Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Alasan Anda Harus Segera Pindah ke Aplikasi Akuntansi Online

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:26 WIB
Alasan Anda Harus Segera Pindah ke Aplikasi Akuntansi Online
Aplikasi Akuntansi Online.

Hemat Waktu dengan Otomatisasi

Aplikasi akuntansi bekerja layaknya robot yang sudah mendapat perintah tertentu. Tetapi dengan internet, aktivitas otomatisasi ini jadi jauh lebih efisien.

Anda tidak cuma bisa melakukan proses penghitungan otomatis. Pengiriman invoice, faktur, peringatan tanggal jatuh tempo, dan lainnya juga tidak perlu dilakukan secara manual lagi.

Integrasi dengan layanan pihak ketiga juga dapat mempercepat segala proses otomatisasi tersebut secara teratur. Akuntan hanya tinggal mengatur waktu dan memasukkan data di awal.

Hasil Olahan Data Lebih Akurat

Hasil laporan akuntansi wajib akurat karena sering menjadi acuan untuk berbagai hal. Paling tidak adanya aplikasi akuntansi memungkinkan Anda bisa meninjau laporan keuangan secara real-time.

Berbeda dengan metode manual dengan spreadsheet, di mana perlu banyak rumus dan tindakan untuk peninjauan.

Pada aplikasi online, laporan yang akurat bisa keluar secara otomatis berdasarkan informasi yang telah Anda masukkan.

Mengurangi Penggunaan Kertas

Penggunaan piranti lunak juga berarti mendukung kampanye ramah lingkungan. Sebab, Anda tidak perlu lagi membuang banyak kertas untuk hal yang sepele.

Dulu, akuntan mungkin akan sering berurusan dengan berlembar-lembar kertas. Selain memakan waktu, penggunaan kertas berlebihan juga memberikan dampak buruk untuk lingkungan.

Untungnya pada sistem online semua data dapat dilihat secara digital. Mengirim data ke klien bisa menggunakan email, arsip-arsip pun langsung tersimpan di cloud.

Ini benar-benar menghemat segala hal termasuk kertas yang mungkin selama ini sering diabaikan.

Akuntansi Online adalah Pilihan Terbaik

Dari sisi teknis, akuntansi online saat ini layak menjadi solusi terbaik untuk kebutuhan beragam skala bisnis. Jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih efisien, maka inilah jawabannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ungkap Keunggulan Belajar Akuntansi Internasional

Pakar Ungkap Keunggulan Belajar Akuntansi Internasional

Press Release | Kamis, 03 September 2020 | 08:22 WIB

Lulusan Akuntansi Jadi Cawagub, PKS: Nurmansyah Lubis Paham Betul Soal DKI

Lulusan Akuntansi Jadi Cawagub, PKS: Nurmansyah Lubis Paham Betul Soal DKI

News | Selasa, 21 Januari 2020 | 18:32 WIB

FEB UI Gelar Konferensi Akuntansi Internasional

FEB UI Gelar Konferensi Akuntansi Internasional

Bisnis | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 09:32 WIB

Terkini

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB