Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Erick Thohir Akui Ekonomi Syariah Indonesia Masih Kalah dari Malaysia

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 17 Maret 2021 | 12:35 WIB
Erick Thohir Akui Ekonomi Syariah Indonesia Masih Kalah dari Malaysia
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui bahwa Indonesia masih kalah berkembang soal ekonomi syariah dengan Malaysia.

Menurutnya, Malaysia telah memulai terlebih dahulu ekonomi syariah yang dimulai tahun 1960-an dibandingkan Indonesia yang baru memulai ekonomi syariah pada 1990-an.

"Dibandingkan negara muslim lainnya memang Indonesia sedikit terlambat menerapkan sistem keuangan syariah. Indonesia memulai ekonomi syariah pada 1991 dengan berdirinya bank syariah yaitu Bank Muamalat, sementara Malaysia sudah menerapkan ekonomi syariah sejak 1963," ujar Erick dalam sebuah Webinar, Rabu (17/3/2021).

Erick mengungkapkan, Indonesia sebenarnya memiliki pasar yang besar untuk ekonomi syariah. Sebab, Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.

Bahkan, lanjutnya, pada tahun 2025 Indonesia memiliki 185 juta penduduk populasi muslim dewasa yang mana lebih dari 50 persen dari kalangan menengah atas.

"Hal tersebut jadi potensial bagi penyedia layanan keuangan syariah mengingat infustri halal yang makin berkembang dari tahun ke tahun, menyesuaikan dengan demand dari masyarakat negaranegara mayoritas penduduk muslim di dunia," tutur dia.

Namun demikian, Mantan Bos Klub Inter Milan ini menuturkan bahwa dari sisi keuangan syariah Indonesia sedikit demi sedikit mengalami kemajuan.

Hal ini terlihat dari kinerja perbankan syariah yang lebih bagus dibandingkan perbankan konvensional. Dari sisi aset misalnya, perbankan syariah bisa pada tahun 2020 tumbuh 10,9 persen dibandinkan dengan bank konvensional yanv hanya tumbuh 7,7 persen.

Begitu juga, dari sisi pembiayaan pada tahun 2020 perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan terbesar 9,42 persen, jauh mengungguli perbankan konvensial yang tumbuh 0,55 persen.

"Kemudian market share pasar modal syariah sudah mencapai 17,39 persen. Jumlah koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah sebanyak 4.115 unit dan koperasi jasa keuangan syariah sebanyak 75 unit yang membantu dan membina UMKM," pungkas Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa itu Ekonomi Syariah? Ini Prinsip, Karakteristik dan Tujuannya

Apa itu Ekonomi Syariah? Ini Prinsip, Karakteristik dan Tujuannya

Bisnis | Sabtu, 06 Februari 2021 | 19:15 WIB

Tak hanya di Negara Muslim, AS dan Inggris Diklaim Jalankan Ekonomi Syariah

Tak hanya di Negara Muslim, AS dan Inggris Diklaim Jalankan Ekonomi Syariah

Jabar | Senin, 25 Januari 2021 | 13:05 WIB

Resmi! Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Resmi! Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Bisnis | Minggu, 24 Januari 2021 | 10:33 WIB

Terkini

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:44 WIB

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:51 WIB

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:49 WIB

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:29 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:55 WIB