alexametrics

Menteri Airlangga Punya Jurus Jitu Tingkatkan Ekspor di Tengah Pandemi

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Menteri Airlangga Punya Jurus Jitu Tingkatkan Ekspor di Tengah Pandemi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Muhammad Fadil Djailani]

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, neraca perdagangan sepanjang tahun 2020 mengalami surplus 21,74 miliar dolar AS.

Suara.com - Tahun 2020 yang penuh tantangan karena Pandemi Covid-19 telah dilalui dengan berbagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Pada kesempatan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, neraca perdagangan sepanjang tahun 2020 mengalami surplus 21,74 miliar dolar AS.

Surplus ini berlanjut di bulan Januari 2021 (1,96 miliar dolar AS) dan meneruskan tren surplus selama 9 bulan berturut-turut.

Sepanjang tahun 2020, ekspor dari sektor pertanian dan industri pun dapat tumbuh positif masing-masing sebesar 14 persen dan 2,94 persen.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi RI Mulai Berangsur Pulih

“Pada saat yang sama kita juga patut bersyukur karena harga komoditas-komoditas, minyak sawit dan pertambangan dalam kontribusi yang baik. Negara-negara tujuan ekspor kita juga masih negara yang selalu menjadi andalan. Hal ini bisa kita lihat bahwa ada potensi sektor ekspor didorong oleh sektor manufaktur,” katanya, Jumat (5/3/2021).

Minyak kelapa sawit dan fraksinya mengalami peningkatan nilai ekspor menjadi 17.36 miliar dolar AS (10.63 persen) selama tahun 2020 dan kokoh berada di puncak klasemen sebagai kontributor utama ekspor Indonesia.

Hal itu menjadikan minyak sawit penopang utama ekpor Indonesia didorong oleh harga CPO yang meningkat pada semester II 2020.

Dari sektor otomotif, sektor yang memiliki 1,5 juta orang pekerja langsung dan 4,5 tenaga kerja tidak langsung ini menyumbang Rp 700 triliun pada PDB tahun 2019. Juga terdapat ±7.451 pabrik yang menghasilkan produk input untuk industri otomotif. Karena itu, perlu upaya mempertahankan basis sektor otomotif nasional.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional akan difokuskan untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2021 melalui berbagai percepatan yang salah satunya adalah insentif dalam bentuk pajak, diharapkan bisa jadi penyangga pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Masuk Dalam Polling Tokoh Harapan 2024

“Untuk menstimulasi masyarakat, Pemerintah mendorong sektor otomotif dan sektor properti, yang tentu sangat berpengaruh dalam perdagangan, dengan memberikan fasilitas insentif PPnBM yang sifatnya menurun agar mampu menggairahkan konsumsi,” tegasnya.

Komentar