Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 15 Maret 2026 | 19:23 WIB
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina Anggraeni]
  • Ketiadaan perusahaan IPO sepanjang kuartal I 2026 belum berdampak signifikan pada kinerja pasar modal saat ini.
  • Rata-rata nilai transaksi harian BEI masih kuat, berkisar Rp30 triliun, didorong emiten yang sudah ada.
  • Aktivitas transaksi lebih dipengaruhi oleh saham tercatat dan sentimen pasar daripada penambahan emiten baru.

Suara.com - Belum adanya daftar perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau initial public offering (IPO) sepanjang kuartal I 2026 belum berpengaruh pada kinerja pasar modal.

Pasalnya, awal tahun hingga pertengahan Maret 2026 dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal.

Analis Ekonomi Divisi Riset BEI Anita Kezia mengatakan nilai transaksi di bursa saat ini masih relatif kuat meskipun belum ada penambahan emiten baru.

"Kalau ditanya apakah ada dampak yang signifikan, jawabannya relatif tidak. Karena dengan perusahaan tercatat yang sudah ada sekarang, rata-rata nilai transaksi harian kita sebenarnya masih tumbuh cukup signifikan," ujar Anita dalam edukasi Wartawan BEI dikutip Minggu (15/3/2026).

Ilustrasi saham IPO [Suara.com/Generated via AI Studio-Gemini]
Ilustrasi saham IPO [Suara.com/Generated via AI Studio-Gemini]

Menurutnya, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di BEI saat ini masih berada di kisaran Rp30 triliun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan saham tetap berjalan cukup aktif meski belum ada IPO baru pada awal tahun ini.

"Walaupun di kuartal I ini belum ada IPO, kita melihat bahwa RNTH-nya masih oke, masih terjaga bahkan mungkin meningkat signifikan,” kata dia.

Anita menjelaskan, secara umum pergerakan nilai transaksi di BEI lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan saham dari perusahaan yang sudah tercatat serta sentimen pasar yang berkembang.

Dengan kata lain, keberadaan IPO bukan menjadi faktor penentu utama yang menentukan tinggi rendahnya transaksi di bursa.

"Nilai transaksi di BEI memang lebih banyak dipengaruhi aktivitas perdagangan saham yang sudah tercatat dan juga sentimen pasar yang terjadi,” jelasnya.

Meski demikian, Anita mengakui dampak IPO terhadap transaksi juga bergantung pada ukuran atau sizing perusahaan yang melantai di bursa.

IPO dari perusahaan besar berpotensi memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap likuiditas pasar dibandingkan perusahaan dengan skala lebih kecil.

"Kadang-kadang ada perusahaan yang kecil, menengah, atau besar. Jadi pengaruhnya juga tergantung ukuran perusahaan yang melakukan IPO," ujarnya.

Meskipun hingga pertengahan Maret 2026 belum terdapat IPO baru, aktivitas perdagangan di BEI masih tetap terjaga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasar saham domestik saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti sentimen global, kondisi ekonomi domestik, serta pergerakan saham-saham unggulan di bursa.

Ke depan, BEI tetap menargetkan penambahan emiten baru melalui IPO sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar modal dan memperluas pilihan investasi bagi investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Amblas 5,91 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut ke Rp12.678 Triliun

IHSG Amblas 5,91 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut ke Rp12.678 Triliun

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 16:19 WIB

Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya

Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 18:16 WIB

OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?

OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB