alexametrics

Soal Vaksinasi Mandiri, Kadin: Kepentingan Dunia Usaha

Chandra Iswinarno | Yosea Arga Pramudita
Soal Vaksinasi Mandiri, Kadin: Kepentingan Dunia Usaha
Sejumlah personel TNI AU Lanud El Tari Kupang mengawal kedatangan tujuh koli vaksin COVID-Sinovac di Bandara El Tari Kupang, Kota Kupang, NTT Selasa (5/1/2021).Sebanyak 13.200 dosis vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama tiba di NTT yang diperuntukan bagi 6.600 tenaga kesehatan di provinsi itu. [ANTARA FOTO]

Rencana vaksinasi mandiri yang digagas pengusaha telah diwacanakan sejak tahun lalu.

Suara.com - Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, rencana vaksinasi mandiri yang digagas pengusaha telah diwacanakan sejak tahun lalu.

Pernyataan itu dia lontarkan saat menjawab pertanyaan dalam salah satu diskusi daring pada Rabu (27/1/2021) sore.

Menurutnya, program vaksinasi mandiri diyakini menjadi kepentingan bersama. Khususnya, dalam kepentingan dunia usaha.

"Ini wacana usaha lama, dari tahun lalu. kemudian kami angkat kembali karena untuk kepentingan kita semua, kepentingan dunia usaha," ungkap Rosan dalam diskusi bertajuk 'Vaksin Mandiri, Urgensi atau Komersialisasi' yang tayang di akun Youtube IDN Times. 

Baca Juga: Kritik Pemerintah, dr Tirta Tak Setuju Vaksinasi Mandiri Perusahaan

Rosan mengungkapkan, semakin cepat wacana vaksinasi mandiri  berlangsung, semakin cepat pula tingkat kekebalan imun seseorang. Bahkan, hal itu diyakini mampu menjadi jalan pemulihan ekonomi secara cepat.

"Oleh karena itu, kami usulkan pihak swasta ikutan," sambungnya.

Rosan menyatakan, wacana vaksinasi mandiri bukan menjadi beban pemerintah saja. Sebab, vaksinasi mandiri tidak hanya berjalan sekali -- melainkan kontinuitas.

"Ini PR (pekerjaan rumah) kita semua kok. Nggak bisa semua dibebankan ke pemerintah. Vaksinasi kan nggak tahun ini saja, tapi tiap tahun," jelas dia.

Baca Juga: Tolak Vaksinasi Mandiri, Koalisi: Alasan untuk Mempercepat Tidak Diterima

Komentar