Pengamat Penerbangan Minta Tak Hanya Komisaris Garuda Indonesia yang Dipangkas

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 07 Juni 2021 | 11:22 WIB
Pengamat Penerbangan Minta Tak Hanya Komisaris Garuda Indonesia yang Dipangkas
Kolase gambar Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (Suara.com)

Suara.com - Pengamat penerbangan Hendra Soermanto mendukung upaya Menteri BUMN Erick Thohir untuk memangkas jumlah komisaris Garuda Indonesia.

Bahkan, Hendra meminta pemangkasan ini tidak berhenti di komisaris, tetapi juga pada karyawan tingkat atas seperti direksi.

Ia menjelaskan, restrukturisasi organisasi harus diimplementasikan top down, beberapa direktorat dalam organisasi Garuda Indonesia dapat di-merger, begitupun halnya dengan karyawan pada middle level.

"Hal ini jika dilakukan akan berdampak kepada penghematan biaya tunjangan bagi posisi atau jabatan yang tidak optimal," ujar Hendra dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).

Menurut Hendra, Garuda juga harus berhati-hati dalam menawarkan pensiun dini para karyawan. Jangan sampai, alih-alih harapannya karyawan yang lebih tua ajukan pensiun dini, tapi malah karyawan dengan usia produktif yang mengajukan pensiun dini.

"Terkait kebijakan pemerintah bahwa ada wacana penerbangan domestik tanpa rute international, hal ini dapat dilakukan selama masa pandemi, tetapi untuk selanjutnya, secara berkesinambungan," kata dia.

Hendra menambahkan, sudah saatnya Garuda Indonesia juga memikirkan sistem atau model manajemen yang strategis dan lebih ideal dengan pemimpin yang mampu memotivasi semua karyawan untuk berkompetisi dan berpikir inovatif.

"Harapan ke depannya, Garuda Indonesia dapat memperbaiki kinerja dan semua proses kegiatan perusahaan, yang di dalamnya terdapat insan dengan integritas tinggi, produktif dan komersial untuk menghasilkan kinerja excellent yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan industri," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Peter Gontha mengusulkan kepada para Direksi Garuda Indonesia untuk menangguhkan pembayaran honorarium atau gaji para komisaris.

baca juga

Usulan ini dimaksudkan untuk meringankan keuangan maskapai pelat merah ini. Usulan Peter Gontha lewat sepucuk surat yang ia kirimkan kepada Direksi ini beredar di kalangan wartawan.

"Demi sedikit meringankan beban perusahaan, untuk segera, bulan Mei yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honorarium kami sampai rapat pemegang saham mendatang," kata Peter seperti dikutip dalam surat tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir menyutujui usulan Peter Gontha itu. Bahkan, ia berencana untuk memangkas jumlah komisaris.

"Saya rasa yang diusulkan Peter Gontha sangat bagus, kita harus puji. Bahkan saya ingin mengusulkan, kalau bisa komisaris Garuda dua saja, jangan yang ada pensiun dini tapi komisarisnya tidak dikurangi. Kami akan kurangi nanti," ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Erick yang juga Ketua Pelaksana KPCPEN menginginkan, nantinya Garuda hanya memiliki dua atau tiga komisaris. Menurutnya, rencana ITU bagian dari efisiensi di tubuh Garuda.

"Jadi benar-benar mencerminkan keseriusan Komisaris dan Direksi Garuda. Kan yang menjalankan keseharian bukan saya," tutur Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Desak Pemerintah Segera Benahi Masalah Keuangan Garuda Indonesia

DPR Desak Pemerintah Segera Benahi Masalah Keuangan Garuda Indonesia

DPR | Kamis, 03 Juni 2021 | 18:56 WIB

Wamen BUMN Khawatir Garuda Indonesia Bisa Bangkrut, Gara-gara Ini

Wamen BUMN Khawatir Garuda Indonesia Bisa Bangkrut, Gara-gara Ini

News | Kamis, 03 Juni 2021 | 17:54 WIB

Wamen BUMN Sebut Garuda Indonesia Punya Utang Rp 1,42 Triliun Tiap Bulan

Wamen BUMN Sebut Garuda Indonesia Punya Utang Rp 1,42 Triliun Tiap Bulan

Bisnis | Kamis, 03 Juni 2021 | 17:27 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×