Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Pengerjaan Food Estate di Sumatera Utara Selesai Akhir Tahun Ini

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 19 Desember 2020 | 11:04 WIB
Pengerjaan Food Estate di Sumatera Utara Selesai Akhir Tahun Ini
Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, di Humbahas. (Dok : Kementan)

Suara.com - Pengolahan lahan food estate diharapkan selesai 100 persen akhir tahun ini. Saat ini, pengerjaan sudah mencapai 90 persen. Hal ini dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau langsung perkembangan penanaman dan kawasan lahan lumbung pangan baru (food estate) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

"Pengolahan lahan food estate ini sudah hampir 90 persen lebih, pengolahan sampai dengan membangun bedeng sudah sampai 70 persen. Desember ini, Insya Allah selesai 100 persen pemasangan mulsa dan penanamannya. Tinggal butuh menggerakkan lebih banyak orang dan tentu saja sesuai dengan target, Januari Insya Allah penanaman sudah selesai," ujarnya, Kabupaten Humbahas, Jumat (18/12/2020).

Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, di Humbahas. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, di Humbahas. (Dok : Kementan)

Syahrul mengatakan, kawasan lumbung pangan Kabupaten Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditi utama. Terdapat 3 komoditi yang akan dikembangkan di sini, diantaranya kentang, bawang merah dan bawang putih.

"Kita tinggal kita tunggu, bagaimana melakukan budidaya dan penjagaan sehingga bisa panen dalam waktu yang sudah direncanakan," kata Syahrul.

Di kesempatan yang sama, Luhut mengatakan, progres pengerjaan lahan food estate sangat signifikan. Dalam empat tahun ke depan, lahan food estate Sumatera Utara ini akan diperluas sampai 30.000 hektare dan akan dikembangkan penanaman hortikultura.

Pada 2020, target pembangunan kawasan food estate Humbahas seluas 1.000 hektare. Tanah seluas 215 hektare dari APBN Kementerian Pertanian (Kementan) sedangkan 785 hektare dikelola oleh pihak swasta.

"Ini baru pertama di Indonesia, ada hamparan 215 hektare yang ditanami kentang, bawang putih dan bawang merah. Dari hasil data yang sudah dilaporkan Kepala Balitbang Kementerian Pertanian, hasilnya perkembangannya sangat baik," tambahnya.

Menko Luhut mengatakan kawasan lahan pengembangan food estate ini akan menjadi model percontohan untuk daerah lain sehingga kedepan kekurangan yang ditemui dalam proses olah lahan, budidaya, panen hingga pasca panen menjadi perbaikan di daerah lain.

"Nah kalau ini terus berjalan, rencana Pak Syahrul Limpo ini baru 215 hektare, nanti akan 1000 hektare. Total semua 30.000 hektare. Ini sebagai model sekarang. Saya rasa, kita belajar dari kekurangan-kekurangan di sini untuk perbaiki nanti di tempat lain," kata Luhut.

baca juga

Ia juga mengungkapkan,  saat ini pemerintah sedang melihat dataran tinggi lainnya untuk dapat dikembangkan kawasan food estate. Seperti di Pulau Sulawesi atau Pulau Jawa, untuk dapat mengembangkan pertanian serta menyejahterakan penduduk di sekitarnya.

"Di Sulawesi, ada juga ketinggian 1000 - 1200 tanah meter seperti ini, nanti kita bikin lagi. Atau nanti di Jawa mungkin, 500 atau 1000 hektare seperti ini. Kita buat lagi. Swadaya hortikultura kita bisa selesai dalam 5 tahun ke depan," harap Luhut.

Ia menekankan, kawasan food estate tidak menganggu lingkungan hutan. Komoditi ditanam di tanah yang tidak tertanam pohon, sehingga hutan tetap terjaga dengan baik. Untuk menjaga tanah agar tidak longsor, juga akan ditanami kacang macadamia, kopi, dan tanaman keras lainnya.

"Hutan-hutannya tidak akan dipotong, jadi tanah-tanah yang tidak ada pohonnya itu, yang semak-semak itu, yang akan kita jadikan lahan. Lingkungan tetap terjaga," katanya.

Di sini ada kentang, bawang putih dan hutan akan tetap. Pak Kepala Balitbang juga menanam pohon macadamia, kopi, tanaman keras, supaya walaupun ini kemiringannya 15 derajat, kita jaga supaya tidak ada longsor," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Dapat KPPU Award 2020

Kementan Dapat KPPU Award 2020

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2020 | 19:00 WIB

Pertanian Tumbuh Meski Pandemi, Kementan Apresiasi Kepala Daerah

Pertanian Tumbuh Meski Pandemi, Kementan Apresiasi Kepala Daerah

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2020 | 07:50 WIB

Tingkatkan Pendidikan Pertanian, Kementan Luncurkan Smart Green House

Tingkatkan Pendidikan Pertanian, Kementan Luncurkan Smart Green House

Bisnis | Senin, 14 Desember 2020 | 16:20 WIB

Pengamat Puji Kementan dalam Mencegah Upaya Korupsi

Pengamat Puji Kementan dalam Mencegah Upaya Korupsi

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 13:31 WIB

Buka Lapangan Kerja, Kementan Genjot Ekspor

Buka Lapangan Kerja, Kementan Genjot Ekspor

Bisnis | Jum'at, 27 November 2020 | 14:20 WIB

Akademisi : Kementan Wujudkan Transparansi dan Dukung Pemberantasan Korupsi

Akademisi : Kementan Wujudkan Transparansi dan Dukung Pemberantasan Korupsi

Bisnis | Kamis, 26 November 2020 | 18:04 WIB

Terkini

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:36 WIB

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:00 WIB

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:42 WIB

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB