Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kasus Corona di India Menggila, Harga Minyak Tak Berdaya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 27 April 2021 | 08:37 WIB
Kasus Corona di India Menggila, Harga Minyak Tak Berdaya
Naga Sadhus, atau pria suci Hindu berenang di sungai Gangga saat Shahi Snan pada "Kumbh Mela", atau Pitcher Festival, di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19), di Haridwar, India, Senin (12/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/FOC/djo

Suara.com - Minyak mengurangi kerugian pada perdagangan hari Senin, setelah OPEC dan sekutunya mengindikasikan sedang mencermati lonjakan kasus Covid-19 di India.

Mengutip CNBC, Selasa (27/4/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melemah 46 sen atau 0,7 persen menjadi 65,65 dolar AS per barel, setelah diperdagangkan serendahnya 64,57 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berkurang 23 sen, atau 0,4 persen, menjadi 61,91 dolar AS per barel, setelah menyentuh sesi terendah 60,66 dolar AS per barel.

"Pasar sedang waspada, kembali dari kekhawatiran permintaan India di tengah laporan bahwa komite teknikal OPEC mengakui potensi ancaman permintaan dari situasi di India," kata Phil Flynn analis Price Futures Group di Chicago.

Komite teknikal bersama (JTC) OPEC Plus mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini, tetapi khawatir tentang lonjakan kasus Covid-19 di India dan tempat lain.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya yang dipimpin Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, akan membahas kebijakan produksi pada pertemuan pekan ini.

Kelompok tersebut sepakat pada pertemuan awal April untuk mengurangi pembatasan produksi sebesar 350.000 barel per hari (bph) pada Mei, 350.000 bph lagi di Juni dan lebih lanjut 400.000 bph pada Juli.

Kedua tolok ukur minyak merosot sekitar 1 persen minggu lalu karena infeksi Covid-19 India mulai mencapai rekor tertinggi.

India memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi lonjakan infeksi virus korona yang memukul rumah sakit, ketika sejumlah negara termasuk Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat berjanji untuk mengirim bantuan medis segera.

baca juga

Lembaga konsultan FGE memperkirakan permintaan bensin di India turun 100.000 bph pada bulan ini dan lebih dari 170.000 bph di Mei. Total penjualan bensin India mencapai hampir 747.000 bph pada Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balitbangkes Telusuri Mutasi Virus yang Berpotensi Dibawa Pendatang India

Balitbangkes Telusuri Mutasi Virus yang Berpotensi Dibawa Pendatang India

News | Selasa, 27 April 2021 | 08:01 WIB

WHO: Situasi Covid-19 di India Sangat Memilukan

WHO: Situasi Covid-19 di India Sangat Memilukan

News | Selasa, 27 April 2021 | 05:52 WIB

Google Kucurkan Dana Rp 261 Miliar untuk Atasi Covid-19 di India

Google Kucurkan Dana Rp 261 Miliar untuk Atasi Covid-19 di India

Tekno | Senin, 26 April 2021 | 21:36 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×