Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Analis Ungkap Penyebab Anjloknya Saham Bukalapak

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 11 Agustus 2021 | 09:55 WIB
Analis Ungkap Penyebab Anjloknya Saham Bukalapak
Bukalapak.

Suara.com - Pergerakan saham PT Bulapakak.com Tbk (BUKA) memerah. Bahkan pergerakan harga saham BUKA menyentuh Auto Reject Bawah (ARB).

Berdasarkan data RTI, selama Selasa kemarin saham BUKA anjlok 6,76 persen atau 75 poin di harga Rp 1.035 per lembar saham.

Menanggapi hal tersebut, Analis dari Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, penurunan harga saham BUKA ini diakibatkan tekanan jual asing, sehingga membuat harga saham bisa sentuh ARB.

Selain itu, anjloknya harga saham BUKA juga adanya aksi ambil untung para investor.

"Menurut saya, tekanan jual asing ya, ini lumayan besar terjadi sejak hari pertama listing. Dan sebagian pelaku pasar yang melakukan profit taking juga karena sudah profit posisinya," ujar William saat dihubungi, Rabu (11/8/2021).

Namun demikian, William melihat, anjloknya harga saham BUKA bersifat sementara, dan bisa kembali naik jika tekanan jual sudah mereda.

"Seharusnya sementara, kondisi asing vs lokal penentuan pembalikan arahnya adalah ketika tekanan jual asing sudah berkurang," ucap William.

Untuk diketahui, beberapa investor meluapkan kekesalan itu dengan cara yang tidak biasa.

Salah satunya, dilihat dari tangkapan layar yang beredar, investor ritel Eldwin Vancep yang meluapkan amarahnya dengan memberikan rating buruk pada aplikasi Bukalapak yang ada di Playstore.

Sambil menuliskan amarahnya karena harga saham BUKA terus turun hingga Auto Reject Bawah (ARB), Eldwin juga memberikan rating bintang 1 ke aplikasi Bukalapak.

"Bangke, gua hajar kanan di ARA kemaren malah diguyur ARB... Mana amunisi 80% porto lagi.... Gua kasih bintang 1 karena harganya gak di maintenance," tulis Eldwin.

Namun, rating dan komentar Eldwin dibalas oleh admin PT Bukalapak.com. Admin tersebut menjelaskan, pergerakan saham BUKA hingga ARB merupakan mekanisme pasar.

"Hai Kak Eldwin, Sorry ya bikin kamu jadi kurang nyaman, perihal hal tersebut, Bella bantu infoin ya kalau transaksi saham Bukalapak di bursa saham setelah listing murni merupakan mekanisme pasar ya kak," jawab Admin Bukalapak tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Murka di Playstore Aplikasi Bukalapak Imbas Anjloknya Harga Saham BUKA

Investor Murka di Playstore Aplikasi Bukalapak Imbas Anjloknya Harga Saham BUKA

Bisnis | Rabu, 11 Agustus 2021 | 08:08 WIB

Saham Bukalapak Anjlok, Netizen: Banyak Investor Boncos Mendadak Bijak

Saham Bukalapak Anjlok, Netizen: Banyak Investor Boncos Mendadak Bijak

Bisnis | Rabu, 11 Agustus 2021 | 07:26 WIB

IPO Unicorn Akan Gairahkan Pasar Saham Domestik

IPO Unicorn Akan Gairahkan Pasar Saham Domestik

Tekno | Selasa, 10 Agustus 2021 | 23:07 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB