Dikala Petani Kopi Gayo Bertahan Bercocok Tanam Masa Pandemi

Erick Tanjung

Rabu, 24 Februari 2021 | 16:35 WIB
Dikala Petani Kopi Gayo Bertahan Bercocok Tanam Masa Pandemi
Ilustrasi--Petani memanen kopi jenis Arabica di perkebunan Jabal Antara, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh. (Antara Foto/Rahmad)

Dengan harga Rp6 ribu itu cuma cukup menutupi untuk membayar ongkos panen atau pemetik kopi. Tapi kalau untuk menutupi biaya perawatan kebun tidak cukup, belum lagi untuk kebutuhan ekonomi keluarga.

Kendati demikian, warga mengaku tak pernah meninggalkan kebun kopinya, meski harapannya pandemi segera berakhir dan harga kopi dapat kembali normal seperti sedia kala.

Tetap optimis

Penyair nasional asal Dataran Tinggi Tanah Gayo, Fikar W Eda mengatakan bagi masyarakat Gayo kopi bukan hanya sekedar komoditas tapi juga memiliki nilai-nilai tradisi yang tak dapat dipisahkan dari sendi kehidupan di tengah masyarakatnya.

Masyarakat Gayo tempo dulu mengenal kopi dengan sebutan Kewe atau Kahwa. Kopi ditanam berbanjar-banjar, dirawat dengan teliti dan penuh kepedulian, dan menjadikannya sebagai sumber penghidupan.

Petani lainnya, Aman Fitrah (39) juga menyatakan tidak akan meninggalkan kebun kopinya meski hasil panen terjual murah sebagai dampak pandemi.

Tapi menurutnya petani memang harus berjuang melawan keadaan ekonomi sulit di tengah pandemi, dan salah satu caranya dengan memanfaatkan lahan kebun sebagian untuk tanaman sampingan seperti menanam sayur-sayuran.

"Selingannya tanam cabai, enggak banyak, untuk bisa nambah-nambah penghasilan saja selain kopi," kata Aman Fitrah.

"Mamak saya walaupun sudah tua enggak bisa dilarang ke kebun, malah sakit badannya kalau enggak ke kebun," tambahnya.

baca juga

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, kopi Gayo sebagai komoditasi ekspor memang merasakan langsung dampaknya. Banyak pembeli luar negeri menyetop pembeliannya atau membeli lebih sedikit dari biasanya.

Kopi arabica Gayo sejak dulu tumbuh baik di kawasan pegunungan Dataran Tinggi Gayo khususnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah yang berada dalam wilayah tengah Provinsi Aceh.

Luas lahan kopi di kedua daerah ini mencapai lebih dari 90.000 hektare dengan perincian seluas 49.835 hektare di Aceh Tengah dan seluas 46.273 hektare di Bener Meriah, sehingga menjadikannya sebagai sentra penghasil kopi arabica terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Perkebunan kopi di Dataran Tinggi Tanah Gayo itu mayoritas milik rakyat dengan produksinya rata-rata setiap tahun 700-800 kilogram per hektare.

Kopi arabica Gayo juga dikenal sebagai kopi kualitas terbaik dunia yang tumbuh pada ketinggian rata-rata antara 1.200-1.800 meter di atas permukaan laut.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyebut setiap tahunnya kopi Gayo diekspor ke lebih dari 16 negara dengan nilai pasok rata-rata mencapai 7.000 ton per tahun.

Ekspor

Kopi Arabica Gayo sangat digemari oleh konsumen di Amerika, Eropa, dan Jepang. Mereka menyebut kopi gayo sangat istimewa dan dikatagorikan sebagai kopi spesialty karena memiliki aroma khas dengan perisa/flavor kompleks, dan kekentalan/body yang kuat.

Berdasarkan hasil uji cita rasa kopi yang diterapkan oleh asosiasi kopi di Amerika yakni Specialty Coffee Asotiation of Amerika atau SCAA, kopi Gayo disebut sebagai kopi dengan skor nilai sempurna.

Bagi SCAA kopi dengan skor poin di atas angka 80 berdasarkan hasil uji citarasa/Cupping test sudah dianggap sebagai kopi spesialty.

Sedangkan kopi Gayo selalu mendapatkan nilai tertinggi di angka 86-90 poin. Nilai itu cukup untuk menobatkan kopi Gayo sebagai kopi terbaik nomor satu di dunia. Tidak heran, di manca negara di hotel dan tempat-tempat favorit yang berkelas, kopi Gayo menjadi pilihan utama bagi penyeruput kopi dunia.

