Bentuk Satgas BLBI, Ini Tugas Masing-masing Tiga Pokja

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 Juni 2021 | 18:55 WIB
Bentuk Satgas BLBI, Ini Tugas Masing-masing Tiga Pokja
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Suara.com - Pemerintah secara serius melakukan upaya untuk menyelesaikan hak tagih atas dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas).

Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI.

Satgas tersebut dibentuk dalam rangka penanganan dan pemulihan hak negara, berupa hak tagih negara atas sisa piutang negara dari dana BLBI maupun aset properti yang mengakibatkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 110,4 triliun. 

“Jadi ini adalah hak tagih negara yang berasal dari krisis perbankan tahun 97/98. Jadi memang pada saat itu negara melakukan bail out melalui Bank Indonesia yang sampai hari ini pemerintah masih harus membayar biaya tersebut,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Konferensi Pers Pelantikan Pokja dan Sekretariat Satgas BLBI, Jumat (4/6/2021).

Dalam melakukan upaya penanganan, penyelesaian, dan pemulihan hak negara, Kelompok Kerja (Pokja) Satgas BLBI dibagi menjadi tiga. Nantinya, masing-masing pokja merupakan perwakilan dari Kementerian/Lembaga.

Pertama, Pokja Data dan Bukti yang bertugas melakukan pengumpulan, verifikasi dan klasifikasi, serta tugas lain dalam rangka penyediaan data dan dokumen terkait debitur/obligor, jaminan, harta kekayaan lain, perjanjian atau dokumen perikatan lainnya dan data/dokumen lain sehubungan penanganan hak tagih BLBI.

Pokja ini terdiri atas perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Kedua, Pokja Pelacakan yang bertugas melakukan pelacakan dan penelusuran data debitur/obligor, jaminan, harta kekayaan lain, dan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pihak lain di dalam dan luar negeri.

Pokja ini terdiri dari perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN), Kemenkeu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Kemen ATR), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

baca juga

Ketiga, Pokja Penagihan dan Litigasi yang bertugas melakukan upaya penagihan, tindakan hukum/upaya hukum yang diperlukan dalam pengembalian dan pemulihan piutang dana BLBI baik di dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, pokja ini juga melakukan upaya hukum lainnya yang diperlukan.

Pokja ini terdiri dari perwakilan Kejaksaan, Kemenkeu, dan Kemenkopolhukam.

Sesuai dengan Keppres tersebut, Satgas diberikan jangka waktu sampai dengan 31 Desember 2023.

“Tim satgas kita harap akan menggunakan seluruh instrumen yang ada di negara ini. Kita berharap tentu masa tugas tiga tahun bisa dilaksanakan dengan kerja sama yang erat,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Kejar Peminjam Dana BLBI yang Nilainya Tembus Rp 110,45 Triliun

Pemerintah Kejar Peminjam Dana BLBI yang Nilainya Tembus Rp 110,45 Triliun

Bisnis | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:46 WIB

Tagih Duit Negara Rp 110 T di Kasus BLBI, Mahfud MD: Kalau Membangkang Bisa ke Korupsi

Tagih Duit Negara Rp 110 T di Kasus BLBI, Mahfud MD: Kalau Membangkang Bisa ke Korupsi

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 12:51 WIB

Mahfud MD Sebut Obligor dan Debitur BLBI Bandel Bisa Diseret ke Hukum Pidana

Mahfud MD Sebut Obligor dan Debitur BLBI Bandel Bisa Diseret ke Hukum Pidana

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 11:50 WIB

Terkini

Pengangguran Jakarta Capai 324 Ribu Orang, Ini Strategi Pramono Anung Perluas Lapangan Kerja

Pengangguran Jakarta Capai 324 Ribu Orang, Ini Strategi Pramono Anung Perluas Lapangan Kerja

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Kantor Gubernur Sumsel Disegel Simbolis, BEM Ancam Menginap jika Karhutla Tak Tertangani

Kantor Gubernur Sumsel Disegel Simbolis, BEM Ancam Menginap jika Karhutla Tak Tertangani

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Internasional Sorot Prabowo 'Caci-maki' Negara yang Menghina Indonesia Terkait Kebakaran Hutan

Internasional Sorot Prabowo 'Caci-maki' Negara yang Menghina Indonesia Terkait Kebakaran Hutan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:41 WIB

OPPO Find X10 Kantongi TKDN 46,44 Persen, Registrasi Minat Dibuka di Indonesia

OPPO Find X10 Kantongi TKDN 46,44 Persen, Registrasi Minat Dibuka di Indonesia

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Riset LAB45: Prabowo Jadi Pejabat dengan Blunder Terbanyak Selama Dua Tahun Pemerintahan

Riset LAB45: Prabowo Jadi Pejabat dengan Blunder Terbanyak Selama Dua Tahun Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:35 WIB

ISPA Tembus 601.396 Kasus di Sumbar, Kota Padang Tertinggi

ISPA Tembus 601.396 Kasus di Sumbar, Kota Padang Tertinggi

Sumbar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:33 WIB

8 Cara Mengusir Nyamuk dan Lalat di Rumah secara Alami, Bisa Manfaatkan Serai atau Kemangi

8 Cara Mengusir Nyamuk dan Lalat di Rumah secara Alami, Bisa Manfaatkan Serai atau Kemangi

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Seniman Sindir Represi dan Anggaran Seni yang Tergeser Program Prioritas

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Seniman Sindir Represi dan Anggaran Seni yang Tergeser Program Prioritas

Jogja | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel

Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Kepada Ilah yang Tak Diketahui: Ketika Manusia Berhadapan dengan Alam dan Keyakinan

Kepada Ilah yang Tak Diketahui: Ketika Manusia Berhadapan dengan Alam dan Keyakinan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×