alexametrics

Kartini BRI, Ini Semangat Usra Bangkitkan UMKM Terdampak Gempa di Mamuju

Fabiola Febrinastri
Kartini BRI, Ini Semangat  Usra Bangkitkan UMKM Terdampak Gempa di Mamuju
Mantri BRI bernama Usra (29). (Dok : BRI)

Usra adalah Mantri BRI yang selama 1,6 tahun terakhir.

Suara.com - Tantangan pasti selalu ada dan dihadapi para pekerja di manapun mereka berada. Akan tetapi, skala tantangan yang dirasakan setiap pekerja bisa berbeda-beda.

Beragam tantangan yang harus dihadapi para pekerja kerap dipengaruhi oleh faktor lokasi mereka bekerja. Para pekerja di kota misalnya, belum tentu menghadapi masalah dan tantangan seperti karyawan di daerah plosok atau desa, begitu pula sebaliknya.

Berat atau ringannya rintangan dan tantangan harus dihadapi para pekerja dengan profesional dan sebaik mungkin. Tak jarang, faktor semangat memegang peran penting bagi berhasil atau tidaknya seseorang melewati ujian dan tantangan yang dihadapi. Hal ini terbukti dari kisah tenaga marketing mikro perempuan, yakni Mantri BRI bernama Usra (29).

Usra adalah Mantri BRI yang selama 1,6 tahun terakhir, yang bertugas di Mamuju, Sulawesi Barat. Selama bertugas sebagai mantri di Mamuju, banyak tantangan yang harus dihadapi perempuan ini. Berbagai gangguan yang ia temui mulai dari terbatasnya infrastruktur hingga bencana alam yang kerap melanda.

Baca Juga: Permudah Transaksi Remitansi, BRI Jalin Kerjasama dengan Western Union

Saat awal menjalani tugas sebagai Mantri BRI, Usra kerap kesulitan menempuh medan sulit untuk menjangkau rumah-rumah penduduk dan calon nasabah di Mamuju dan sekitarnya. Kesulitan ini bertambah, karena Usra buta arah dan alamat, sehingga harus mengandalkan keberanian untuk menempuh jalan dan daerah yang asing baginya.

“Waktu pertama kali saya jadi mantri, saya survei ke rumah nasabah dan ke kebunnya. Jalurnya itu melalui sungai dan gunung. Sebagai perempuan awalnya terlihat berat, tapi lama-kelamaan jadi tahu juga bagaimana keluarga nasabah,” ujar Usra.

Semangat tinggi Usra dalam bekerja juga terlihat kala bencana gempa melanda Mamuju pada pertengahan Januari 2021. Saat itu, meski gempa turut membawa dampak negatif baginya dan keluarga, Usra tetap semangat bekerja di hari ketiga pasca bencana terjadi.

Bermodal antusiasme dan kerajinannya, Usra bergerak memantau kondisi nasabah yang menjadi tanggung jawabnya di Mamuju. Dia melakukan seluruh pekerjaannya tersebut dari tenda darurat.

Selain bekerja dari tenda darurat, Usra juga bergerak mengunjungi langsung rumah nasabah-nasabahnya yang turut menjadi korban gempa. Dari kunjungannya tersebut, ada kisah sedih namun menginspirasi yang didapat Usra.

Baca Juga: APLMA Nobatkan BRI Jadi Syndicated Financial Institution Deal of the Year

Dia mengungkapkan, ada seorang nasabah yang ia temui di tenda darurat, karena rumahnya sudah hancur karena gempa, dan salah satu anaknya meninggal dunia. Meski musibah yang dirasakan berat, namun nasabah itu terlihat tetap semangat menjalani hidup pasca gempa terjadi.

Komentar