Ketua Asosiasi Produser Fairtrade Indonesia/APFI, Armiadi di Takengon mengatakan permintaan ekspor kopi Gayo selama pandemi sangat minim.

Kondisi tersebut membuat kopi Gayo lebih banyak menumpuk di gudang. Para eksportir lokal kewalahan mendapatkan kontrak pembelian seperti biasanya dari para pembeli luar negeri.

"Kopi banyak tertumpuk di gudang dan tidak terjual karena tidak ada pembeli. Itu kondisi saat ini," kata Armiadi.

Jika pun ada transaksi pembelian atau ekspor kopi Gayo di masa pandemi saat ini maka diprediksi tak lebih dari kisaran 10 sampai 20 persen saja.

Sedangkan sisanya, kopi menumpuk di gudang tanpa ada permintaan beli dari para buyer luar negeri.

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia/AEKI Aceh Armia menjelaskan bahwa pandemi saat ini memang sangat berdampak pada perdagangan kopi dunia, termasuk menyebabkan anjloknya harga jual kopi Gayo.

Tidak ada solusi yang tepat untuk saat ini selain berharap pandemi segera berakhir. "Jika mau cepat ayo sama-sama kita akhiri Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

"Gayo, kopi, dan budaya, adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah, kita memang hidup dengan itu. Gayo hidup dengan kopi, Gayo hidup dengan budaya. Itu yang kemudian menjadi satu kesatuan ruh spiritnya orang Gayo. Ini yang harus dirawat dan dijaga dengan baik," kata Bupati Bener Meriah Sarkawi.

Bagi masyarakat Gayo kopi bukan hanya tentang minuman hangat di pagi hari atau menjadi tradisi menu hidangan dalam setiap kebersamaan, tapi lebih dari itu juga diresapi sebagai bagian dari nilai-nilai kearifan dan keelokan berbudaya.

Kebun-kebun kopi itu bukan hanya sekedar ladang sumber ekonomi bagi masyarakat Gayo, tapi juga ibarat "rumah" yang mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi setiap pemiliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aceh Provinsi Termiskin di Sumatera, Denny Siregar: Alhamdulillah...

Aceh Provinsi Termiskin di Sumatera, Denny Siregar: Alhamdulillah...

News | Rabu, 17 Februari 2021 | 09:30 WIB

Bejat! Tiga Pemuda Bermobil Perkosa Gadis 14 Tahun

Bejat! Tiga Pemuda Bermobil Perkosa Gadis 14 Tahun

Bekaci | Rabu, 17 Februari 2021 | 08:20 WIB

Bikin Warga Trauma, Gajah Ngamuk Rusak Rumah dan Kebun

Bikin Warga Trauma, Gajah Ngamuk Rusak Rumah dan Kebun

Sumut | Minggu, 24 Januari 2021 | 15:37 WIB

Terkini

KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor Pagi Ini, Dua Rangkaian Masih 'Opname' di Bukit Duri

KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor Pagi Ini, Dua Rangkaian Masih 'Opname' di Bukit Duri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Shin Tae-yong Tak Terima Persija Diminta Dikurangi Poin usai Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

Shin Tae-yong Tak Terima Persija Diminta Dikurangi Poin usai Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Melembapkan Sekaligus Melindungi, 5 Face Mist dengan Kandungan SPF

Melembapkan Sekaligus Melindungi, 5 Face Mist dengan Kandungan SPF

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Sinopsis Reporting Live, Film Thriller Terbaru Parineeti Chopra di Netflix

Sinopsis Reporting Live, Film Thriller Terbaru Parineeti Chopra di Netflix

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:44 WIB

IHSG Masih Berakhir Merosot 10,75% di Sesi I, BBCA Ambles 13,99%

IHSG Masih Berakhir Merosot 10,75% di Sesi I, BBCA Ambles 13,99%

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:43 WIB

YLBHI Kecam Pengerahan TNI Jaga SPBU di Bali: Memalukan

YLBHI Kecam Pengerahan TNI Jaga SPBU di Bali: Memalukan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:43 WIB

5 Rekomendasi HP Gaming Rp1 Jutaan, RAM Besar dan Baterai Awet Anti-lag Seharian

5 Rekomendasi HP Gaming Rp1 Jutaan, RAM Besar dan Baterai Awet Anti-lag Seharian

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:35 WIB

The Bridesmaids Tale: Ketika Luka Lama Membuat Kita Takut Jatuh Cinta Lagi

The Bridesmaids Tale: Ketika Luka Lama Membuat Kita Takut Jatuh Cinta Lagi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×