IPO Unicorn Akan Jadi Game Changer Bagi Pasar Modal Indonesia

Iwan Supriyatna

Selasa, 29 Juni 2021 | 07:47 WIB
IPO Unicorn Akan Jadi Game Changer Bagi Pasar Modal Indonesia
Bursa Efek Indonesia (Shutterstock)

Suara.com - Rencana dua unicorn ternama Indonesia, Bukalapak dan GoTo, yang akan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai akan menjadi game changer bagi pasar modal Indonesia.

Nantinya, kesuksesan IPO kedua unicorn tersebut akan menjadi pintu masuk bagi perusahaan-perusahaan rintisan (startup) lain untuk mengikuti langkah Bukalapak dan GoTo untuk melantai di bursa.

“Saya melihat ini sebagai sebuah kesempatan. Suksesnya mereka (Bukalapak dan GoTo) akan menjadi contoh bagi startup-startup lain untuk segera melakukan IPO di bursa,” ujar Komisaris BEI, Pandu Patria Sjahrir ditulis Selasa (29/6/2021).

Menurut Pandu, saat ini pasar modal Indonesia masih memiliki ruang bertumbuh yang cukup besar. Sehingga, lanjutnya, pasar modal masih menjadi tempat terbaik untuk menaruh modal berinvestasi.

“Harapannya pasar modal bisa membantu target Indonesia menjadi negara terbesar ke-5 dalam hal perekonomian di dunia pada tahun 2030,” kata dia.

Lebih jauh lagi, Pandu mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang tercepat se Asia Tenggara. Oleh karena itu, ujarnya, merupakan hal yang tepat jika perusahaan teknologi melantai di bursa.

“Dalam beberapa tahun terakhir, selain perusahaan e-commerce yang bertumbuh pesat, saya melihat perusahaan teknologi di Indonesia seperti fintech, e-logistic, dan sociocommerce akan semakin meningkat,” ucapnya.

Di samping itu, Co-managing Partner Indies Capital itu juga memberikan tips dalam memvaluasi saham-saham teknologi yang dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan akan menguasai pasar modal Indonesia.

Pandu menerangkan, cara menilai saham perusahaan teknologi tidak jauh berbeda dengan saham-saham konvensional yang sudah ada sebelumnya. Akan tetapi, untuk saham-saham teknologi, selain menggunakan discouted cashflow seperti yang diajarkan teori, bisa juga dengan menggunakan market comparible, di mana menghitung valuasi startup dengan mengasumsikan pada harga yang kelak investor mau membelinya.

baca juga

“Cara menilainya sama dengan teori melalui discounted flow. Namun bisa juga secara dengan menggunakan market comparable, bisa dengan perusahaan serupa di Amerika Serikat atau dari China,” ujarnya.

Selain itu, Pandu juga mengingatkan kepada investor untuk selalu belajar fundamental. Dengan meningkatnya literasi pasar modal, investor juga diharapkan mampu percaya diri dengan analisis pribadi dan tidak ikut-ikutan orang lain. Sebab, investasi di pasar modal merupakan investasi jangka panjang dan memiliki prospek yang bagus.

“Dilihat dari long term, ke depannya saya percaya, pasar modal akan menjadi salah satu tempat terbaik untuk menanamkan produknya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ELSAM : GoTo Sudah Penuhi Syarat Perlindungan Data Pribadi

ELSAM : GoTo Sudah Penuhi Syarat Perlindungan Data Pribadi

Bisnis | Selasa, 29 Juni 2021 | 07:36 WIB

Webinar Mid-Year Investment Outlook 2021 Membaca Arah Pergerakan Ekonomi dan Pasar Modal

Webinar Mid-Year Investment Outlook 2021 Membaca Arah Pergerakan Ekonomi dan Pasar Modal

Bisnis | Senin, 21 Juni 2021 | 15:35 WIB

Nilai Valuasi Decacorn Gojek-Tokopedia Capai Rp28 Trilyun, Bakal IPO Dual Listing?

Nilai Valuasi Decacorn Gojek-Tokopedia Capai Rp28 Trilyun, Bakal IPO Dual Listing?

Batam | Kamis, 10 Juni 2021 | 11:10 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×