Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kanwil DJP Jaksel II Catat Penerimaan Pajak Rp 32,7 Triliun di Akhir 2020

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 01 Januari 2021 | 11:59 WIB
Kanwil DJP Jaksel II Catat Penerimaan Pajak Rp 32,7 Triliun di Akhir 2020
Ilustrasi Pajak (dok istimewa)

Suara.com - Penerimaan pajak di Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II hingga akhir 2020 telah mencapai 101,6 persen atau Rp 32,7 triliun dari target sebesar Rp 32,1 triliun.

Menanggapi tercapainya target penerimaan Kanwil DJP Jakarta Selatan II, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo memberikan apresiasi kepada seluruh Jajaran Kanwil DJP Jakarta Selatan II.

“Saya berharap, seluruh institusi DJP tetap semangat dan selalu menjaga kerja sama dalam menjalankan tugas menghimpun penerimaan negara,” kata Suryo dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (1/1/2020).

Kepala Kanwil Pajak Jakarta Selatan II Edi Slamet Irianto mengungkapkan, situasi pandemi memang membuat kondisi ekonomi sulit, banyak Wajib Pajak yang usahanya terganggu.

Terlebih lagi, wilayah Jakarta Selatan adalah daerah pertama yang ditetapkan sebagai zona merah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehingga Kanwil DJP Jakarta Selatan II sejak selama tiga bulan sejak pandemi menghentikan pelayanan tatap muka.

“Kami melihat tahun 2020 adalah tahun yang sulit bagi pelaku ekonomi. Dari sisi kapasitas likuiditas, dari sisi kapasitas untuk mendapatkan peluang bisnis dan lain sebagainya. Yang tadinya peluang terbuka lebar menjadi sempit dan seterusnya,” kata Edi.

Edi mengatakan, dengan segala keterbatasan yang ada itu, Kanwil DJP Jakarta Selatan II mengubah strategi program-program yang telah disusun tahun sebelumnya. Di antaranya dengan melakukan pendekatan dan membangun komunikasi kepada Wajib Pajak.

Selain itu, Kanwil DJP Jakarta Selatan II juga melakukan penelitian terhadap usaha sektor-sektor yang tidak terdampak serius oleh pandemi Covid-19. Penelitian itu dilakukan untuk menggali potensi dan mengetahui kemampuan bayar Wajib Pajak.

“Wajib Pajak yang tidak terdampak itulah yang yang kami maintenance, kami jaga
komunikasinya. Dalam komunikasi pun bagaimana kami bisa memberikan hal-hal yang memungkinkan Wajib Pajak bisa berkolaborasi dan memantapkan dalam kegiatan ekonominya agar berjalan baik. Sehingga pajak ini menjadi partner diskusi dalam menjaga ekonominya. Pada saat yang sama mereka berkonsultasi tentang aspek-aspek pajaknya,” jelas Edi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DJP Kembali Tambah 6 Pemungut Pajak Digital, Zalora Dicoret

DJP Kembali Tambah 6 Pemungut Pajak Digital, Zalora Dicoret

Tekno | Rabu, 30 Desember 2020 | 03:05 WIB

Joe Biden jadi Presiden, Orang Kaya Amerika Buru-buru Pindahkan Kekayaan

Joe Biden jadi Presiden, Orang Kaya Amerika Buru-buru Pindahkan Kekayaan

News | Senin, 28 Desember 2020 | 18:05 WIB

Kendaraan Dikenai Pajak Progresif? Begini Cara Blokir Secara Online

Kendaraan Dikenai Pajak Progresif? Begini Cara Blokir Secara Online

Otomotif | Senin, 28 Desember 2020 | 10:53 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB