alexametrics

Mendag: Industri Makanan dan Fesyen Muslim Indonesia Jadi Primadona

Erick Tanjung
Mendag: Industri Makanan dan Fesyen Muslim Indonesia Jadi Primadona
Seorang model (kiri) tampil pada acara peragaan busana MUFFEST (Muslim Fashion Festival) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (16/4/2021). Peragaan busana yang menampilkan karya 10 desainer itu guna membantu keberlangsungan pelaku bisnis fesyen dan UMKM di tengah pandemi Covid-19. Antara Foto/ Fakhri Hermansyah/hp.

Dua industri tersebut bukan hanya jadi primadona di pasar lokal, tapi akan jadi kiblat bagi negara lain, kata Lutfi.

Suara.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut bahwa industri makanan halal dan fesyen muslim Indonesia mampu menjadi primadona di pasar dalam negeri maupun global.

“Dua industri tersebut bukan hanya jadi primadona di pasar lokal, tapi akan jadi kiblat bagi negara lain,” kata Lutfi saat menghadiri dialog bertajuk “Semakin Bangga Buatan Indonesia” yang ditayangkan secara virtual di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Menurut dia, dua sektor industri yang banyak diproduksi oleh Industri Kecil Menengah (IKM) tersebut semakin memiliki daya saing dan tak kalah dengan produk-produk serupa yang diimpor dari negara lain. Untuk itu, ia akan memperkuat sisi suplai dan demand dengan mengatur alur keduanya.

“Dari supply side untuk UMKM kita kuatkan, kita perbaiki strukturnya. Tapi, demand sidenya juga kita kerjakan. Dari demand side yang paling penting, kita ini punya 270 juta orang yang menurut hemat saya bisa menjadi pilar utama dari demand,” ujarnya.

Baca Juga: Mendag Klaim Harga Bahan Pokok di Surabaya Stabil

Kendati demikian, Lutfi menambahkan bahwa masyarakat tidak bisa dipaksa untuk membeli produk buatan dalam negeri. Untuk itu, yang dapat diupayakan adalah membuat produk yang dihasilkan produsen lokal menjadi berkualitas baik, keren, nyaman digunakan, dan memiliki harga terjangkau.

Sehingga, produk-produk buatan lokal dapat diminati dan dibeli oleh masyarakat dalam maupun luar negeri. (Antara)

Komentar