alexametrics

Pengusaha Mall Teriak Beban Bertambah, Pemasukan Nihil

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Pengusaha Mall Teriak Beban Bertambah, Pemasukan Nihil
Ilustrasi Mall (Suara.com/Nando)

Para pengusaha pusat perbelanjaan atau mall meluapkan keluh kesahnya selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Suara.com - Para pengusaha pusat perbelanjaan atau mall meluapkan keluh kesahnya selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Bagaimana tidak, selama PPKM Darurat kegiatan di mall dibatasi, hanya makanan dan apotek yang boleh beroperasi.

Dengan begitu, muka para pengusaha mall yang tadinya sumringah kegiatan mall dibuka, kini kembali mengkerut, karena tak lagi meraih pendapatan.

Adapun berikut beberapa keluhan yang diluapkan para pengusaha mall yang tergabung Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI).

Baca Juga: PA 212 Curiga PPKM Darurat Ada Permainan China, Novel: Menyengsarakan Masyarakat

Tidak Punya Dana Cadangan

Ketua APPBI, Alphonzus Widjaja mengaku, para pengusaha kini tidak memiliki dana cadangan lagi untuk bertahan di tengah pandemi.

Pasalnya, dana cadangan tersebut telah terkuras untuk bisa bertahan selama pandemi ini.

"Para pelaku usaha memasuki tahun 2021 tanpa memiliki dana cadangan lagi karena sudah terkuras habis selama tahun 2020 yang lalu, yang mana digunakan hanya sebatas untuk supaya bisa bertahan saja," ujar Alphonzus dalam keterangannya, Senin (19/7/2021).

Kondisi Usaha Masih Defisit

Baca Juga: Asyik! Jalan Ditutup Akibat PPKM Darurat, Pasangan Ini Pamer Foto Prewedding di Jalan Raya

Alphozus mengungkapkan, kondisi usaha dalam bisnis mall ini masih terpuruk. Hal itu terlihat dari masih defisitnya, pendapatan yang diterima pengusaha mall.

Komentar