- PT Summarecon Agung Tbk mengembangkan Summarecon Serpong seluas 850 hektare sebagai kota terpadu sejak dahulu.
- Kawasan tersebut kini memiliki ribuan unit hunian, komersial, serta fasilitas lengkap seperti mal dan universitas.
- Aksesibilitas kawasan ditingkatkan melalui jalan baru (Januari 2025) dan penjajakan kerja sama MRT Koridor Timur–Barat.
Suara.com - Kawasan Gading Serpong terus berkembang sebagai salah satu pusat hunian dan bisnis baru di wilayah penyangga ibu kota. Perkembangan tersebut turut didorong oleh pengembangan kawasan terpadu yang dilakukan oleh PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) melalui proyek Summarecon Serpong.
Perusahaan mengembangkan kawasan tersebut di atas lahan sekitar 850 hektare dengan konsep kota terpadu yang memadukan hunian, area komersial, pendidikan, hingga ruang publik dalam satu lingkungan.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur mengatakan pengembangan kawasan tidak sekadar membangun properti, tetapi juga membentuk ruang hidup yang dapat berkembang dalam jangka panjang.
"Beragam akses menuju Summarecon Serpong diyakini akan semakin meningkatkan nilai kawasan dan merangsang tumbuhnya berbagai potensi bisnis," ujar Albert seperti dikutip, Minggu (15/3/2026).
![Kawasan Gading Serpong yang dikembangkan PT Summarecon Agung Tbk. [Dok SMRA].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/15/32215-smra.jpg)
Seiring perkembangannya, kawasan Summarecon Serpong telah menghadirkan lebih dari 12.000 unit rumah, sekitar 6.000 unit apartemen, 1.800 kavling perumahan, serta sekitar 2.000 unit ruko.
Empat kawasan utama yang dikembangkan yakni Pondok Hijau Golf, The Springs, Scientia Garden, dan Symphonia. Masing-masing kawasan tersebut menghadirkan karakter hunian yang berbeda namun tetap terhubung dalam satu kawasan terpadu.
Selain hunian, pengembang juga menghadirkan sejumlah produk terbaru seperti Bellefont yang mengusung gaya klasik Perancis, Ardea by Heron yang menawarkan hunian premium modern, serta Finore yang mengusung konsep hunian bergaya modern Finlandia.
Dari sisi komersial, kawasan ini juga terus diperkuat melalui pengembangan ruko premium seperti City Hub yang diluncurkan pada 2025 di Jalan Utama Boulevard Gading Serpong, serta City Gate yang berada di kawasan Serpong Central Business District dan diluncurkan pada Maret 2026.
Kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas gaya hidup, termasuk pusat perbelanjaan Summarecon Mall Serpong, menara perkantoran Plaza Summarecon Serpong, hingga fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Saint Carolus Summarecon Serpong.
Baca Juga: SMRA Terbitkan Obligasi 500 Miliar di Tengah Penurunan Laba Bersih
Fasilitas olahraga dan rekreasi keluarga juga hadir melalui kawasan SQP Park serta The Springs Club. Di sektor pendidikan, sejumlah institusi juga berdiri di kawasan ini seperti Pradita University dan Universitas Multimedia Nusantara, selain berbagai sekolah nasional maupun internasional.
Sementara itu, sektor perhotelan juga berkembang dengan hadirnya sejumlah hotel berbintang seperti JHL Solitaire, Vivere Hotel, hingga Harris Hotel & Convention Serpong yang diluncurkan pada awal tahun ini.
Ke depan, kawasan ini juga akan menghadirkan destinasi lifestyle baru bernama The Hood, sebuah creative retail compound seluas 3,9 hektare yang dirancang sebagai ruang kreatif terbuka dengan tenant belanja, restoran fine dining, hingga tempat hiburan.
Selain pengembangan fasilitas, Summarecon Serpong juga terus meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengelolaan kawasan yang profesional, termasuk dengan menghadirkan Command Center yang dibangun pada 2023 di gerbang utama kawasan Symphonia untuk memantau keamanan dan lalu lintas kawasan.
Akses menuju kawasan ini juga semakin mudah dengan hadirnya jalan penghubung baru antara Gading Serpong dan BSD City yang diresmikan pada Januari 2025.
Summarecon Serpong juga tengah menjajaki kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat di wilayah Banten bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).