Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:30 WIB
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan penghentian ekspor timah demi memaksimalkan pemanfaatan industri dalam negeri.
  • Timah akan dimaksimalkan untuk mendukung produksi industri solar panel serta sektor elektronik dan semikonduktor nasional.
  • Rencana ini mendukung program hilirisasi untuk memanfaatkan mineral ikutan, seperti logam tanah jarang, secara maksimal.

Suara.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengungkap alasan dibalik rencana penghentian ekspor timah.

Dia mengatakan, hal itu bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatannya untuk industri dalam negeri dan memperkuat hilirisasi.

"Ini kan sudah ada beberapa industri solar panel yang ada di dalam negeri, dan juga ini akan memanfaatkan timah juga sebagai salah satu faktor penunjang produksinya. Jadi harapannya ke depan yang untuk timah itu justru ini bisa dimanfaatkan secara maksimal di industri di dalam negeri," bebe Yuliot di Jakarta dikutip pada Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, timah juga akan dimaksimalkan untuk kebutuhan industri elektronik dan semikonduktor.

Apalagi kata Yuliot, semikonduktor termasuk dalam industri prioritas, dan menjadi yang salah satu disebutkan dalam perjanjian perdagangan timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.

"Ya, berarti ini kan juga pemanfaatan secara maksimal dalam negeri," ujarnya.

Kemudian, rencana penghentian ekspor timah juga bertujuan untuk program hilirisasi. Yuliot menjelaskan, ekstraksi mineral ikutan dalam bijih timah selama belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Jadi dalam rangka penataan sektor pertambangan, ya kami mengharapkan itu. Nanti juga bagian yang bisa logam tanah jarang yang ada di situ, ya kemudian kritikal mineral juga ada di situ, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri di dalam negeri," ucapnya.

Rencana menghentikan ekspor timah pertama kali disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Dia mengatakan perlu mengganti ekspor bahan mentah dengan produk hasil hilirisasi domestik.

baca juga

"Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Dan tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah. Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah. Silahkan teman-teman membangun investasi hilirisasi di dalam negeri," kata Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah

Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:09 WIB

Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah

Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:55 WIB

Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam

Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:32 WIB

Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang

Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:31 WIB

Di Balik Rencana Bahlil Potong Produksi Batu Bara

Di Balik Rencana Bahlil Potong Produksi Batu Bara

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:58 WIB

Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak

Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×