Mentan Salurkan Bantuan Pertanian Senilai Rp19,43 Miliar untuk Masyarakat Merauke

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Minggu, 05 September 2021 | 06:10 WIB
Mentan Salurkan Bantuan Pertanian Senilai Rp19,43 Miliar untuk Masyarakat Merauke
Mentan, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke Kabupaten Merauke. (Dok: Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyalurkan bantuan pertanian untuk masyarakat di Kabupaten Merauke senilai Rp19,43 miliar.

Bantuan pertanian yang disalurkan yakni, bantuan benih padi hibrida sawah, padi biofortifikasi, kedelai dan benih jagung serta bantuan benih bawang merah, cabai rawit dan benih sawi hijau. Bantuan lainnya yakni bibit durian, kelengkeng, 3 unit bangunan pengolahan hortikultura, alat mesin pertanian, 60 ekor sapi, 120 ekor kambing dan bantuan 4.500 ekor ayam. Bantuan ini guna meningkatkan sektor pertanian di sana.

"Bapak Bupati lahanmu ini bagus sekali dan saya bersyukur kita bisa bertemu dalam situasi seperti ini. Bertani itu membutuhkan kesabaran, ketenangan untuk memikirkan kenapa matahari kita sama di mana-mana dengan daerah lain seperti Jawa. Air kita juga sama. Kalau begitu, kenapa orang di sana bisa lebih cepat. Nah, itu kan tantangannya dan saya bersama Bapak Bupati, TNI, Komisi IV siap untuk mem-backup ini," ucap pria yang akrab disapa SYL itu saat memberikan arahan usai menyaksikan panen padi di Disktrik Tanah Miring, Merauke, Jumat, (3/9/2021).

SYL meminta Merauke melakukan cluster pada setiap lahan pertanian yang ada dengan pengembangan diversifikasi komoditas tanaman hortikultura maupun perkebunan seperti melakukan tumpang sari padi dengan pisang, jagung, kelapa, kopi dan lainnya. Hal ini juga bertujuan membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jadi nanti petani bisa panen jagung, bisa panen pisang. Jika misalnya dalam setiap 1.000 hektar padi misalnya kita tumpang sari-kan dengan kelapa, ujungnya kan bisa menjadi pabrik sabuk, tempurung, VCO, Nata De Coco. Jadi, dalam satu hamparan kita konsentrasikan dan rencanakan bersama," sebutnya.

Di sisi lain, SYL juga menerangkan terkait ketersediaan pupuk subsidi. Dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) itu, kebutuhan pupuk bersubsidi mencapai 24 juta ton. Namun, kemampuan pemerintah untuk menyediakan pupuk bersubsidi hanya mencapai 9 juta ton, sehingga menyebabkan kurangnya stok pupuk bersubsidi.

"Jadi memang jauh sekali dari 24 juta ke 9 juta ton. Tetapi hari ini kalau 13 ribu ton saja yang masuk ke Merauke, tambah lagi-lah Pak Dirjen PSP. Jangan buat malu saya dan Bapak Bupati," tuturnya.

"Jadi apa yang diminta Pak Bupati hari ini, saya berikan. Kita bangun RMU modern dan kita tambah alokasi pupuk untuk Merauke. Saya sangat bangga dengan semangat Pak Bupati. Kita bisa sama-sama memajukan pertanian di Papua ini," tambah SYL.

Perlu diketahui, pertanian adalah salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif pada perekonomian nasional di tengah kondisi pandemi wabah Covid-19. Sesuai data BPS, PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q), bahkan ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp451,8 triliun di sepanjang 2020 atau naik 15,79 persen dari periode sebelumnya yaitu Rp390,16 triliun.

"Di saat pandemi, tidak ada yang bisa jalan selain pertanian, karena semua orang butuh makan. Oleh karena itu, upaya kita harus terus jalan dan kita tingkatkan apa yang sudah ada," sebut SYL.

"Seperti kondisi di sini, kita akan mewujudkan keinginan bupati untuk membangun RMU modern yang menghasilkan beras kualitas premium dengan memanfaatkan pangsa pasar ekspor negeri tetangga," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menyambut baik kunjungan Mentan SYL beserta rombongan di daerahnya. Romanus mengapresiasi dukungan Menteri Pertanian untuk membangun RMU modern berkapasitas besar dan menambah alokasi pupuk bersubsidi guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

"Lahan pertanian di Marauke sudah sangat bagus dari sarana dan prasarana. Namun Pak Mentan, kami meminta dua kebutuhan mendasar saat ini untuk petani Merauke yaitu penambahan kuota pupuk bersubsidi dan RMU Modern," tutur Romanus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Ekosistem Bisnis Berkelanjutan, Market Share Kredit Pertanian BRI Capai 28%

Perkuat Ekosistem Bisnis Berkelanjutan, Market Share Kredit Pertanian BRI Capai 28%

Jatim | Minggu, 22 Agustus 2021 | 19:22 WIB

Menyambut Hari Tani Nasional: Kenali Industri Agromaritim Indonesia

Menyambut Hari Tani Nasional: Kenali Industri Agromaritim Indonesia

Your Say | Minggu, 22 Agustus 2021 | 10:51 WIB

Pupuk Indonesia Gelar Kompetisi Riset Pertanian untuk Milenial

Pupuk Indonesia Gelar Kompetisi Riset Pertanian untuk Milenial

Bisnis | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 07:55 WIB

Pertanian Tanpa Menggunakan Pestisida, Bisakah Tetap Produktif?

Pertanian Tanpa Menggunakan Pestisida, Bisakah Tetap Produktif?

Video | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Presiden Jokowi Dorong Industri Porang Siap Ekspor Produk Olahan

Presiden Jokowi Dorong Industri Porang Siap Ekspor Produk Olahan

Bisnis | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:41 WIB

Peneliti UI: Sektor Pertanian Merupakan Penyelamat Ekonomi di Masa Pandemi

Peneliti UI: Sektor Pertanian Merupakan Penyelamat Ekonomi di Masa Pandemi

Bisnis | Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:06 WIB

Terkini

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:20 WIB

Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026

Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:00 WIB

Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak

Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:52 WIB

Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis

Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:48 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal

Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:45 WIB

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:29 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:03 WIB

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:02 WIB