Kisah Pelaku Usaha Bawang Goreng Kian Sukses Kala Pandemi: Jangan Mengeluh, Cari Solusi!

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 02 September 2021 | 11:36 WIB
Kisah Pelaku Usaha Bawang Goreng Kian Sukses Kala Pandemi: Jangan Mengeluh, Cari Solusi!
Ilustrasi bawang goreng. (Shutterstock)

Suara.com - Jutaan mimpi orang Indonesia harus pupus akibat wabah virus corona yang menjangkit hingga kini. Banyak anak menjadi yatim dan yatim piatu, banyak pekerja menjadi pengangguran, serta tidak sedikit pengusaha menjadi bangkrut.

Wabah COVID-19 membuat hidup tidak lagi sama dengan sebelumnya. Mau tidak mau umat manusia harus beradaptasi.

Adaptasi kebiasaan baru yang diinisiasi pemerintah tentu memiliki tujuan agar wabah virus corona segera membaik. Selain itu, adaptasi baru juga turut membantu para pelaku usaha untuk bertahan.

Salah satunya seperti yang diceritakan oleh Siti Nurika, pelaku UMKM yang memproduksi bawang goreng di Kota Tanjungpinang. 

Pelaku usaha yang merintis usahanya dari tahun 2014 itu dengan susah payah mampu bertahan terhadap hantaman wabah virus corona.

Seperti UMKM warga yang tinggal di wilayah perbatasan lainnya, Siti Nurika melirik pasar Negara Jiran Malaysia dan Singapura sebagai sasaran penjualan.

Dibantu Al Ahmadi Entrepreneurship Centre, Siti Nurika mengikuti sejumlah pameran, menjajakan bawang goreng produksinya ke Malaysia dan Singapura.

Ternyata, usai dipasarkan secara digital dari 2020 lalu, bawang goreng produksi Indonesia amat digemari di Negara Jiran. Hal ini juga membuka pasar bawang goreng Kota Batam dan Kota Tanjungpinang yang masuk pasar luar negeri.

Bahkan, kadang warga Negara Singa sengaja mengunjungi pameran tertentu untuk memburu bawang goreng Indonesia.

Tidak heran kini Siti memiliki pelanggan dari Singapura dan Malaysia. Para konsumen itu bahkan memesan agar Siti mengirimkan bawang gorengnya ke sana dalam waktu-waktu tertentu. Meski belum bisa ekspor dalam jumlah besar, namun sejatinya Siti adalah eksportir.

Siti berkeyakinan, usaha miliknya mampu berkembang maksimal dengan menyasar pelanggan dari dalam dan luar negeri. Tidak hanya bawang goreng, ia pun memproduksi sambal pecal, stik udang dan makanan olahan khas lainnya.

Bertahan di Tengah Pandemi

Dampak pandemi virus corona juga turut memaksa usaha bawang goreng milik Siti kesulitan hingga hampir mati. Perbatasan antar negara ditutup, akhirnya pengiriman barang ke luar negeri menjadi sulit.

Penjualan di dalam negeri, di dalam pulau, di dalam kota pun terasa sulit. Daya beli masyarakat menurun, seiring dengan sulitnya ekonomi.

"Kami menyikapinya memang harus bertahan. Sebagai entrepreneur kami harus belajar dari setiap situasi," kata dia.

Ia lantas mempelajari penyebab para pelanggan meninggalkan produknya. Apabila ekspor rasanya tidak mungkin, maka ia harus merebut kembali pasar dalam kota yang hilang selama awal pandemi COVID-19.

Warga kini tidak lagi berbelanja ke swalayan tempat produksi bawang goreng, sambal dan pecalnya selama ini dijual.

Masyarakat tidak dapat pergi jauh dari rumah demi mematuhi anjuran pemerintah. Mereka berpaling ke warung-warung yang lebih dekat rumah.

Siti kemudian merubah strategi pemasarannya. Dari menjual di swalayan, jadi ke warung-warung di perumahan. Ia mengerahkan timnya untuk merebut hati pemilik kedai, agar dapat menjajakan hasil produksinya.

"Akhirnya kami larinya ke sana. Karena penjualannya bukan hanya market besar saja, tapi juga market kecil. Analisa kami, permintaannya lebih banyak di sana, maka kami pindahkan," katanya.

Tidak berhenti di situ, ia kembali menemukan masalah baru. Ia menemukan turunnya daya beli masyarakat. Sebelumnya, konsumen bisa membeli kebutuhannya dalam jumlah besar, namun karena keterbatasan dana, mereka hanya mampu membeli sedikit.

Siti Nurika kemudian beradaptasi dengan membuat kemasan-kemasan ekonomis yang harganya lebih dapat dijangkau. Strategi sederhana itu membuatnya bertahan hingga kini.

Strategi yang dibuatnya pun terasa tepat, untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Kini, omsetnya pun mencapai Rp40 hingga Rp45 juta per bulan.

Siti Nurika memang memilih untuk berjualan langsung ke warung-warung. Tidak menggunakan digital seperti yang digalakkan pemerintah.

"Pernah juga ikut e-commerce, tapi belum ada penjualan," kata dia.

Sebagai pengusaha, ia ingin langsung ada penjualan, yang dapat menambah semangat untuk berproduksi.

Kondisinya yang berdomisili di Kota Tanjungpinang Pulau Bintan, membuat sulit berjualan melalui e-commerce, karena ongkos kirim yang mahal ke luar kota.

Kembali Ekspor

Kegigihan Siti untuk bertahan di masa pandemi membuahkan hasil. Pusat pelatihan dan jaringan bisnis Al Ahmadi Entrepreneuship Centre, wadah yang menaunginya selama ini mengupayakan produksinya kembali ekspor ke Malaysia.

Direktur Al Ahmadi Entrepreneurship Center Lisya Anggraini menyatakan pihaknya bersama KBRI tengah menjalin peluang kerja sama "business to business" antarpelaku usaha di Provinsi Kepulauan Riau dengan Malaysia. 

Dalam beberapa kali penjajakan yang dilakukan bersama KBRI, pihaknya telah memetakan peluang UMKM yang dapat masuk di pasar Negara Jiran seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.

Masyarakat Malaysia menyukai produk dasar dari Indonesia yang tidak banyak dimilikinya seperti ikan dan santan.

Di masa pandemi ini, konsumen di Malaysia cenderung memilih untuk membeli produk UMKM, ketimbang impor dari pabrik-pabri besar karena bisa bertransaksi dalam jumlah yang sedikit, ketimbang dengan pelaku usaha besar yang memiliki aturan minimum pembelian.

Meski daya beli menurun, tapi pasar tetap ada. Di pandemi ini ada pergeseran peluang. Kalau dulu membeli dalam jumlah besar, sekarang menyasar UMKM membeli dengan skala kecil.

"Berhenti mengeluh, apalagi di media sosial. Tuliskan keluhan itu dalam rumusan kendala dalam buku catatan, kemudian cari solusinya. Bukan mencari simpati dari orang yang justru akan menertawakan," pesan Siti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayo Vaksin Ker! Cek Info Jadwal dan Lokasi Vaksinasi di Malang Ini

Ayo Vaksin Ker! Cek Info Jadwal dan Lokasi Vaksinasi di Malang Ini

Malang | Kamis, 02 September 2021 | 11:12 WIB

Kembang Kempis Pijat Tunanetra di Semarang Saat Pandemi: Tabungan Habis, Tak Ada Pelanggan

Kembang Kempis Pijat Tunanetra di Semarang Saat Pandemi: Tabungan Habis, Tak Ada Pelanggan

Jawa Tengah | Kamis, 02 September 2021 | 11:09 WIB

Ini Jadwal Mobil Keliling dan Sentra Mini Vaksin Covid-19 Jakarta, Kamis 2 September

Ini Jadwal Mobil Keliling dan Sentra Mini Vaksin Covid-19 Jakarta, Kamis 2 September

News | Kamis, 02 September 2021 | 11:00 WIB

LBH Medan Buka Posko Pengaduan Pelanggaran HAM Covid-19 di Sumut

LBH Medan Buka Posko Pengaduan Pelanggaran HAM Covid-19 di Sumut

Sumut | Kamis, 02 September 2021 | 10:30 WIB

Ayah Vicky Prasetyo Meninggal Dunia Pasca Terpapar Virus Covid-19

Ayah Vicky Prasetyo Meninggal Dunia Pasca Terpapar Virus Covid-19

Bogor | Kamis, 02 September 2021 | 10:29 WIB

Beberkan Kondisi Rumah Suku Laut, Sui Hiok: Sebagian Besar Menyedihkan

Beberkan Kondisi Rumah Suku Laut, Sui Hiok: Sebagian Besar Menyedihkan

Batam | Kamis, 02 September 2021 | 10:45 WIB

Terkini

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:08 WIB

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000  ATM & CRM

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:41 WIB

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:50 WIB

PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro

PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:00 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:43 WIB

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:33 WIB

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:59 WIB

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB