alexametrics

Vaksinasi dan Insentif Perpajakan Jumpstart Ekonomi 2021

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani
Vaksinasi dan Insentif Perpajakan Jumpstart Ekonomi 2021
Ilustrasi pajak. (Shutterstock)

Pemerintah menjaga konsumsi bagi masyarakat miskin dan rentan miskin dengan pemberian bantuan perlindungan sosial.

Suara.com - Pemerintah mengambil kebijakan pemberian vaksinasi dan insentif perpajakan untuk meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Meningkatnya daya beli akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan lebih dari 50 persen PDB Indonesia berasal dari konsumsi.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan vaksinasi dan insentif perpajakan sebagai jumpstart ekonomi memiliki peran penting.

“Keduanya harus berjalan beriringan. Dan kami berharap di tahun 2021 konsumsi akan kembali positif. Pemerintah akan terus memberi dukungan sesuai kebutuhan,” kata Suahasil dalam webinar, Rabu (3/3/2021).

Pemerintah menjaga konsumsi bagi masyarakat miskin dan rentan miskin dengan pemberian bantuan perlindungan sosial. Namun bagi masyarakat kelas menengah dan kaya, mereka cenderung mengurangi konsumsi dan hanya memenuhi kebutuhan pokoknya, sehingga mengurangi konsumsi barang sekunder dan tersiernya.

Baca Juga: Bisnis Asuransi Dorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi

Untuk itu, pemerintah memberikan insentif pajak bagi perumahan dan kendaraan bermotor.

“Insentif pajak perumahan memiliki efek multiplier yang besar. Industri ini berhubungan dengan 185 sektor lain diantaranya industri baja, semen, kayu, dan lainnya. Pemberian insentif kendaraan bermotor ditujukan agar harga lebih murah sehingga industri akan berjalan,” kata Suahasil.

Pemerintah memberikan program vaksinasi untuk mendukung konsumsi masyarakat. Saat ini sebanyak 2,7 juta masyarakat telah divaksin dengan 200 ribu orang yang menerima setiap harinya.

“Vaksin meningkatkan keyakinan untuk konsumsi,” kata Suahasil.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi RI Mulai Berangsur Pulih

Komentar