Petani Lebak Bersyukur Kementan Wujudkan Infrastruktur untuk Tingkatkan Produktivitas

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 04 September 2021 | 19:12 WIB
Petani Lebak Bersyukur Kementan Wujudkan Infrastruktur untuk Tingkatkan Produktivitas
Kementan dorong gerakan P2L untuk perkuat ketahanan pangan. (Dok. Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, jalan pertanian menjadi program strategis Kementerian Pertanian. Proyek ini berupa akses infrastruktur yang dibangun untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

"Keberadaan jalan pertanian akan memperluas jangkauan distribusi budi daya pertanian. Jalan pertanian juga dibangun dalam rangka memperkuat akses alat mesin pertanian (alsintan) di era 4.0," ujarnya.

Sejumlah petani di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten bersyukur atas realisasi Jalan Usaha Tani (JUT) atau jalan pertanian sebagai bagian dari percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Fasilitas itu menekan biaya produksi yang selama ini dikeluarkan petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, untuk memenuhi persyaratan penggunaan alsintan serta pengangkutan sarana produksi dan hasil panen, diperlukan fasilitas jalan, jembatan, serta kelengkapannya yang memadai. Menurutnya, prasarana dan sarana pertanian pada era pertanian modern memang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

"Majunya sistem pertanian tak hanya ditandai dengan penggunaan alsintan saja, tetapi juga meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan para petani," kata Ali.

Jalan pertanian merupakan program yang sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia serta membantu meningkatkan perekonomian petani.

“Jalan usaha tani ini akan mempermudah akses alsintan menjangkau areal persawahan. Jalan pertanian ini akan memutus cost produksi yang besar dan memberi banyak manfaat untuk petani,” jelas Ali.

Dalam konteks sistem pertanian modern, kata dia, diperlukan penambahan maupun penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian yang dapat menunjang penggunaan alsintan.

"Diperlukan juga penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian untuk mengangkut sarana produksi pertanian (saprodi) dan hasil pertanian, baik dari maupun menuju lokasi," tutur Ali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Wujudkan Kedaulatan Pangan, Mentan Dorong Papua Barat Jadi Kawasan Agrowisata

Demi Wujudkan Kedaulatan Pangan, Mentan Dorong Papua Barat Jadi Kawasan Agrowisata

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 19:44 WIB

Demi Perkuat Sektor Pertanian, Mentan Minta Papua Cetak SDM Unggul

Demi Perkuat Sektor Pertanian, Mentan Minta Papua Cetak SDM Unggul

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 13:09 WIB

Nilai Tukar Petani Naik, Peneliti: Tanda Kesejahteraan Petani Mengalami Peningkatan

Nilai Tukar Petani Naik, Peneliti: Tanda Kesejahteraan Petani Mengalami Peningkatan

Bisnis | Rabu, 01 September 2021 | 18:59 WIB

Kementan Mampu Penuhi Produksi Pangan Dalam Negeri sebagai Hasil Upaya Strategis

Kementan Mampu Penuhi Produksi Pangan Dalam Negeri sebagai Hasil Upaya Strategis

Bisnis | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Mentan SYL: Pertanian adalah Kekuatan Masa Depan Indonesia

Mentan SYL: Pertanian adalah Kekuatan Masa Depan Indonesia

Bisnis | Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:52 WIB

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat: Saat Resesi, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat: Saat Resesi, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

Bisnis | Senin, 23 Agustus 2021 | 13:35 WIB

Terkini

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

News | Sabtu, 26 September 2026 | 09:06 WIB

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:43 WIB

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 08:39 WIB

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:38 WIB

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

×