Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Dolar Melemah, Harga Minyak Meroket 2 Persen

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 12 Maret 2021 | 08:01 WIB
Dolar Melemah, Harga Minyak Meroket 2 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak mentah dunia meroket lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis (12/3). Ini dipicu pelemahan dolar dan ekspektasi kelebihan pasokan minyak mentah akan berumur pendek karena penurunan tajam dalam stok bahan bakar Amerika dan dimulai kembali aktivitas penyulingan di Texas.

Mengutip CNBC, pada Jumat (12/3/2021) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Mei, patokan internasional, ditutup melonjak 1,73 dolar AS atau 2,6 persen menjadi 69,63 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman April mengakhiri sesi 1,58 dolar AS atau 2,5 persen lebih tinggi, menjadi 66,02 dolar AS per barel.

"Kompleks tersebut pulih kembali ke atas level tertinggi kemarin dengan bantuan besar dari kombinasi dolar yang lemah/ekuitas yang kuat," kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates.

Imbal hasil US Treasury turun pada Kamis, karena kekhawatiran tentang kenaikan inflasi mereda dan fokus beralih ke lelang surat utang bertenor 30 tahun.

Indeks Dolar (Indeks DXY) jatuh untuk hari ketiga berturut-turut dan berada di level terendah dalam sepekan terhadap sekeranjang mata uang.

Lebih sedikit dari perkiraan warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran, minggu lalu, karena lingkungan kesehatan publik yang membaik memungkinkan lebih banyak segmen ekonomi untuk dibuka kembali.

Penarikan besar-besaran stok bensin Amerika juga membantu meningkatkan harga minyak, kata Tamas Varga, analis PVM Oil Associates.

"(Ini) menyiratkan bahwa asupan minyak mentah penyulingan akan terus tumbuh, membalikkan peningkatan stok baru-baru ini yang kita lihat dalam tiga minggu terakhir karena Winter Storm Uri." Katanya.

Stok bensin Amerika turun 11,9 juta barel dalam sepekan hingga 5 Maret menjadi 231,6 juta barel, kata Badan Informasi Energi (EIA), dibandingkan ekspektasi penyusutan 3,5 juta barel. Namun, persediaan minyak mentah melonjak 13,8 juta barel menjadi 498,4 juta barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persedian Bensin AS Anjlok, Harga Minyak Perkasa

Persedian Bensin AS Anjlok, Harga Minyak Perkasa

Bisnis | Kamis, 11 Maret 2021 | 07:50 WIB

Harga Minyak Dunia Turun dari Level 70 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Turun dari Level 70 Dolar AS per Barel

Bisnis | Rabu, 10 Maret 2021 | 08:04 WIB

Kilang Arab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Langsung Ambles

Kilang Arab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Langsung Ambles

Bisnis | Selasa, 09 Maret 2021 | 07:51 WIB

Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertingginya Dalam 1 Tahun Terakhir

Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertingginya Dalam 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Senin, 08 Maret 2021 | 08:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik Gara-gara OPEC dan Sekutunya

Harga Minyak Mentah Naik Gara-gara OPEC dan Sekutunya

Bisnis | Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:11 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB