Jurnalis AS Sebut Kebijakan Tembakau di Indonesia Dipengaruhi LSM Asing

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 28 Juni 2021 | 08:07 WIB
Jurnalis AS Sebut Kebijakan Tembakau di Indonesia Dipengaruhi LSM Asing
Tembakau merupakan bahan utama rokok. (Shutterstock)

Suara.com - Jurnalis Amerika Serikat (AS) Michelle Minton merilis hasil investigasi terkait keterlibatan Bloomberg Initiatives dalam mempengaruhi kebijakan cukai hasil tembakau di negara-negara berkembang.

Minton menerangkan dalam laman resmi Competitive Enterprise Institute pada Juni 2021 bagaimana Bloomberg mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat sipil di negara berkembang demi kepentingannya lewat kampanye antirokok.

Sebelumnya, dalam investigasinya bertajuk “Bloomberg’s Philanthro-Colonialism: A Threat to Global Health and Science,” yang dipublikasikan pada Februari 2021, dia juga mengkritisi organisasi antitembakau di negara-negara berkembang yang digerakkan oleh pendanaan dari Bloomberg Philanthropies, utamanya intervensi terkait kebijakan hasil tembakau.

"Sayangnya kampanye antitembakau ini dilakukan tanpa memperhatikan kebutuhan dan kepentingan negara yang diajak berkolaborasi," sebut laporan Minton dikutip Cei.org Senin (28/6/2021).

Dalam temuannya, terdapat dokumen resmi dari Bloomberg tentang pendanaan dan strategi Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK) yang dilakukan di berbagai negara. Lebih dari 700 juta dolar AS atau setara Rp 10 triliun hibah disalurkan ke berbagai organisasi antitembakau di seluruh dunia.

“CTFK adalah salah satu organisasi yang didanai oleh Bloomberg, dengan misi membiayai seluruh gerakan antitembakau di seluruh dunia. Akan tetapi, ada kepentingan perusahaan yang lebih besar di situ, yakni mempengaruhi negara-negara berkembang untuk mengadopsi kebijakan tembakau tertentu,” tulis Minton.

Tidak heran apabila di berbagai negara berkembang di dunia, organisasi antitembakau seolah menyatukan suara dan menuntut pemerintah untuk fokus pada kebijakan pengendalian tembakau.

“Padahal pada kenyataannya, Bloomberg memiliki kepentingan sendiri, di mana penerima manfaat dari dana yang disalurkan itu justru akan mempengaruhi pemangku kepentingan yang memegang kunci kebijakan,” katanya.

Untuk CTFK misalnya, sebagian besar kegiatannya ditujukan untuk meyakinkan pemerintah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk ambil bagian dalam kampanye ini.

baca juga

Secara khusus, CTFK menolak mentah-mentah penggunaan tembakau dan menuntut agar seluruh kebijakan tembakau di seluruh dunia disamakan.

Padahal negara-negara berkembang bisa jadi memiliki prioritas dan sumber daya yang berbeda.

"Budaya, ekonomi dan geografis menjadi faktor penentu sebuah kebijakan di negara berkembang, dan strategi CTFK mengabaikan faktor-faktor ini dan menuntut agar kebijakan tembakau disamakan di seluruh dunia,” ujarnya.

Minton mengungkap, Bloomberg secara aktif mempengaruhi suatu negara dengan kemitraan dan kolaborasi finansial dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dukungan Bloomberg untuk CFTK juga sampai ke Indonesia dengan kerja sama dengan sejumlah institusi untuk menyelenggarakan dan mendanai lokakarya penyusunan regulasi untuk badan legislatif di Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mendorong pihak terkait untuk mengintervensi kebijakan pengendalian tembakau. Hal serupa juga terjadi di Meksiko, Tiongkok, Nigeria dan Uganda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Tembakau Alternatif, Solusi untuk Epidemi Merokok

Produk Tembakau Alternatif, Solusi untuk Epidemi Merokok

Bisnis | Jum'at, 25 Juni 2021 | 06:31 WIB

Kementan Usul Wacana Revisi PP 109 Dipertimbangkan Lagi

Kementan Usul Wacana Revisi PP 109 Dipertimbangkan Lagi

Bisnis | Rabu, 23 Juni 2021 | 18:03 WIB

World Bank Rekomendasikan Pemerintah Sederhanakan Struktur Tarif Cukai Tembakau

World Bank Rekomendasikan Pemerintah Sederhanakan Struktur Tarif Cukai Tembakau

Bisnis | Rabu, 23 Juni 2021 | 17:59 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×