Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

UMKM the Kilisuci, Mengusung Kain Tradisional Kembali ke Pentas Global

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 07 Desember 2020 | 09:45 WIB
UMKM the Kilisuci, Mengusung Kain Tradisional Kembali ke Pentas Global
Antrean penerima bansos di bank milik pemerintah, Kamis (22/10/2020). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Suara.com - Simfoni dan harmoni menjadi jiwa atau sukma yang menghidupi perjalanan The Kilisuci sejak berdiri pada awal 2010 hingga berkembang dan kini harus menghadapi gelombang pandemi Covid-19. Menjadi pebisnis, sejatinya bukan melulu soal untung dan rugi. Melainkan harus ada filosofi yang mendasarinya.

Ada nilai-nilai yang selalu dijadikan pegangan saat berjalan di dunia yang penuh tantangan. Menjaga warisan, melanggengkan tradisi dan menjadi penyeimbang untuk menjaga keberlangsungan alam. Nilai-nilai itulah yang selalu menjadi pegangan bagi Inin Shilviana Nurul Hadi dalam mengembangkan The Kilisuci, UMKM fesyen unik asal Yogyakarta.

Hal itu pula yang akhirnya memantapkan hati Inin untuk mengembangkan produk fesyen berbahan dasar prodo dansurjan, dua jenis kain tradisional di Tanah Jawa, yang dari segi pamor masih kalah dibandingkan dengan batik.

Prodo dengan kemewahan serta citarasa resmi yang melekatdengannya membuat jenis kain ini hanya memiliki pangsa pasar yang sangat terbatas. Sulit menemukan prodo digunakan oleh banyak pihak.

"Keberadaannya (prodo) bagaikan hidup segan mati tak mampu. Di sini saya melihat ada tantangan sekaligus kewajiban untuk melestarikan kain prodo ini," ujar Inin membuka perbincangan. Panggilan hati untuk melanggengkan warisan budaya itulah yang menggerakan Inin untukmendirikan Kilisuci yang fokus pada pembuatan busanaberbahan dasar kain prodo.

Namun berbalik kondisi dengan prodo, kain surjan justru hidup abadi. Keberadaannya telah melampaui rentang waktu 500 tahun. Hanya saja, keabadian itu justru tidak mengangkatpamor surjan.

"Karena itu kami di The Kilisuci memikirkan bagaimana kami bisa berkontribusi untuk melanggengkan kain prodo dan kain surjan ini di kalangan masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia," katanya. Dari tangan Inin, kain prodo dan surjan pun menjelma menjadi busana-busana cantik, berkelas dan dapat digunakan secara luas. 

Pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan tersendiri bagibanyak pelaku usaha UMKM. Tidak terkecuali bagi The Kilisuci.

Usaha fesyen yang telah dirintis selama 10 tahun punbabak belur. Apalagi, produk fesyen The Kilisuci bergulat di segmen formal seperti pakaian pengantin, jas, kemeja, juga beragam atasan untuk kegiatan resmi. Bagi The Kilisuci, dampak pandemi membuat permintaan bagi gaun dan baju-baju resmi merosot drastis.

"Untuk lini fesyen, praktis tidak ada pesanan," kata Inin. Akibatnya, Inin mau tidak mau harus memangkas jumlah pegawai, bahkan dengan berat hati merumahkan pekerja. Dari 17 pegawai, kini The Kilisuci hanya ditopang oleh 4-5 pegawai.

Di situasi sulit akibat pandemi, Inin mengaku mendapat keringanan berupa relaksasi pembayaran pinjaman dari BRI. Berkat adanya kebijakan relaksasi, The Kilisuci yang telah menjadi debitur BRI sejak 2014 berkesempatan mendapat keringanan berupa penundaan pembayaran cicilan untuk fasilitas pinjamannya.

Berharap pandemi segera selesai, The Kilisuci optimis untuk kembali membidik pangsa pasar di luar negeri dengan mengikuti pameran BRI UMKM Expo[rt] Brilianpreneur 2020 yang diadakan  pada  1 - 15 Desember ini, dengan  puncak acara yang  akan berlangsung pada 10 - 13  Desember  2020.  

Pameran  ini  menjadi  kontribusi  BRI  untuk  mengusung UMKM Indonesia di pentas dunia. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, produk The Kilisuci pernah merambah hingga pasar China dan Aljazair. Tahun  2020 juga seharusnya menjadi momentum bagi The Kilisuci untuk mengembangkan sayap hingga ke daratan Afrika dan ikut pameran di Nigeria, namun karena pandemi, seluruh rencana itu terpaksa ditunda.

Inin menyadari, pandemi justru menjadi tantangan sekaligus pemicu usaha untuk tetap kreatif. Di saat lini fesyen yangbertopang pada busana berbahan dasar kain prodo dan surjantergerus, Inin justru menggenjot lini aksesoris yang berasal dari limbah atau sisaan bahan kain utama. Sebut saja topi, kalung, hingga gantungan kunci.

Bahkan tren penerapan protokol kesehatan pun dilihat sebagai peluang untuk memasarkan produk baru yakni masker. Tidak cukup sampai di masker, Inin juga menggarap peluang baru dengan memproduksi pakaian-pakaian khusus kesehatan.

"Ini yang masih ada pesanan hingga kini dan menggerakkan produksi kami. Ditambah aksesoris. Kalau yang [busana berbahan dasar] prodo dan surjan untuk sementara ya praktis berhenti. Kami berharap pandemi segera selesai dan situasi jadi lebih baik," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha : UMKM di Era Digital harus Melek Desain dan Brand

Pengusaha : UMKM di Era Digital harus Melek Desain dan Brand

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 09:43 WIB

BRI Data Hackathon 2021 Dorong Transformasi Digital dan Literasi Data

BRI Data Hackathon 2021 Dorong Transformasi Digital dan Literasi Data

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 09:26 WIB

Kampung Coklat UMKM Binaan BRI dari Blitar Menuju Global

Kampung Coklat UMKM Binaan BRI dari Blitar Menuju Global

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 09:23 WIB

10 Desa di Indonesia Menang Program Desa BRILian 2020 dari BRI

10 Desa di Indonesia Menang Program Desa BRILian 2020 dari BRI

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 18:47 WIB

Dana Ventura Sembrani Nusantara Investasi pada Produk Minuman Lokal

Dana Ventura Sembrani Nusantara Investasi pada Produk Minuman Lokal

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 14:47 WIB

Tingkatkan Penetrasi Bisnis Pembiayaan, BRI Gandeng BRI Ventures

Tingkatkan Penetrasi Bisnis Pembiayaan, BRI Gandeng BRI Ventures

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 08:03 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:52 WIB

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:19 WIB

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:05 WIB

Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah

Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:54 WIB

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:41 WIB

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB