Awan Gelap Selimuti Ekonomi RI, Prabowo Bisa Apa?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 13:59 WIB
Awan Gelap Selimuti Ekonomi RI, Prabowo Bisa Apa?
Bank Dunia mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia kini berada dalam posisi rentan terhadap ketidakpastian global, terutama di tengah memanasnya ketegangan geopolitik saat ini.

Suara.com - Bank Dunia mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia kini berada dalam posisi rentan terhadap ketidakpastian global, terutama di tengah memanasnya ketegangan geopolitik saat ini.

Kondisi ini berpotensi memicu pelemahan ekonomi lebih lanjut yang bisa menghambat ambisi pembangunan nasional.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menyampaikan alarm ini dalam peluncuran publikasi Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2025.

"Meskipun kondisi makroekonomi Indonesia sangat baik, kita tidak bisa mengatakan bahwa Indonesia akan tahan terhadap tekanan eksternal seperti ketidakpastian global," kata Carolyn, dikutip dari YouTube Indonesia Economic Prospects, Selasa (24/6/2025).

Carolyn merinci beberapa pemicu ketidakpastian ekonomi global yang kini mengusik aktivitas perekonomian Indonesia. Ini termasuk ketegangan perdagangan yang terus membara, ketidakpastian kebijakan global yang sulit diprediksi, serta risiko geopolitik yang kian memburuk belakangan ini.

"Ketidakpastian ini akan terus menimbulkan risiko dan bisa mempererat aspirasi pembangunan Indonesia," ucap Carolyn, menekankan bahwa kondisi eksternal ini bukan sekadar riak kecil, melainkan gelombang besar yang bisa menghambat laju kemajuan negara.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Bank Dunia pun menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Mereka memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 4,7% pada tahun 2025 dan sedikit naik ke 4,8% pada tahun 2026. Proyeksi ini merupakan kelanjutan dari penurunan yang sudah terlihat pada kuartal I-2025, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meninggalkan level 5%, hanya mencapai 4,87%.

Menurut Carolyn, tekanan perekonomian global ini memiliki dampak serius, khususnya dalam menghambat prospek penciptaan lapangan kerja dan mengurangi upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal ini terjadi karena kinerja perdagangan memburuk dan investasi asing menjadi lebih lemah. Pada saat yang sama, aliran modal menjadi tidak stabil, yang secara umum menciptakan tekanan pada keseluruhan ekonomi makro di setiap negara.

"Dalam situasi yang sangat rentan seperti ini ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanannya, namun kami melihat adanya pertumbuhan PDB yang lebih rendah dari 5%. Telah ada penurunan dalam hal konsumsi belanja pemerintah dan investasi tahun ini," kata Carolyn, menggambarkan situasi dilematis di mana ketahanan ekonomi tetap ada, namun laju pertumbuhan melambat.

Untuk menghadapi kerentanan ini, Carolyn menekankan bahwa kunci utamanya adalah konsistensi pemerintah dalam melakukan reformasi struktural. Reformasi ini mencakup langkah-langkah vital seperti deregulasi, perbaikan iklim usaha, peningkatan investasi swasta, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Seluruh reformasi struktural ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memaparkan pencapaian dan prospek ekonomi Indonesia di semester pertama tahun 2025 ini. Di hadapan para pemimpin global dan pelaku ekonomi dunia, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa ekonomi Indonesia sedang berada di jalur yang tepat dan menjanjikan.

“Para ahli saya menyampaikan bahwa di semester pertama ini, pertumbuhan ekonomi kami lebih dari 5 persen. Bahkan bisa mendekati 7 persen pada akhir tahun ini atau bahkan lebih,” ujar Presiden Prabowosaat memaparkan pencapaian dan prospek ekonomi Indonesia dalam pidatonya pada sesi pleno St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di ExpoForum Convention and Exhibition Centre, St. Petersburg, Rusia, pada Jumat pekan lalu.

Kepala Negara menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan arah kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.

Dengan landasan tersebut, Presiden Prabowo yakin target-target besar dalam waktu dekat akan bisa dicapai. “Ini menunjukkan bahwa kami telah memilih jalan yang benar dan kami sedang mencapai tujuan kami,” imbuh Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Film Menggambarkan Dampak Perang yang Mengoyak Psikologis Manusia

10 Film Menggambarkan Dampak Perang yang Mengoyak Psikologis Manusia

Entertainment | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:48 WIB

Qatar Kecam Serangan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid: Kami Berhak Membalas!

Qatar Kecam Serangan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid: Kami Berhak Membalas!

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:13 WIB

Dampak Bagi Timnas Indonesia apabila Iran Dicoret dari Piala Dunia 2026

Dampak Bagi Timnas Indonesia apabila Iran Dicoret dari Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:10 WIB

Terkini

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:43 WIB

Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026

Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:41 WIB

Momen Lebaran, Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Naik di Pegadaian

Momen Lebaran, Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Naik di Pegadaian

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:26 WIB

Ada Isyarat Damai, Harga Minyak Dunia Ambruk 2%

Ada Isyarat Damai, Harga Minyak Dunia Ambruk 2%

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:14 WIB

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Satu Emiten dari BUMN

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Satu Emiten dari BUMN

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:05 WIB

Purbaya Suntik Lagi Rp100 Triliun ke Himbara, OJK Yakin Bisa Turunkan Suku Bunga

Purbaya Suntik Lagi Rp100 Triliun ke Himbara, OJK Yakin Bisa Turunkan Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 07:31 WIB

"Berburu" Saldo Lebaran, Link DANA Kaget Bikin Hari Raya Makin Berlimpah Rejeki

"Berburu" Saldo Lebaran, Link DANA Kaget Bikin Hari Raya Makin Berlimpah Rejeki

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 06:44 WIB

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:33 WIB

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB