Pengujian DNA Pakai Blockchain, Degenics dari RI Jadi Juara

Iwan Supriyatna

Jum'at, 19 Maret 2021 | 17:43 WIB
Pengujian DNA Pakai Blockchain, Degenics dari RI Jadi Juara
Ilustrasi jejaring blockchain. [Shutterstock]

Suara.com - Degenics, yang merupakan layanan pemeriksaan genetika terdesentralisasi yang mengutamakan privasi, berhasil memenangkan Impact Bounty dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Identity Bounty dari InterPlanetary File System (IPFS) pada perlombaan hackathon ETHDenver berkat konsep kerjanya yang inovatif dan implementasi dini yang menjanjikan.

Founder/Inisiator Degenics, Pandu Sastrowardoyo mengatakan, Degencis sebelumnya telah meluncurkan platform pengujian DNA berbasis blockchain, dengan berkolaborasi bersama Blocksphere.

"Degenics yang dibangun berdasarkan Distributed Ledger Technology (DLT) terlaksana berkat kerjasama yang dilakukan antara perusahaan konsultasi dan pengembangan blockchain Blocksphere dan tim pengembangan teknologi blockchain dari Malaysia, BlockZero," kata Pandu dalam keterangannya, Jumat (19/3/2021).

Pandu menyebut, teknologi ini juga didukung oleh adanya MoU dengan Kilt.io -- Protokol KILT kemudian digunakan untuk menggabungkan kredensial laboratorium dan rumah sakit ke dalam ekosistem.

Degenics menyediakan sebuah platform yang menghubungkan para penggunanya yang sadar akan privasi dengan para penyedia layanan pemeriksaan DNA mulai dari individu-individu pemeta DNA mandiri, laboratorium hingga rumah sakit untuk memberikan layanan analisis genomik, pendeteksian penyakit dan mutasi, rekomendasi diet dan latihan, sebagai bagian cakupan yang lebih luas dari wawasan kesehatan dan gaya hidup.

Pada tanggal 18 Februari 2021, Degenics menjadi bagian dari Decentralized Bio Network (https://debio.network) sebagai awal mula dari inisiasi sesuatu yang lebih besar untuk menyediakan platform data dan sebuah marketplace untuk pengujian-pengujian biomedis secara umum.

Pengujian genetika secara pribadi merupakan sebuah tren yang sedang berkembang pesat, dengan pangsa pasar sebesar 12 miliar dolar AS dan diprediksi untuk terus tumbuh hingga 21 miliar dolar AS pada tahun 2027.

Oleh karena itulah, berbagai macam perhatian muncul mengenai penambangan data DNA, kedaulatan individu terhadap data genetiknya, dan juga peretasan dan pelanggaran data.

Decentralized Bio Network, melalui Degenics dApp-nya, akan mencegah penyalahgunaan data genetik, pelanggaran privasi, permasalahan keamanan, dan praktik-praktik jual beli data genetik tanpa persetujuan pemilik materi DNA.

baca juga

Penggabungan penggunaan kriptografi dan DLT bersamaan oleh Decentralized Bio Network selain membuat para pengguna mampu untuk memesan pengujian dan penginterpretasian hasil secara anonim, tetapi juga bisa menyimpan data di atas platrom terdesentralisasi yang membuat akses tanpa otorisasi menjadi tidak memungkinkan.

Kejadian-kejadian penting terkini telah mendemonstrasikan bahwan bahkan laboratorium-laboratorium terbesar membutuhkan kolaborasi (Sanofi bekerjasama dengan BioNTech dan Pfizer untuk membantu mengatasi kelangkaan vaksin di Eropa - MarketWatch).

Pandemi Covid-19 telah menyoroti kebutuhan akan platform yang dapat membantu kolaborasi antar laboratorium -- baik untuk riset maupun strategi-strategi untuk terjun ke pasar.

Decentralized Bio Network membuat para laboratorium, rumah sakit, dan lembaga lainnya yang menyediakan peralatan pengujian medis mampu untuk menawarkan produk-produk pengujian biomedis secara digital dengan paradigma “marketplace”.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas spektrum layanan yang tersedia bagi para pengguna yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan dari peralatan pengujian biomedis.

Decentralized Bio Network mengandalkan Polkadot sebagai pondasi untuk DLT-nya, yang mana dipilih karena kecepatan transaksionalnya (160K Tx/s ++) dan adaptabilitasnya.

Kriptografi dan mekanisme yang menjembatani perubahan data fisik ke digital juga ditambahkan ke dalam layanan untuk memastikan privasi terjaga secara maksimal bagi para pengguna meski sampel biologis mereka dikirim secara fisik.

Decentralized Bio Network juga memperluas konsep Degenics sehingga memungkinkan untuk melayani kasus-kasus di luar pasar pengujian genetik, termasuk di dalamnya pengujian laboratorium untuk mendeteksi penyakit dan pertukaran data Rekam Medik Elektronik (RME).

Untuk mengembangkan platform dari Degenics, Decentralized Bio Network bekerjasama dengan Blocksphere yang merupakan perusahaan konsultan dan pengembangan blockchain yang telah terdaftar di Gartner, dan BlockZero, sebuah perusahaan pengembangan dan pemasaran blockchain dari Malaysia.
Ajakan Bertindak

Decentralized Bio Network mengajak para laboratorium dan rumah sakit agar melakukan pendaftaran untuk pengujan sistem beta secara tertutup melalui https://debio.network/degenics. Bagi yang berminat untuk mencoba aplikasi dari Degenics silakan menuju https://demo.degenics.com. 

Informasi lebih lanjut mengenai Decentralized Bio Network dapat diperoleh melalui tautan berikut https://debio.network.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memutar Bisnis Koperasi dengan Aset Digital

Memutar Bisnis Koperasi dengan Aset Digital

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2021 | 07:35 WIB

NHC Gandeng Koperasi Kenalkan Aset Digital Pertama dengan Underlying Emas

NHC Gandeng Koperasi Kenalkan Aset Digital Pertama dengan Underlying Emas

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2021 | 17:24 WIB

Harga Aset Kripto Ethereum Tembus ke Level Tertingginya Rp 20 Juta

Harga Aset Kripto Ethereum Tembus ke Level Tertingginya Rp 20 Juta

Bisnis | Rabu, 20 Januari 2021 | 11:01 WIB

Terkini

14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Dewi Bebaskan Warga Desa dari Jerat Rentenir

14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Dewi Bebaskan Warga Desa dari Jerat Rentenir

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:59 WIB

Pertalite di SPBU Modular Makassar Kini Pakai Sistem Ganjil-Genap

Pertalite di SPBU Modular Makassar Kini Pakai Sistem Ganjil-Genap

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:57 WIB

10,8 Juta Keluarga Minta Bansos Baru, 4 Juta Warga yang Sempat Luput Kini Dapat Bantuan

10,8 Juta Keluarga Minta Bansos Baru, 4 Juta Warga yang Sempat Luput Kini Dapat Bantuan

News | Senin, 14 September 2026 | 14:54 WIB

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Sempat Nyaris Rp17.400, Rupiah Kini Tertekan Gegara Perang AS-Iran

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:52 WIB

DPR: Aset Sekolah hingga Pesantren Hasil Korupsi Tetap Dirampas Negara!

DPR: Aset Sekolah hingga Pesantren Hasil Korupsi Tetap Dirampas Negara!

News | Senin, 14 September 2026 | 14:50 WIB

5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!

5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:50 WIB

KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit

KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 14:49 WIB

Tipe Sunscreen yang Cocok untuk Cuaca Panas Indonesia, Lengkap dengan 4 Rekomendasi Produknya!

Tipe Sunscreen yang Cocok untuk Cuaca Panas Indonesia, Lengkap dengan 4 Rekomendasi Produknya!

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:47 WIB

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Bakal Diambil Alih Pemerintah Pusat

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Bakal Diambil Alih Pemerintah Pusat

News | Senin, 14 September 2026 | 14:46 WIB

Bisnis Pialang Makin Ketat, Kepercayaan Trader Jadi Tantangan

Bisnis Pialang Makin Ketat, Kepercayaan Trader Jadi Tantangan

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:45 WIB

×