen formal seperti pakaian pengantin, jas, kemeja, juga beragam atasan untuk kegiatan resmi. Bagi The Kilisuci, dampak pandemi membuat permintaan bagi gaun dan baju-baju resmi merosot drastis.

baca juga

"Untuk lini fesyen, praktis tidak ada pesanan," kata Inin. Akibatnya, Inin mau tidak mau harus memangkas jumlah pegawai, bahkan dengan berat hati merumahkan pekerja. Dari 17 pegawai, kini The Kilisuci hanya ditopang oleh 4-5 pegawai.

Di situasi sulit akibat pandemi, Inin mengaku mendapat keringanan berupa relaksasi pembayaran pinjaman dari BRI. Berkat adanya kebijakan relaksasi, The Kilisuci yang telah menjadi debitur BRI sejak 2014 berkesempatan mendapat keringanan berupa penundaan pembayaran cicilan untuk fasilitas pinjamannya.

Berharap pandemi segera selesai, The Kilisuci optimis untuk kembali membidik pangsa pasar di luar negeri dengan mengikuti pameran BRI UMKM Expo[rt] Brilianpreneur 2020 yang diadakan  pada  1 - 15 Desember ini, dengan  puncak acara yang  akan berlangsung pada 10 - 13  Desember  2020.  

Pameran  ini  menjadi  kontribusi  BRI  untuk  mengusung UMKM Indonesia di pentas dunia. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, produk The Kilisuci pernah merambah hingga pasar China dan Aljazair. Tahun  2020 juga seharusnya menjadi momentum bagi The Kilisuci untuk mengembangkan sayap hingga ke daratan Afrika dan ikut pameran di Nigeria, namun karena pandemi, seluruh rencana itu terpaksa ditunda.

Inin menyadari, pandemi justru menjadi tantangan sekaligus pemicu usaha untuk tetap kreatif. Di saat lini fesyen yangbertopang pada busana berbahan dasar kain prodo dan surjantergerus, Inin justru menggenjot lini aksesoris yang berasal dari limbah atau sisaan bahan kain utama. Sebut saja topi, kalung, hingga gantungan kunci.

Bahkan tren penerapan protokol kesehatan pun dilihat sebagai peluang untuk memasarkan produk baru yakni masker. Tidak cukup sampai di masker, Inin juga menggarap peluang baru dengan memproduksi pakaian-pakaian khusus kesehatan.

"Ini yang masih ada pesanan hingga kini dan menggerakkan produksi kami. Ditambah aksesoris. Kalau yang [busana berbahan dasar] prodo dan surjan untuk sementara ya praktis berhenti. Kami berharap pandemi segera selesai dan situasi jadi lebih baik," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha : UMKM di Era Digital harus Melek Desain dan Brand

Pengusaha : UMKM di Era Digital harus Melek Desain dan Brand

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 09:43 WIB

BRI Data Hackathon 2021 Dorong Transformasi Digital dan Literasi Data

BRI Data Hackathon 2021 Dorong Transformasi Digital dan Literasi Data

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 09:26 WIB

Kampung Coklat UMKM Binaan BRI dari Blitar Menuju Global

Kampung Coklat UMKM Binaan BRI dari Blitar Menuju Global

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 09:23 WIB

10 Desa di Indonesia Menang Program Desa BRILian 2020 dari BRI

10 Desa di Indonesia Menang Program Desa BRILian 2020 dari BRI

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 18:47 WIB

Dana Ventura Sembrani Nusantara Investasi pada Produk Minuman Lokal

Dana Ventura Sembrani Nusantara Investasi pada Produk Minuman Lokal

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 14:47 WIB

Tingkatkan Penetrasi Bisnis Pembiayaan, BRI Gandeng BRI Ventures

Tingkatkan Penetrasi Bisnis Pembiayaan, BRI Gandeng BRI Ventures

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 08:03 WIB

Terkini

3 Laptop Budget Rp5 Jutaan RAM 8 GB Cocok untuk Mahasiswa, Ringan dan Anti Lemot

3 Laptop Budget Rp5 Jutaan RAM 8 GB Cocok untuk Mahasiswa, Ringan dan Anti Lemot

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:28 WIB

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:27 WIB

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:26 WIB

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:24 WIB

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:22 WIB

D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies

D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:18 WIB

Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami

Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:16 WIB

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:14 WIB

Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya

Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya

Sumut | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:10 WIB

'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?

'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:09 WIB

×