Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Vaksin Masuk RI, Pengusaha Optimis Ekonomi Rebound di 2021

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 10 Desember 2020 | 18:34 WIB
Vaksin Masuk RI, Pengusaha Optimis Ekonomi Rebound di 2021
Ilustrasi Pemulihan Ekonomi Nasional (shutterstock)

Suara.com - Tahun 2021 diyakini sebagai momentum untuk pemulihan ekonomi Indonesia setelah terpuruk sepanjang 2020, akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Keberadaan vaksin yang sudah memasuki tahap uji klinis dan mulai menunjukkan titik terang menjadi alasan munculnya optimisme recovery bisnis.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Fernando Repi optimis tahun depan sektor ritel akan rebound di akhir semester pertama 2021.

"Tahun 2021 mungkin di akhir semester pertama sudah bisa kembali pulih bisnis ritel karena di tahun 2020 kami terdampak hampir 80 persen,” ujar Fernando dalam acara Markplus Conference yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Ia memperkirakan full recovery akan terjadi dua sampai tiga tahun mendatang.

Total perkiraan penjualan ritel modern hingga akhir tahun 2020 baru mencapai 30 – 40 persen menuju normal, sehingga sambil menunggu ketersediaan vaksin untuk mempercepat pemulihan dilakukan tidak hanya kolaborasi channel penjualan tetapi juga channel supply melalui kolaborasi marketing dan merchandising.

Selain itu, groceries dinilai sebagai sektor ritel yang bisa lebih awal rebound karena adaptasi teknologi semakin cepat, adanya social messaging shopping, kolaborasi OMNI Channel, kerjasama dengan e-commerce, dan sebagainya.

Masyarakat khususnya kelas menengah atas bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di tahun 2021.

Di mana jika selama pandemi mereka membatasi aktivitas keluar rumah dan menahan diri untuk berbelanja, saat ini mulai berani berkegiatan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman melihat hal tersebut juga akan berimbas pada peningkatan konsumsi produk makanan dan minuman di tahun depan.

Dalam kondisi normal, industri makanan dan minuman bisa tumbuh 7 sampai 9 persen, namun di tahun 2021 GAPMMI mencoba realistis.

"Industri ini sempat mengalami titik terendah di fase Ramadhan dan Lebaran yang seharusnya mencapai puncak, namun mulai merambat naik di kuartal tiga tahun 2020 dari 0,22 persen pertumbuhan di kuartal dua menjadi 0,66 persen," kata Adhi.

Peningkatan ini diyakini akan terus terjadi menuju recovery pada semester satu tahun depan, apalagi jika program pemerintah terkait pemulihan ekonomi terus berjalan hingga 2021.

“Perkiraan kami sekitar 5 sampai 7 persen pertumbuhan itu karena berbagai prediksi menunjukan ekonomi Indonesia di 2020 sudah bottom, 2021 diperkirakan oleh IMF pertumbuhan sekitar 6 persen, kami tidak berani perkiraan tumbuh di atas perkiraan pertumbuhan ekonomi,” kata Adhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Kaya Timbun Vaksin Covid-19, Yang Miskin Terancam Tak Kebagian

Negara Kaya Timbun Vaksin Covid-19, Yang Miskin Terancam Tak Kebagian

Sulsel | Kamis, 10 Desember 2020 | 17:45 WIB

Pandemi Bencana Non Alam, Epidemiolog: Vaksin Covid-19 Wajib Gratis

Pandemi Bencana Non Alam, Epidemiolog: Vaksin Covid-19 Wajib Gratis

Jabar | Kamis, 10 Desember 2020 | 17:43 WIB

Muncul Kasus di Inggris, Ilmuwan Jelaskan Tanda Alergi dari Vaksin Covid-19

Muncul Kasus di Inggris, Ilmuwan Jelaskan Tanda Alergi dari Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 10 Desember 2020 | 17:40 WIB

Terkini

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB