Mendag Pastikan Stok Bahan Pokok Aman di Masa PPKM Darurat

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 06 Juli 2021 | 08:46 WIB
Mendag Pastikan Stok Bahan Pokok Aman di Masa PPKM Darurat
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi [Antara]

Suara.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjamin ketersediaan bahan-bahan pokok di tengah pemberlakukan PPKM darurat. Bahkan, ia juga menjamin tidak ada gejolak harga saat masa pengetatan ini.

"Jadi kalau kita lihat sekarang hari ini bahwa barang semua tersedia dengan baik," ujarnya dalam konferensi pers virtual, yang ditulis Selasa (6/7/2021)..

Ia membeberkan, pada bahan pokok beras misalnya yang berdasarkan data 2 Juli 2021 kualitas medium harganya masih sama dijual sebesar Rp 10.500 per kg dibanding bulan Juni lalu periode yang sama.

Sementara, pada beras kualitas premium harganya turun tipis dari Rp 12.400 pada bulan lalu, menjadi Rp 12.300 per kg.

Kemudian untuk gula pasir, pada periode yang sama harganya masih sama yaitu dipatok Rp 13.000 per kg. Lalu, ada sedikit kenaikan pada minyak goreng kemasan yang dibanderol seharga Rp 15.800.

"Minyak goreng ini ada kenaikan sedikit karena disebabkan tingginya harga CPO pada bulan-bulan sebelumnya," ungkap Lutfi.

Sedangkan, ada penurunan harga untuk harga makanan seperti daging sapi yang sebesar Rp 126.000 per kg, daging ayam ras sebesar Rp 35.700, telur ayam ras sebesar Rp 25.800, dan cabe merah keriting yang dibanderol Rp33.700 per kg.

"Jadi ini ketersediaan barang dan saya bisa pastikan seluruh bapok tadi itu mempunyai kecukupan lebih dari 2 minggu pada hari ini setidaknya tapi yang lain lebih dari 1 bulan," kata Lutfi.

Dari sisi ketahanan stok, Mantan Dubes Indonesia untuk AS ini menyebut masih terjaga, yang masing-masing dirasa cukup untuk menghadapi PPKM darurat.

Misalnya, beras sebesar 17,4 bulan, gula pasir 1,9 bulan, minyak goreng 1,49 bulan, daging sapi atau kerbau 0,26 bulan, daging ayam ras 1,1 bulan.

"Mudah-mudahan dalam PPKM Darurat ini barang pokok dan barang penting ini tidak jadi permasalah apapun yang ada di pasar," pungkas Lutfi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPKM Darurat! Jalanan Surabaya Sampai Disemprot 'Kimia Radioaktif'

PPKM Darurat! Jalanan Surabaya Sampai Disemprot 'Kimia Radioaktif'

Jatim | Selasa, 06 Juli 2021 | 08:42 WIB

Lokasi Penyekatan PPKM Darurat Jabodetabek Ditambah!

Lokasi Penyekatan PPKM Darurat Jabodetabek Ditambah!

Bekaci | Selasa, 06 Juli 2021 | 08:42 WIB

Luhut: 90 Persen Kasus COVID-19 Jakarta Adalah Varian Delta

Luhut: 90 Persen Kasus COVID-19 Jakarta Adalah Varian Delta

Jakarta | Selasa, 06 Juli 2021 | 08:36 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB